Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ukraina Sebut 2 Juta Warga Mangkir dari Mobilisasi Militer

Tentara Ukraina. (commons.wikimedia.org/President Of Ukraine)
Tentara Ukraina. (commons.wikimedia.org/President Of Ukraine)
Intinya sih...
  • Sebanyak 200 ribu tentara Ukraina melarikan diri.
  • Fedorov akan melakukan audit di Kemhan Ukraina.
  • Fedorov minta Ukraina luncurkan senjata baru.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan) Ukraina, Mykhailo Fedorov mengatakan bahwa sebanyak 2 juta warga mangkir dari mobilisasi militer untuk membela dari invasi Rusia. Alhasil, mereka sudah ditetapkan sebagai buronan. 

“Hari ini, kami tidak dapat berperang dengan teknologi baru dengan menggunakan struktur organisasi lama. Tujuan kami mengubah sistem yang saat ini justru menambah masalah tentara dan perwira,” tuturnya, dikutip The Kyiv Independent, Kamis (15/1/2026).

Sementara itu, Ukraina berencana memperpanjang kebijakan darurat militer dan mobilisasi hingga 90 hari ke depan. Rencana ini karena  belum adanya persetujuan gencatan senjata antara Rusia dan Ukraina. 

1. Sebanyak 200 ribu tentara Ukraina melarikan diri

Tak hanya 2 juta warga mangkir mobilisasi, Fedorov menyebut bahwa sudah ada 200 ribu tentara Ukraina yang melarikan diri tanpa izin. Alhasil, banyak posisi di garis depan yang kosong karena kepergian ratusan ribu tentara. 

Dilansir CNN, kondisi membuat militer Ukraina terus mendapat tekanan besar karena harus menghadapi musuh dengan jumlah tentara lebih besar. Sejumlah tentara di garis depan terpaksa bertahan di tengah kekurangan tenaga dan senjata. 

Sesuai hukum di Ukraina, semua laki-laki berusia antara 18-60 tahun diharuskan mendaftar diri ke kantor militer. Sedangkan yang diharuskan ikut mobilisasi adalah warga laki-laki berusia 25-60 tahun. 

2. Fedorov akan melakukan audit di Kemhan Ukraina

Pada saat yang sama, Fedorov yang baru ditunjuk mengatakan akan melakukan audit finansial di Kementerian Pertahanan Ukraina. Sebab, Kemhan Ukraina akan menerima dana lebih sedikit dibanding tahun lalu. 

Menteri berusia 35 tahun itu mengungkapkan pentingnya perubahan di dalam struktur tentara Ukraina. Ia menyerukan agar dapat menangani masalah sumber daya manusia dan meningkatkan apa yang dibutuhkan. 

3. Fedorov minta Ukraina luncurkan senjata baru

Fedorov mengutarakan bahwa Ukraina membutuhkan senjata baru, termasuk drone. Menurutnya, drone sangat dibutuhkan untuk dapat merusak sejumlah fasilitas militer di dalam Rusia. 

“Kami membutuhkan senjata baru, yang akan masuk ke dalam teritori musuh. Kami sudah memutuskan pada pertemuan sebelumnya. Tentara Ukraina juga harus dipersenjatai dengan drone jarak jauh fiber-optic yang akan diimplementasikan segera,” paparnya, dikutip dari Ukrinform.

Sebagai informasi, Fedorov adalah orang termuda yang pernah menjabat sebagai Menhan. Ia ditunjuk untuk menggantikan Denys Shmyhal yang ditunjuk menjadi Wakil Perdana Menteri dan Menteri Energi. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Dino Patti Djalal Peringatkan Bahaya Otoritarianisme Massa, Apa itu?

16 Jan 2026, 21:50 WIBNews