Polandia Sebut Pembatalan Pengiriman Tentara AS Disebabkan oleh Logistik

- PM Polandia Donald Tusk menegaskan pembatalan pengiriman tentara AS disebabkan faktor logistik dan tidak memengaruhi kemampuan pertahanan negaranya.
- Pemerintah Polandia memastikan tidak ada penarikan pasukan AS dari wilayahnya, sementara keputusan Washington hanya berdampak pada pengurangan militer di Jerman.
- Pembatalan sepihak oleh Menteri Perang AS Pete Hegseth menuai kritik dari senator dan mantan komandan militer yang menilai langkah itu berisiko bagi keamanan sekutu Eropa.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Polandia, Donald Tusk mengatakan bahwa pembatalan pengiriman tentara Amerika Serikat (AS) ke negaranya disebabkan oleh masalah logistik dan tidak akan berdampak pada kapabilitas pertahanan.
“Saya menerima jaminan bahwa keputusan ini soal logistik dan tidak berdampak langsung pada kapabilitas pertahanan dan keamanan kami. Semua berada di bawah kendali,” tuturnya, dikutip dari TVP World, Jumat (15/5/2026).
Sebelumnya, AS sudah mengumumkan penarikan 5 ribu pasukan dari Jerman. Kemudian, Polandia mengusulkan agar tentara AS tersebut dipindah ke negaranya.
1. Pastikan tidak ada penarikan tentara AS dari Polandia

Menteri Pertahanan Polandia, Wladyslaw Kosniak-Kamysz mengungkapkan bahwa tidak ada perubahan soal tentara AS di negaranya. Keputusan baru Washington tersebut hanya berkaitan dengan pengurangan militer AS di Jerman.
“Sekarang implementasi keputusan ini sudah berjalan. Ini tidak berpengaruh kepada Polandia, tapi ini mungkin mempengaruhi keputusan secara tidak langsung soal rotasi pasukan,” ungkapnya.
Selain itu, Wakil Menteri Pertahanan Polandia, Pawel Zalewski menyatakan bahwa AS tidak berencana mengurangi tentara dari negaranya. Ia menyatakan menerima kabar tersebut dari AS.
2. AS tiba-tiba batalkan pengiriman 4 ribu tentara ke Polandia

Menteri Perang AS, Pete Hegseth secara tiba-tiba mengumumkan pembatalan pengiriman 4 ribu tentara ke Polandia. Langkah itu membuat staf Pentagon dan sejumlah sekutu di Eropa terkejut dengan keputusan tersebut.
Dilansir Politico, keputusan itu sangat mengejutkan karena tentara dan peralatan tempur sudah mulai tiba di Polandia. Alhasil, sejumlah negara Eropa mulai khawatir terkait kemungkinan keputusan AS untuk menarik tentaranya dari negara-negara anggota NATO di Eropa.
3. Sejumlah pihak di AS kritisi keputusan Hegseth

Mengenai pembatalan sepihak ini, sejumlah senator sudah mendesak jawaban dari Pentagon. Sedangkan mantan Komandan Militer AS di Eropa, Letnan Jenderal Ben Hodges mengkritik kebijakan AS tersebut yang seharusnya memastikan keamanan sekutu di Eropa.
“Keberadaan militer AS di Eropa untuk mengadang ancaman Rusia dan melindungi kepentingan AS serta memastikan sekutu di Eropa. Polandia selama ini tidak pernah mengkritik Trump dan mereka melakukan apa yang terbaik dan menjadi rekan baik bagi AS,” ujarnya.
















