ilustrasi ibu memberikan minum kepada anaknya (unsplash.com/Jonathan Borba)
Berat badan yang tidak naik bisa terjadi karena energi yang masuk tidak memenuhi kebutuhan. Namun, bisa juga penyebabnya karena makanan tidak dapat diserap dengan baik atau tubuh menggunakan lebih banyak energi akibat penyakit tertentu.
Pedoman American Academy of Pediatrics (AAP) 2026 membagi penyebab faltering weight secara luas menjadi masalah asupan yang tidak memadai, absorpsi nutrisi yang terganggu, atau peningkatan kebutuhan/pengeluaran energi.
Dokter dapat menanyakan berapa kali anak makan, porsinya, apa yang diminum di antara waktu makan, apakah anak sulit mengunyah atau menelan, pilih-pilih makanan, sering muntah, atau butuh waktu lama untuk makan. Pada bayi, proses menyusu juga perlu dinilai. AAP merekomendasikan evaluasi riwayat makan dan kemampuan oral-motor pada anak yang berat badannya sulit bertambah.
Dokter juga akan menanyakan gejala yang dialami anak. Diare kronis, tinja berminyak, sakit perut, muntah berulang, darah dalam tinja, batuk atau infeksi berulang, sesak, mudah lelah, pucat, banyak minum dan buang air kecil, maupun penyakit ginjal dan jantung dapat mengarahkan pemeriksaan ke penyebab tertentu.
Jadi, anak bertubuh pendek dan berat badannya sulit naik tidak selalu disebabkan oleh kekurangan hormon pertumbuhan. Penyakit pencernaan seperti celiac, penyakit inflamasi, penyakit ginjal, anemia, penyakit paru, gangguan nutrisi, serta berbagai penyakit kronis juga dapat menghambat pertumbuhan.