Comscore Tracker

Pro dan Kontra seputar Oat Milk, Menarik untuk Disimak!

Ada beberapa kondisi yang tak disarankan untuk meminumnya

Beberapa orang tidak bisa minum susu sapi karena alasan tertentu, misalnya karena alergi, punya intoleransi laktosa (lactose intolerance), atau karena menganut pola makan vegetarian atau vegan. Sebagai pengganti nya, sudah ada banyak produk susu alternatif non-dairy di pasaran, salah satunya adalah oat milk atau susu oat.

Sesuai dengan namanya, oat (Avena sativa) adalah bahan dasar utama dari susu oat atau susu gandum. Jenis susu ini cukup digemari dan produknya tak sulit ditemukan. Konon, alasan utama orang tertarik untuk mengonsumsinya adalah untuk kesehatan .

Oat milk umumnya dijual dalam bentuk kemasan pabrik atau komersial seperti yang dijual di swalayan besar, atau banyak pula yang menjual produk homemade  atau membuatnya sendiri di rumah.

Terlepas dari manfaatnya bagi kesehatan, oat milk ternyata memiliki keterbatasan. Berikut ini adalah beberapa pro dan kontra terkait oat milk yang penting untuk diketahui.

1. Mengandung lebih banyak serat dibanding varian susu lainnya

Pro dan Kontra seputar Oat Milk, Menarik untuk Disimak!ilustrasi susu oat (freepik.com/dashu83)

Dilansir Health, oat milk mengandung serat yang lebih tinggi ketimbang jenis susu lainnya. Ini tentunya membawa manfaat tersendiri untuk kesehatan, salah satunya melancarkan sistem pencernaan. 

Bila kamu sering mengalami sembelit atau konstipasi, maka konsumsi oat milk secara rutin bisa membantu. Susu ini juga pas buat kamu yang sedang berusaha untuk menurunkan berat badan karena kandungan seratnya yang tinggi dapat memberikan efek mengenyangkan, sehingga bisa bantu mencegah makan berlebihan.

2. Beta-glukan dalam oat dapat menurunkan kolesterol dan menjaga gula darah tetap stabil

Pro dan Kontra seputar Oat Milk, Menarik untuk Disimak!ilustrasi cek gula darah (pexels.com/ Nataliya Vaitkevich)

Dilansir Verywell Fit, kandungan beta-glukan dalam susu oat dapat membantu mengurangi jumlah kolesterol total dalam darah, termasuk low-density lipoprotein (LDL) atau si kolesterol jahat. Selain itu, beta-glukan juga memiliki pengaruh dalam mengatur kestabilan gula darah.

Beta-glukan adalah jenis serta larut air dan menyebabkan proses penguraian makanan di dalam usus terjadi sangat lambat. Proses penguraian yang lambat inilah yang membuat kadar gula darah tak mudah naik.

Tidak hanya itu, beta-glukan membentuk lapisan yang menempel pada permukaan usus halus, yang mana lapisan ini akan memperlemah usus dalam mengambil atau menyerap kolesterol. Hasilnya, kadar kolesterol dalam darah akan berkurang.

Baca Juga: 7 Makanan dengan Kalsium Lebih Tinggi dari Segelas Susu

3. Mengandung protein sedikit lebih banyak dibanding susu almon

Pro dan Kontra seputar Oat Milk, Menarik untuk Disimak!ilustrasi susu oat dan susu almon (freepik.com/freepik)

Dilansir Women's Health dan Medical News Today, susu oat tanpa tambahan pemanis atau perasa memiliki kandungan protein yang sedikit lebih banyak dibanding susu almon tanpa pemanis maupun perasa.

Akan tetapi, susu oat mengandung lebih banyak kalori dan karbohidrat bila dibandingkan dengan susu almon.

4. Tidak dianjurkan untuk orang-orang dengan penyakit Celiac

Pro dan Kontra seputar Oat Milk, Menarik untuk Disimak!ilustrasi makanan tanpa gluten (freepik.com/fabrikasimf)

Walaupun sebuah produk oat milk punya klaim ramah untuk orang-orang yang alergi terhadap gluten, tetapi mesin yang digunakan untuk mengolah oat dan/atau tempat penyimpanan juga bisa terkontaminasi produk lainnya yang mengandung gluten.

Untuk orang-orang dengan penyakit celiac, disarankan untuk berhati-hati sebelum membeli produk oat milk yang homemade, karena kita tidak tahu secara pasti merek atau jenis oat yang digunakan saat proses pembuatan susu.

