RI Kirim 3 Juta Paket Makanan Siap Santap buat Jemaah Haji

- Pemerintah Indonesia akan mengekspor tiga juta paket makanan siap santap ke Arab Saudi untuk jemaah haji, setelah mendapat izin resmi dari otoritas setempat.
- Paket makanan tersebut hanya boleh dibagikan kepada jemaah haji Indonesia dan tidak diperjualbelikan di Arab Saudi karena aturan distribusi yang ketat.
- Makanan siap santap disediakan selama enam hari di fase Armuzna, sementara mayoritas konsumsi jemaah tetap berasal dari dapur umum katering di Arab Saudi.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah akan mengirim tiga juga paket makanan siap santap (ready to eat/RTE) ke Arab Saudi untuk jemaah Haji Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) mengatakan Pemerintah Arab Saudi telah memberikan izin kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia untuk melaksanakan ekspor itu.
“Menteri Perdagangan tadi sudah berhasil akan MoU dengan Menteri Perdagangan Arab Saudi. Kita bisa kirim makanan ke jemaah kita, bebas, kasih makan jemaah kita, bebas. Enggak dipersulit dari Arab Saudinya,” kata Zulhas usai rapat koordinasi terbatas (rakortas) di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Selasa (21/4/2026).
1. Hanya boleh didistribusikan untuk kebutuhan jemaah haji

Zulhas mengatakan, 3 juta paket makanan siap santap itu hanya boleh didistribusikan kepada jemaah Haji, dan tidak boleh diperjualbelikan.
“Makanan itu hanya untuk jemaah kita, tidak untuk diedarkan dalam negerinya. Karena kalau diedarkan dalam negeri Arab Saudi, untuk orang Saudi, ada persyaratan lain, ada POM-nya, macam-macam. Tapi kalau ini untuk Jemaah kita saja, nah kita boleh. Sesuai dengan persyaratan kita,” tutur Zulhas.
2. Hanya disediakan selama enam hari

Menteri Haji dan Umrah Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf Hasyim alias Gus Irfan mengatakan makanan siap santap itu hanya disediakan untuk fase kritis di Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina).
“Tiga juta pax selama 6 hari. Untuk 200 ribu orang, 6 hari. Hanya untuk tanggal 7-13 (Zulhijah). Karena waktu itu traffic-nya kan sangat padat. Sehingga untuk makanan fresh susah dikirim,” ucap Gus Irfan.
3. Makanan jemaah mayoritas dipasok dari dapur umum di Arab Saudi

Meski ada makanan siap santap, Gus Irfan mengatakan mayoritas makanan jemaah haji Indonesia dipasok dari dapur umum yang menyediakan makanan katering.
“Ada hari-hari di mana menggunakan RTE. Tapi mayoritas menggunakan makanan dari,” ucap dia.


















