ilustrasi dokter ramah anak (magnific.com/magnific)
PES menyarankan evaluasi atau rujukan jika tinggi berada di bawah persentil ketiga, kecepatan pertumbuhan abnormal setelah usia 3 tahun, tinggi jauh di bawah potensi tinggi keluarga, anak lahir kecil untuk usia kehamilan tetapi tidak mengalami catch-up growth hingga sekitar usia 2 tahun, atau bentuk tubuh tidak proporsional serta ciri sindrom tertentu.
Pada anak perempuan dengan perawakan pendek yang tidak dapat dijelaskan, dokter juga dapat mempertimbangkan pemeriksaan kromosom untuk kondisi seperti sindrom Turner, terutama jika ada petunjuk klinis lain. Anak dengan ciri dismorfik, proporsi tubuh abnormal, atau perawakan sangat pendek dapat membutuhkan evaluasi genetik.
Sementara itu, gangguan pertumbuhan yang disertai sakit kepala atau gangguan penglihatan perlu mendapat perhatian lebih cepat karena, meski jarang, dapat menjadi tanda kelainan di area hipofisis atau otak. Kombinasi pertumbuhan buruk dengan sakit kepala atau perubahan penglihatan merupakan alasan rujukan segera.
Jadi, ketika anak tubuhnya pendek dan beratnya sulit naik, tenaga kesehatan biasanya akan memulai pemeriksaan dengan mengecek kurva pertumbuhan, kecepatan pertumbuhan, pola makan, riwayat penyakit, dan selanjutnya pemeriksaan fisik. Dari situ, barulah dokter menentukan apakah anak butuh tes darah, skrining celiac atau tiroid, usia tulang, evaluasi hormon pertumbuhan, hingga pemeriksaan genetik.
Pendekatan di atas menghindarkan anak dari tes yang tidak perlu sekaligus memperbesar kemungkinan menemukan penyebab yang relevan. Pemeriksaan diagnostik tanpa petunjuk klinis manfaatnya dinilai kecil, serta dapat menghasilkan temuan positif palsu, biaya tambahan, dan kecemasan yang tidak perlu.
Referensi
Hans B. Kersten et al., “Clinical Practice Guideline for Diagnosis and Management of Faltering Weight,” Pediatrics 157, no. 4 (2026): e2025075764, https://doi.org/10.1542/peds.2025-075764.
Alejandro Diaz, Lina Ayala Castro, and Adriana Carrillo-Iregui, “Short Stature for the General Pediatrician,” Pediatrics in Review 46, no. 6 (2025): 304–316, https://doi.org/10.1542/pir.2024-006538.
Ibrahim K. El Mikati et al., “The Benefits and Harms of Endoscopy and Other Diagnostic Tests to Detect Underlying Conditions in Children With Faltering Weight: Technical Report,” Pediatrics 157, no. 4 (2026): e2026076120, https://doi.org/10.1542/peds.2026-076120.
Alan D. Rogol and Gregory F. Hayden, “Etiologies and Early Diagnosis of Short Stature and Growth Failure in Children and Adolescents,” The Journal of Pediatrics 164, no. 5 suppl. (2014): S1–S14.e6, https://doi.org/10.1016/j.jpeds.2014.02.027.
World Health Organization, “Child Growth Standards,” diakses Agustus 2026.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak (Jakarta: Kementerian Kesehatan RI, 2020).