Rudal Titan II (commons.wikimedia.org/US government DOD and/or DOE photograph)
Dikutip Encyclopedia of Arkansas, hulu ledak termonuklir yang berada di dalam rudal di Kompleks Peluncuran Titan II 374-7 dekat Damascus, Arkansas, memiliki tinggi lebih dari 30 meter dan berat sekitar 149.685 kilogram, dengan bahan bakar yang cukup untuk membawa senjata sembilan megaton itu sejauh lebih dari 14.484 kilometer. Rudal Titan II sendiri sudah beroperasi selama lebih dari 20 tahun, tetapi komponennya bisa menyebabkan masalah, seperti ketika kebocoran bahan kimia pada tahun 1978 di kompleks Damascus yang mengharuskan evakuasi.
Insiden tahun 1980 dimulai ketika seorang teknisi perawatan yang sedang mengerjakan rudal menjatuhkan kunci inggris seberat 3,6 kilogram. Kunci inggris itu jatuh dan mengenai salah satu tangki bahan bakar Titan II. Akibatnya, bahan bakarnya mengalami kebocoran. Area tersebut pun kembali dievakuasi. Para pejabat khawatir jika ada percikan api yang bisa menyulut uap bahan bakar dan menyebabkan ledakan hulu ledak nuklir W-53 rudal tersebut. Tim dikirim untuk mengukur konsentrasi bahan bakar di dalam silo.
Beberapa jam setelah kecelakaan awal, dua penerbang sedang melakukan hal itu, tapi rudal tiba-tiba meledak. Salah satunya, Sersan Jeff K. Kennedy, terlempar sejauh 45 meter dan mengalami patah kaki. Ada pula Penerbang Senior David Livingston, yang mengalami luka fatal dan menjadi satu-satunya korban jiwa hari itu.
Hulu ledak tersebut terbang sekitar 30 meter, tetapi sebagian besar tetap utuh dan mengandung semua material radioaktifnya. Setelah operasi pembersihan di area seluas 400 hektar, Angkatan Udara AS menimbun silo dengan tanah dan puing-puing.
Amerika dan Uni Soviet berada dalam keadaan siaga tinggi saat Perang Dingin. Belum lagi, militer di kedua pihak mempersenjatai kapal selam, pesawat terbang, roket, dan lainnya dengan hulu ledak nuklir. Peluncuran yang tidak disengaja juga bisa menjadi kemungkinan yang sangat nyata. Ditambah lagi kecelakaan yang tidak disengaja bisa sangat mungkin terjadi.