Ada masa ketika latihan terasa menyenangkan. Tubuh lelah, tetapi tetap segar setelah istirahat. Namun, ada juga fase ketika setiap lari terasa lebih berat dari biasanya. Pace yang dulu terasa nyaman mendadak sulit dipertahankan, kaki terasa berat sejak kilometer pertama, dan tubuh seperti tidak pernah benar-benar pulih.
Banyak pelari menganggap kondisi itu sebagai tanda bahwa mereka harus berlatih lebih keras lagi. Mereka menambah mileage, memperbanyak interval, atau memaksa tetap lari meski tubuh terasa tidak beres. Padahal, bisa jadi tubuh sedang memberi sinyal bahwa kapasitasnya sudah terlampaui. Kondisi ini dikenal sebagai overtraining syndrome atau sindrom overtraining.
Overtraining terjadi ketika beban latihan terlalu tinggi dan waktu pemulihan tidak cukup. Tubuh tidak lagi punya kesempatan untuk memperbaiki diri setelah latihan. Akibatnya, performa menurun, tubuh terasa lelah terus-menerus, dan berbagai gejala fisik maupun mental mulai muncul. Overtraining bukan sekadar rasa pegal biasa, melainkan kondisi maladaptasi tubuh akibat kombinasi latihan berlebihan dan pemulihan yang tidak memadai.
Bagi pelari, yuk kenali apa saja tanda-tanda overtraining!
