Kehamilan dulu sering dikaitkan dengan anjuran untuk lebih banyak beristirahat, membatasi aktivitas, dan menghindari olahraga berat. Di baliknya, ada anggapan bahwa tubuh ibu hamil begitu rentan sehingga banyak bergerak dikhawatirkan membahayakan calon bayi.
Seiring berkembangnya pemahaman tentang kesehatan kehamilan, pandangan ini mulai bergeser. Ibu hamil kini didorong untuk tetap aktif demi menjaga kebugaran fisik dan kesehatan mental, dengan aktivitas yang disesuaikan dengan kondisi kehamilannya.
Seperti yang dikatakan oleh dr. Yohanes Satrya Wibawa, SpOG, AIFO-K, aktivitas fisik pada masa kehamilan sejatinya sangat dianjurkan, asalkan tetap beradaptasi dengan kondisi tubuh dan dilandasi oleh konsultasi medis yang tepat.