Menurut seorang pejabat Rusia, kunjungan ke China merupakan salah satu bagian dari kunjungan kerja rutin yang dilakukan Putin. Kunjungan ini dilakukan untuk memperkuat hubungan antara Rusia dan China.
Usai Trump, Giliran Putin Terbang ke China Temui Xi Jinping

- Presiden Rusia Vladimir Putin dijadwalkan berkunjung ke China pada 20 Mei 2026 untuk bertemu Presiden Xi Jinping dalam rangka memperkuat hubungan bilateral kedua negara.
- Kunjungan Putin terjadi setelah Presiden AS Donald Trump lebih dulu datang ke China pada 13–15 Mei 2026, menjadikan bulan tersebut momen kunjungan dua pemimpin adidaya ke Beijing.
- Dalam pertemuannya dengan Xi, Trump membahas isu Selat Hormuz, kerja sama perdagangan, serta masalah Taiwan yang sempat menegangkan hubungan antara Amerika Serikat dan China.
Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia, Vladimir Putin, dikabarkan bakal terbang ke China untuk bertemu Presiden Xi Jinping. Menurut laporan South China Morning Post yang mengutip keterangan sumber terkait pada Jumat (15/5/2026), Putin akan terbang ke China pada Rabu (20/5/2026) pekan depan.
"Kami akan segera mengumumkannya. Kunjungan ini sedang dipersiapkan. Bisa dikatakan persiapannya sudah selesai. Hanya tinggal sentuhan akhir saja. Kunjungan ini akan berlangsung dalam waktu dekat," kata Juru Bicara Istana Kremlin, Dmitry Peskov, soal kunjungan Putin ke China pekan depan, seperti dilansir Anadolu Agency.
1. China menerima kunjungan dua kepala negara adidaya pada bulan yang sama

Kunjungan Putin ke China pekan depan membuat China untuk pertama kalinya menerima kedatangan dua kepala negara adidaya pada bulan yang sama. Sebab, sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sudah lebih dahulu berkunjung ke China untuk bertemu Presiden Xi.
Trump sendiri datang ke China pada Rabu (13/5/2026). Kala itu, Trump datang menggunakan pesawat kepresidenan Air Force One. Kunjungan Trump ke Negeri Tirai Bambu berakhir pada Jumat (15/5/2026).
Selama tiga hari berada di China, Trump melakukan pembahasan mengenai beberapa hal dengan Xi. Salah satunya adalah masalah Selat Hormuz. Ia dikabarkan telah meminta Xi untuk membantu AS meredakan ketegangan di selat tersebut.
2. Trump juga membahas kerja sama perdagangan

Selain itu, Trump dan Xi dikabarkan juga membahas kerja sama perdagangan antara AS dan China. Dalam pernyataannya, Trump mengklaim telah mencapai sejumlah kesepakatan dagang fantastis dengan Beijing.
"Kami telah membuat beberapa kesepakatan perdagangan yang fantastis yang menguntungkan kedua negara. Kami telah menyelesaikan banyak masalah berbeda yang tidak akan mampu diselesaikan oleh orang lain," ujar Trump usai bertemu Xi dilansir Le Monde.
Dalam pernyataannya, Trump juga menyebut Xi sebagai pemimpin dan sahabat yang baik. Trump berharap kunjungannya ke China dapat mempererat kerja sama antara Washington dan Beijing.
3. Trump juga membahas masalah Taiwan dengan Xi

Saat berada di China, Trump dikabarkan sempat membahas masalah Taiwan dengan Xi. Dalam kesempatan itu, Xi sempat mengingatkan Trump untuk tidak ikut campur dengan masalah China dan Taiwan. Sebab, itu bisa membuat hubungan AS dan China renggang.
Sejumlah media sudah berupaya menanyakan Trump soal isu Taiwan yang dibahas bersama Xi dalam kunjungannya di China. Namun, Trump menolak untuk memberikan tanggapan. Ia langsung beralih ke pertanyaan lain yang tidak berhubungan dengan isu konflik antara China dan Taiwan.

















