Kamu dianjurkan melakukan sekitar 5–10 menit pemanasan sebelum aktivitas aerobik dengan meningkatkan intensitas secara bertahap. Setelah selesai, turunkan kecepatan secara perlahan selama beberapa menit sebagai pendinginan.
Pendinginan juga cukup penting setelah sesi berat. Denyut jantung masih tinggi dan pembuluh darah masih melebar setelah berlari. Berhenti mendadak dapat menyebabkan tekanan darah turun cepat dan membuat pusing pada beberapa orang.
Mulai sesi dengan jalan cepat atau joging pelan, lalu lakukan hal yang sama dalam arah sebaliknya pada akhir latihan.
Lari malam tidak perlu dianggap sebagai pilihan yang lebih buruk daripada lari pagi. Namun, tantangannya memang sedikit berbeda. Gelap membuat visibilitas dan kewaspadaan terhadap lalu lintas menjadi lebih penting, sementara jadwal yang dekat dengan waktu tidur membutuhkan sedikit penyesuaian pada intensitas.
Jika pakaian terlihat jelas, rute dipilih dengan baik, tetap memperhatikan lingkungan, dan sesi latihan disesuaikan dengan makan, hidrasi, serta waktu tidur, lari malam tetap dapat menjadi cara yang aman untuk menjaga tubuh aktif.
Referensi
National Highway Traffic Safety Administration, “Stepping Out as an Older Adult—Be Healthy, Walk Safely” and “Conspicuity Enhancement,” accessed September 1, 2026.
David C. Schwebel et al., “Distraction and Pedestrian Safety: How Talking on the Phone, Texting, and Listening to Music Impact Crossing the Street,” Accident Analysis & Prevention 45 (2012): 266–271, https://doi.org/10.1016/j.aap.2011.07.011.
Richard Lichenstein et al., “Headphone Use and Pedestrian Injury and Death in the United States: 2004–2011,” Injury Prevention 18, no. 5 (2012): 287–290, https://doi.org/10.1136/injuryprev-2011-040161.
Christina Spengler et al., “Effects of Evening Exercise on Sleep in Healthy Participants: A Systematic Review and Meta-Analysis,” Sports Medicine 49, no. 2 (2019): 269–287, https://doi.org/10.1007/s40279-018-1015-0.
Josh Leota et al., “Dose-Response Relationship between Evening Exercise and Sleep,” Nature Communications 16 (2025): 3297, https://doi.org/10.1038/s41467-025-58271-x.
Centers for Disease Control and Prevention, “Heat and Athletes,” June 25, 2024; “About Heat and Your Health,” diakses Agustus 2026.
Dana M. Lis et al., “Dietary Restrictions in Endurance Runners to Mitigate Exercise-Induced Gastrointestinal Symptoms,” Journal of the International Society of Sports Nutrition 17 (2020): 32, https://doi.org/10.1186/s12970-020-00361-w.
D. Travis Thomas, Kelly Anne Erdman, and Louise M. Burke, “Position of the Academy of Nutrition and Dietetics, Dietitians of Canada, and the American College of Sports Medicine: Nutrition and Athletic Performance,” Journal of the Academy of Nutrition and Dietetics 116, no. 3 (2016): 501–528, https://doi.org/10.1016/j.jand.2015.12.006.
American Heart Association, “Warm Up, Cool Down,” diakses Agustus 2026.