Kemudian, saat membeli susu oat kemasan pabrik, pastikan di kemasan ada keterangan dan logo seperti "certified gluten free" dari organisasi yang sudah terverifikasi, misalnya Gluten Free Certification Organization (GFCO), NSF Certified Gluten Free, Celiac Support Organization, dan Gluten Free Certification Program Canada.

Perihal jumlah oat yang dapat dikonsumsi oleh orang-orang dengan penyakit celiac, berdasarkan laporan berjudul "Nutritional advantages of oats and opportunities for its processings as value added foods- a review" dalam jurnal Food Science Technology tahun 2015, disebutkan bahwa kadar gluten pada oat yang aman adalah 20 ppm (mg/kg). Peraturan ini disahkan oleh komisi regulasi Eropa (European Commission Regulation) nomor 21 tahun 2009. Jadi, hindari produk yang kandungan glutennya lebih dari itu, ya.

5. Hindari susu oat yang diberi tambahan gula dan rasa

Pro dan Kontra seputar Oat Milk, Menarik untuk Disimak!ilustrasi susu di swalayan (unsplash.com/NeONBRAND)

Susu oat yang tidak mengandung gula tentunya lebih baik dibanding yang diberi tambahan gula ataupun perasa seperti cokelat, stroberi, vanila, dan sebagainya. Susu oat yang murni tanpa tambahan apa pun sudah memiliki rasa yang manis, sehingga tidak perlu diberi tambahan gula ataupun rasa.

Dilansir WebMD, memilih susu oat yang tidak mengandung tambahan gula atau rasa dapat mengurangi asupan gula lewat pola makan harian.

6. Pilih susu oat yang sudah diberi tambahan kalsium, vitamin D, A, dan B

Pro dan Kontra seputar Oat Milk, Menarik untuk Disimak!ilustrasi vitamin B (pixabay.com/MasterTux)

Mengutip Cleveland Clinic, Jorden Edinger, seorang ahli gizi di Amerika Serikat (AS), mengatakan bahwa susu oat yang dibuat sendiri di rumah tidak memiliki vitamin dan nutrisi tambahan bila dibandingkan dengan susu oat produksi pabrik.

Berdasarkan informasi tersebut, baiknya periksa label kemasan dengan teliti untuk mengetahui komposisi produk. Beberapa produk oat milk sudah difortifikasi dengan tambahan nutrisi dan mineral seperti kalsium, vitamin A, D, B12, dan B2.

7. Kurang cocok untuk bayi dan anak-anak di bawah 2 tahun

Pro dan Kontra seputar Oat Milk, Menarik untuk Disimak!ilustrasi anak minum susu (pexels.com/Alex Green)

Anak kecil khususnya bayi dan balita di bawah usia 2 tahun membutuhkan nutrisi yang cukup untuk tumbuh kembangnya secara optimal. Apabila bayi atau balita memiliki alergi terhadap kasein, dokter spesialis anak akan secara spesifik memberikan panduan khusus pada orang tuanya.

Dilansir Choice, grup advokasi konsumen di Australia, kandungan lemak yang ada dalam susu oat tidak banyak dan anak kecil membutuhkan ini untuk mencapai pertumbuhan yang optimal.

7. Kesimpulan dan tips

Pro dan Kontra seputar Oat Milk, Menarik untuk Disimak!ilustrasi anak minum susu (pexels.com/Gabby K)

Oat milk memang memiliki banyak manfaat untuk kesehatan, mulai dari menurunkan kolesterol, gula darah, hingga melancarkan sistem pencernaan tubuh. Karena rasanya sudah manis secara alami, hindari produk dengan tambahan pemanis atau rasa. Susu oat juga cocok untuk dikonsumsi orang-orang dengan alergi susu sapi, intoleransi laktosa, ataupun penganut pola makan vegetarian dan vegan.

Susu oat produksi massal biasanya sudah ditambahkan vitamin dan mineral, sehingga ini baik untuk orang dengan intoleransi laktosa, alergi susu sapi, serta vegan dan vegetarian, yang mana tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan asupan protein, kalsium, dan nutrisi lainnya. Kamu juga bisa minum susu non-dairy yang lainnya sesuai selera dan kebutuhan.

Kelompok yang tidak dianjurkan untuk minum susu oat adalah bayi dan balita di bawah usia 2 tahun, karena mereka butuh nutrisi lengkap untuk tumbuh kembangnya. Sementara untuk orang dengan penyakit celiac, baiknya konsultasi dulu dokter sebelum mengonsumsi oat milk.

Baca Juga: Ini 7 Hal yang Terjadi Jika Kamu Rajin Minum Susu Setiap Hari!

MW S Photo Verified Writer MW S

"Less is More" Ludwig Mies Van der Rohe. I post pictures of travel destinations and random things on Instagram @m.w.s.34

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya