Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Bau Tanah Setelah Hujan

[PUISI] Bau Tanah Setelah Hujan
ilustrasi menatap hujan (pexels.com/Leonardo Pavão)

Tanah membuka rahasianya, pelan
Bau getir yang jujur, tanpa hiasan
Langit baru saja menangis deras
Dan bumi menjawabnya dengan aroma pengakuan

Kuhirup dalam, bukan hanya air semata
Ada jejak basah, seperti luka yang diam-diam disiram waktu

Bau itu menusuk, bukan untuk menyembuhkan
Tapi membangkitkan sesuatu yang tak ingin diingat
Setelah hujan, dunia tampak bersih di mata
Tapi siapa tahu, hatiku masih lembab

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Musim yang Tak Kembali

20 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Anak Bawang

[PUISI] Anak Bawang

20 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Di Balik Kaca Toko

[PUISI] Di Balik Kaca Toko

17 Mar 2026, 21:17 WIBFiction
[PUISI] Ilusi Emosi

[PUISI] Ilusi Emosi

17 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Menahan Diri

[PUISI] Menahan Diri

16 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Perpustakaan Waktu

[PUISI] Perpustakaan Waktu

16 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Jejak Keruh

[PUISI] Jejak Keruh

16 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Menabung Kebaikan

[PUISI] Menabung Kebaikan

15 Mar 2026, 21:17 WIBFiction