ilustrasi split workout (pexels.com/Andrea Piacquadio)
Perdebatan mengenai full body workout dan split workout sebenarnya tidak memiliki jawaban mutlak. Peningkatan kekuatan dan massa otot dapat diperoleh melalui keduanya selama volume latihan, intensitas, serta progres beban dikelola dengan baik. Artinya, hasil latihan tidak hanya ditentukan oleh jenis program, tetapi juga dipengaruhi oleh kualitas latihan, pola makan, waktu istirahat, dan konsistensi menjalankannya. Faktor-faktor tersebut justru memiliki peran yang jauh lebih besar dibanding sekadar memilih metode latihan.
Daripada mengikuti program yang sedang populer, akan lebih baik memilih metode yang realistis dengan kondisi tubuh dan rutinitas sehari-hari. Program latihan yang bisa dijalankan secara konsisten hampir selalu memberikan hasil yang lebih baik daripada program yang terlihat ideal tetapi sulit dipertahankan. Jika kebutuhan latihan berubah seiring meningkatnya pengalaman, bukan tidak mungkin seseorang beralih dari full body workout ke split workout, atau bahkan mengombinasikan keduanya dalam periode latihan yang berbeda.
Tidak ada jawaban mutlak mengenai apakah full body workout atau split workout lebih efektif karena keduanya memiliki keunggulan masing-masing. Pemula atau orang dengan waktu latihan terbatas biasanya lebih diuntungkan dengan full body workout, sedangkan split workout lebih sesuai bagi mereka yang ingin meningkatkan volume latihan dan memberi perhatian lebih pada kelompok otot tertentu. Apa pun metode yang dipilih, hasil terbaik tetap bergantung pada konsistensi berlatih, teknik yang benar, asupan nutrisi yang cukup, serta waktu pemulihan yang memadai.
Referensi
"Full Body Workout vs Split: Pros, Cons & How to Pick." Hevy. Diakses pada Juli 2026.
"Full-Body Workouts vs Split Routines: What’s Better for Building Muscle?" Form Nutrition. Diakses pada Juli 2026.