Era AI, Peruri Sebut 5 Kompetensi yang Harus Dimiliki Talenta Muda

- AI kini jadi elemen penting dalam proses bisnis, membantu analisis data dan pengambilan keputusan cepat, namun kemampuan berpikir kritis manusia tetap krusial untuk hasil yang bernilai.
- PERURI menilai lima kompetensi utama bagi talenta muda di era digital adalah data literacy, AI literacy, digital product mindset, security and governance, serta critical thinking and problem solving.
- Pengembangan kompetensi digital butuh kolaborasi erat antara pemerintah, pendidikan, dan sektor swasta agar tercipta ekosistem pembelajaran relevan dan mampu melahirkan talenta unggul bersaing global.
Jakarta, IDN Times - Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) mengubah cara organisasi bekerja, mengambil keputusan, hingga mengelola informasi.
Namun, di tengah pesatnya adopsi teknologi tersebut, penguasaan AI saja dinilai belum cukup untuk menjawab kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
1. Artificial Intelligence jadi bagian penting untuk jalankan proses bisnis

Direktur Digital Business PERURI, Farah Fitria Rahmayati mengatakan AI kini menjadi bagian penting dalam berbagai proses bisnis, mulai dari analisis data hingga mendukung pengambilan keputusan yang lebih cepat dan akurat. Meski demikian, peran manusia tetap menjadi faktor utama dalam menghasilkan keputusan yang tepat dan bernilai.
"AI mampu mempercepat proses analisis dan memberikan berbagai rekomendasi berbasis data. Namun, pada akhirnya manusia tetap menjadi pihak yang menentukan bagaimana informasi tersebut digunakan untuk menyelesaikan permasalahan nyata. Karena itu, kemampuan berpikir kritis menjadi semakin penting di era AI," ujarnya.
2. Kebutuhan industri alami perubahan signifikan

Menurut Farah, kebutuhan industri saat ini juga mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya dunia kerja lebih menitikberatkan pada penguasaan teori dan keterampilan teknis, kini perusahaan membutuhkan talenta yang mampu mengombinasikan pemanfaatan teknologi dengan kemampuan analitis dan penyelesaian masalah.
Dengan begitu, PERURI menilai ada lima kompetensi utama yang perlu dimiliki generasi muda agar mampu bersaing di era digital.
"Kelima kompetensi tersebut meliputi data literacy, AI literacy, digital product mindset, security and governance, serta critical thinking and problem solving," jelasnya.
3. Perlu kolaborasi lebih erat antara pemerintah dan sektor swasta

Farah menambahkan, pengembangan kompetensi tersebut tidak bisa hanya dibebankan kepada dunia industri. Menurutnya, diperlukan kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah, institusi pendidikan, dan sektor swasta untuk membangun ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan.
Sebagai GovTech Indonesia, PERURI terus mendorong penguatan ekosistem digital nasional melalui berbagai inovasi berbasis teknologi, data, dan keamanan digital. Melalui pemanfaatan AI serta integrasi data yang optimal, PERURI meyakini Indonesia memiliki peluang besar untuk mencetak talenta digital unggul yang mampu bersaing di tingkat glo


















