Rasa lelah dan sedikit pegal dapat muncul ketika tubuh mempelajari aktivitas baru. Namun, jangan terus berlari jika mengalami:
Nyeri tajam atau terpusat pada satu titik.
Bengkak atau memar.
Nyeri yang membuat tubuh pincang.
Rasa sakit yang makin berat selama berlari.
Nyeri yang tidak membaik setelah istirahat.
Nyeri dada, pingsan, atau sesak napas yang tidak wajar.
Jangan melanjutkan lari kalau lututmu nyeri. Nyeri berat, pembengkakan, atau keluhan yang menetap perlu diperiksa oleh dokter atau fisioterapis.
Orang dengan penyakit jantung atau paru, kondisi kronis yang belum terkontrol, riwayat operasi baru, atau kekhawatiran tentang kondisi kesehatannya sebaiknya berkonsultasi dengan dokter yang merawat sebelum memulai program latihan.
Tantangan lari terbaik untuk pemula bukan yang paling sulit, melainkan yang membuat latihan berikutnya terasa mungkin dilakukan.
Target berupa 12 sesi, interval 1 menit, lari pada kecepatan mengobrol, membuat jurnal latihan, atau menyelesaikan 5K tanpa mengejar waktu dapat memberikan tujuan yang jelas tanpa memaksa tubuh.
Kecepatan bisa menyusul. Pada tahap awal, pencapaian terpenting adalah membangun kebiasaan, memahami respons tubuh, dan tetap kembali bergerak setelah satu hari yang tidak berjalan sesuai rencana.
Referensi
David McEwan, Samantha M. Harden, Bruno D. Zumbo, Benjamin D. Sylvester, Mark Kaulius, Geert R. Ruissen, Alyson J. Dowd, dan Mark R. Beauchamp, “The Effectiveness of Multi-Component Goal Setting Interventions for Changing Physical Activity Behaviour: A Systematic Review and Meta-analysis,” Health Psychology Review 10, no. 1 (2016): 67–88, https://doi.org/10.1080/17437199.2015.1104258.
National Health Service, “Couch to 5K Running Plan,” diakses Juli 2026.
Linda Ooms, K. A. Veenhof, Caroline Schipper-van Veldhoven, dan Cindy Leemrijse, “Effectiveness of Start to Run, a 6-Week Training Program for Novice Runners, on Increasing Health-Enhancing Physical Activity: A Controlled Study,” BMC Public Health 13 (2013): 697, https://doi.org/10.1186/1471-2458-13-697.
Michael Leibach Bertelsen, Sten Rasmussen, Mette Hansen, dan Rasmus Østergaard Nielsen, “The Start-to-Run Distance and Running-Related Injury among Obese Novice Runners: A Randomized Trial,” International Journal of Sports Physical Therapy 13, no. 6 (2018): 943–955, https://doi.org/10.26603/ijspt20180943.
American College of Sports Medicine, “Aerobic Exercise Intensity,” diakses Juli 2026.
E. Justin Page, Andrew S. Massey, Pedro N. Prado-Romero, dan Shadi Albadawi, “The Use of Self-Monitoring and Technology to Increase Physical Activity: A Review of the Literature,” Perspectives on Behavior Science 43, no. 3 (2020): 501–514, https://doi.org/10.1007/s40614-020-00260-0.
Anne Grunseit, Justin Richards, dan Dafna Merom, “Running on a High: Parkrun and Personal Well-Being,” BMC Public Health 18 (2018): 59, https://doi.org/10.1186/s12889-017-4620-1.
World Health Organization, "WHO Guidelines on Physical Activity and Sedentary Behaviour: At a Glance," diakses Juli 2026.
National Health Service, “Knee Pain and Other Running Injuries,” diakses Juli 2026.