Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

[PUISI] Oh, Katanya

[PUISI] Oh, Katanya
Ilustrasi perempuan sendiri (Unsplash/Thanh Duc Phan)

Merambati gendang telinga
Dengungnya terus mencerca
Oh, katanya
Membangun sebuah keluarga
Bukankah sudah waktunya?
Oh, katanya

Lihat, mereka yang muda sudah memiliki banyak kepala
Sementara yang satu terus menua
Oh, kasihan dia
Apa yang sekiranya ia puja?
Bukankah keluarga segalanya?
Oh, katanya

Merambati gendang telinga
Menuntut memasuki kepala
Oh, katanya
Mengapa ia terus memaksa?
Bertahan pada prinsip yang tak bisa diterima
Oh, katanya

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yudha ‎
EditorYudha ‎
Follow Us

Latest in Fiction

See More

[PUISI] Hujan dan Luka yang Bertahan

26 Mar 2026, 21:07 WIBFiction
[PUISI] Suara Bertingkah

[PUISI] Suara Bertingkah

25 Mar 2026, 17:47 WIBFiction
[PUISI] Menang

[PUISI] Menang

25 Mar 2026, 06:28 WIBFiction
[PUISI] Layu, Tapi Hidup

[PUISI] Layu, Tapi Hidup

25 Mar 2026, 05:25 WIBFiction
[PUISI] Merajut Laut Fajar

[PUISI] Merajut Laut Fajar

25 Mar 2026, 05:04 WIBFiction
[PUISI] Ruang Tersembunyi

[PUISI] Ruang Tersembunyi

23 Mar 2026, 20:27 WIBFiction