Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Fakta Eastern Bearded Dragon, Jenis Kelaminnya Ditentukan Suhu Udara

5 Fakta Eastern Bearded Dragon, Jenis Kelaminnya Ditentukan Suhu Udara
Eastern Bearded Dragon (commons.m.wikimedia.org/Geoffrey Cox)
Intinya Sih
  • Eastern bearded dragon adalah kadal khas Australia dengan kemampuan adaptasi tinggi, berperan penting menjaga ekosistem dan dikenal lewat sisik berduri serta janggut hitamnya.
  • Kadal ini berkomunikasi lewat gerakan tubuh seperti anggukan kepala dan lambaian tangan, serta mengalami perubahan pola makan dari serangga saat muda menjadi tumbuhan saat dewasa.
  • Jenis kelamin bayi kadal ditentukan suhu lingkungan, sementara pembangunan pemukiman manusia mengancam habitat alami mereka sehingga pelestarian lingkungan jadi sangat penting.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Eastern bearded dragon atau Pogona barbata merupakan salah satu jenis reptil yang paling dikenal di wilayah hutan dan sabana Australia. Kadal ini memiliki kemampuan adaptasi yang luar biasa untuk bertahan hidup di alam liar yang keras, mulai dari pinggiran kota hingga daerah pedalaman yang terpencil. Keberadaannya sering terlihat saat mereka sedang berjemur di atas batang pohon atau pagar kayu untuk mengatur suhu tubuh di bawah terik matahari.

Secara fisik, kadal ini memiliki penampilan yang gagah dengan barisan sisik berduri yang menghiasi sepanjang sisi tubuh dan bagian lehernya. Meskipun terlihat menakutkan bagi sebagian orang, reptil ini sebenarnya memegang peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sebagai pemangsa serangga. Berikut adalah lima fakta unik yang membuat eastern bearded dragon menjadi salah satu satwa paling menarik untuk dipelajari lebih dalam.

1. Warna mulut kuning cerah untuk menakuti musuh

Eastern Bearded Dragon
Eastern Bearded Dragon (commons.m.wikimedia.org/Third Silence Nature Photography)

Eastern bearded dragon memiliki ciri khas unik berupa bagian dalam mulut yang berwarna kuning terang dan sangat mencolok. Warna ini akan dipamerkan secara tiba-tiba saat mereka membuka mulut lebar-lebar untuk mengejutkan predator yang mendekat.

Selain warna mulut, kadal ini juga akan mengembangkan janggut berduri di bawah lehernya hingga berwarna hitam pekat. Kombinasi antara mulut kuning dan janggut hitam ini menciptakan efek visual yang menakutkan bagi lawan sehingga mereka memilih untuk menjauh.

2. Perubahan pola makan seiring bertambahnya usia

Eastern Bearded Dragon
Eastern Bearded Dragon (commons.m.wikimedia.org/Andrew Mercer)

Saat masih bayi dan berusia muda, eastern bearded dragon lebih banyak mengonsumsi serangga sebagai menu makanan utama mereka. Protein tinggi dari serangga sangat dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan tubuh yang cepat agar mereka bisa segera mencapai ukuran dewasa.

Namun, kebiasaan makan ini akan berubah secara drastis saat mereka sudah beranjak dewasa dan lebih suka memakan tanaman. Mereka akan menghabiskan waktu dengan mengonsumsi berbagai jenis bunga, daun, dan buah-buahan liar yang ditemukan di sekitar habitatnya.

3. Gerakan tubuh sebagai cara berkomunikasi yang unik

Eastern Bearded Dragon
Eastern Bearded Dragon (commons.m.wikimedia.org/Andrew Mercer)

Kadal ini tidak bisa mengeluarkan suara, sehingga mereka mengandalkan bahasa tubuh yang sangat spesifik untuk berkomunikasi dengan sesamanya. Gerakan menganggukkan kepala dengan cepat sering dilakukan oleh pejantan untuk menunjukkan dominasi atau penguasaan atas sebuah wilayah.

Di sisi lain, ada juga gerakan unik berupa lambaian satu tangan di udara yang dilakukan secara perlahan. Gerakan melambai ini berfungsi sebagai tanda perdamaian atau bentuk penghormatan agar tidak terjadi perkelahian dengan kadal lain yang lebih kuat.

4. Suhu udara menentukan jenis kelamin bayi kadal

Eastern Bearded Dragon
Eastern Bearded Dragon (commons.m.wikimedia.org/jjron)

Satu fenomena biologi yang sangat menakjubkan pada reptil ini adalah jenis kelamin bayinya yang sangat bergantung pada suhu lingkungan. Jika telur-telur mereka terkubur di dalam tanah yang suhunya sangat panas, maka bayi yang lahir cenderung akan menjadi betina.

Penelitian menunjukkan bahwa embrio yang secara genetika seharusnya menjadi jantan bisa berubah menjadi betina fungsional karena faktor cuaca ekstrem. Hal ini menjadi perhatian serius para ahli karena perubahan iklim global dapat mengganggu keseimbangan populasi jantan dan betina di masa depan.

5. Tantangan hidup di tengah pembangunan pemukiman manusia

Eastern Bearded Dragon
Eastern Bearded Dragon (commons.m.wikimedia.org/Geoffrey Cox)

Populasi eastern bearded dragon di beberapa wilayah Australia kini mulai menghadapi tantangan besar akibat perluasan lahan pemukiman. Banyak pohon yang menjadi tempat tinggal alami mereka ditebang sehingga kadal ini terpaksa harus berpindah ke lingkungan yang kurang ideal.

Selain kehilangan rumah, bahaya dari kendaraan di jalan raya dan serangan hewan peliharaan seperti kucing juga sering mengancam nyawa mereka. Upaya pelestarian lingkungan hijau di area perkotaan sangat dibutuhkan agar kadal unik ini tetap bisa bertahan hidup berdampingan dengan manusia.

Eastern bearded dragon merupakan jenis kadal unik yang memiliki ciri fisik khas serta kemampuan bertahan hidup yang sangat menarik. Perilaku dan cara berkomunikasi yang berbeda dari hewan lain menjadikan reptil ini sebagai salah satu satwa yang memperkaya ragam alam di Australia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ane Hukrisna
EditorAne Hukrisna
Follow Us

Latest in Science

See More