Walau Masih di BoP, Prabowo: Indonesia Tak Akan Gabung Aliansi Militer

- Prabowo menegaskan Indonesia tidak akan bergabung dengan aliansi militer mana pun, sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif yang tercantum dalam UUD 1945.
- Indonesia tetap berpartisipasi dalam Board of Peace untuk mendorong solusi jangka panjang bagi konflik Palestina, meski pembahasan dan pengiriman pasukan ke Gaza sementara ditunda.
- Prabowo menawarkan peran Indonesia sebagai mediator dalam meredakan ketegangan di Timur Tengah, menekankan pentingnya dialog dan solusi damai bagi stabilitas kawasan.
Jakarta, IDN Times - Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menegaskan, Indonesia tidak akan bergabung dalam aliansi militer mana pun. Sikap tersebut, menurutnya, merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif.
Prabowo menekankan, prinsip tersebut telah lama menjadi dasar kebijakan luar negeri Indonesia sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945. Indonesia, kata dia, tidak memihak blok kekuatan mana pun dan berupaya aktif mendorong perdamaian dunia.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam wawancara eksklusif dengan Bloomberg yang diterbitkan dengan judul “Prabowo Open to Breach Indonesia Deficit Cap Only During Crisis.”
Dalam wawancara tersebut, Prabowo menegaskan posisi Indonesia yang tidak ingin terikat dalam blok militer tertentu.
“Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun,” kata Prabowo, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Senin (16/3/2026).
1. Tegaskan kemandirian pertahanan Indonesia

Prabowo mengatakan, Indonesia memilih untuk berdiri di atas kekuatannya sendiri dan tidak bergantung pada negara lain dalam hal keamanan. Menurutnya, kondisi tersebut membuat Indonesia harus terus memperkuat kemampuan pertahanan nasional.
“Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun,” ujar Prabowo.
Ia juga menegaskan Indonesia tetap menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga.
Di sisi lain, postur militer Indonesia disebutnya bersifat defensif dan tidak ditujukan untuk mengancam negara lain.
2. Sikap Indonesia di Board of Peace

Dalam wawancara tersebut, Prabowo juga menjelaskan posisi Indonesia terkait keterlibatannya dalam Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Amerika Serikat. Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut bertujuan untuk tetap dapat mendorong solusi jangka panjang bagi konflik Palestina.
“Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara,” kata Prabowo.
Namun demikian, pemerintah saat ini menangguhkan pembahasan terkait BoP karena meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah. Rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza juga untuk sementara waktu ditunda.
3. Tawarkan diri jadi mediator konflik

Selain itu, Prabowo menyatakan Indonesia siap berperan dalam upaya diplomasi untuk meredakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, termasuk konflik antara Amerika Serikat dan Iran. Ia mengatakan, konflik tersebut telah menciptakan ketidakpastian global yang berdampak pada banyak negara.
Menurut Prabowo, dialog tetap menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan konflik yang terjadi.
“Saran saya selalu mencari opsi damai,” ujar Prabowo.


















