Azotemia: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Pengobatan

Azotemia adalah kondisi medis serius yang ditandai dengan tingginya kadar produk limbah nitrogen beracun, yang biasanya dikeluarkan melalui urine, malah menumpuk dalam darah. Kondisi ini biasanya terjadi sebagai akibat dari gagal ginjal atau penyakit ginjal yang parah.
Pada azotemia, terdapat peningkatan nitrogen urea darah (BUN), yaitu senyawa yang mengandung nitrogen seperti urea, kreatinin, berbagai limbah tubuh, dan senyawa kaya akan nitrogen lainnya di dalam darah.
Azotemia sebagian besar terkait dengan penyaringan darah yang tidak mencukupi atau disfungsi ginjal. Azotemia bisa menyebabkan uremia (penumpukan urea dalam darah) dan gagal ginjal akut jika tidak dikontrol.
Azotemia adalah kondisi kesehatan umum di antara orang dewasa yang lebih tua dan orang-orang yang dirawat di rumah sakit. Sekitar 8 persen hingga 16 persen rawat inap disebabkan oleh azotemia, mengutip WebMD.
Untuk mengenal lebih jauh seputar kondisi yang berpotensi fatal jika tidak segera diobati ini, berikut deretan fakta azotemia yang penting untuk diketahui!
1. Jenis

Dilansir WebMD, ada tiga jenis azotemia, yakni:
1. Azotemia pra renal
Ini merupakan jenis paling umum, yang merupakan akibat dari penurunan aliran darah ke ginjal. Ada beberapa kondisi dan penyakit yang dapat menyebabkan aliran darah yang lebih lambat, seperti:
- Kehilangan darah.
- Serangan jantung atau penyakit jantung.
- Gagal hati.
- Dehidrasi parah.
- Infeksi.
- Penggunaan beberapa obat, seperti aspirin atau ibuprofen.
- Luka bakar parah.
2. Azotemia intrinsik
Jenis azotemia ini biasanya muncul karena kerusakan pada struktur ginjal. Sejumlah penyakit dan kondisi yang bisa menyebabkan kerusakan pada ginjal meliputi:
- Infeksi.
- Gumpalan darah.
- Racun, seperti obat-obatan dan alkohol.
- Obat-obatan seperti obat kemoterapi dan antibiotik.
3. Azotemia pasca renal
Ini biasanya terjadi ketika ada penyumbatan di saluran drainase (ureter) yang dilalui urine. Ini bisa disebabkan oleh penyakit dan kondisi termasuk:
- Infeksi saluran kemih.
- Batu ginjal.
- Beberapa jenis kanker, seperti kanker kandung kemih, kanker serviks, dan kanker prostat.
2. Penyebab

Penyebab utama azotemia adalah hilangnya fungsi ginjal. Namun, jenis azotemia yang berbeda, yang mungkin timbul dari atau menjadi bagian dari gagal ginjal, memiliki penyebab yang berbeda. Menurut Healthline, ini meliputi:
- Ketika cairan yang mengalir melalui ginjal tidak cukup untuk menghilangkan nitrogen (azotemia prarenal).
- Ketika saluran kemih terhalang oleh sesuatu atau pecah (azotemia postrenal)
infeksi atau penyakit (azotemia intrinsik). - Gagal jantung.
- Komplikasi diabetes.
- Beberapa obat, terutama obat nefrotoksik dan steroid dosis tinggi.
- Usia lanjut.
- Riwayat gangguan ginjal.
- Paparan panas.
- Luka bakar parah.
- Dehidrasi.
- Penurunan volume darah.
- Beberapa operasi.
- Cedera pada ginjal.
Pengobatan kanker terkadang juga dapat menyebabkan azotemia. Obat kemoterapi adalah obat yang sangat kuat dan dapat merusak ginjal. Obat ini juga dapat menyebabkan sejumlah besar produk sampingan yang mengandung nitrogen dilepaskan oleh sel kanker yang sekarat.
Ahli onkologi akan memantau ginjal dan kadar amonia dengan tes rutin. Jika diperlukan, dokter mungkin dapat menyesuaikan atau mencoba obat kemoterapi yang berbeda jika ginjal terdampak.
3. Gejala

Seseorang mungkin tidak melihat gejala dari masalah ginjal seperti azotemia sampai stadium akhir. Bahkan, beberapa orang mungkin tidak memiliki tanda atau gejala sama sekali. Sering kali kondisi ini dideteksi saat seseorang melakukan tes laboratorium untuk alasan lain.
Kalaupun gejala azotemia muncul, biasanya dapat berupa:
- Merasa lelah.
- Kebingungan.
- Jarang buang air kecil (meskipun terkadang jumlah urine normal).
- Merasa seperti akan muntah (mual).
- Kelemahan.
- Sesak napas.
- Nyeri dada atau tekanan di dada.
- Pembengkakan di tungkai, kaki, atau pergelangan kaki karena retensi cairan.
- Detak jantung tidak teratur.
- Dalam kasus yang parah, koma atau kejang.
4. Komplikasi yang bisa ditimbulkan

Efek racun dari limbah nitrogen bisa mengakibatkan uremia. Uremia merupakan penumpukan urea dalam darah. Hal ini bisa mengakibatkan:
- Gatal.
- Mual.
- Muntah.
- Kerusakan pada otak.
- Kelemahan atau mati rasa di tangan dan kaki.
Penting untuk mengobati azotemia agar tidak menyebabkan gagal ginjal akut atau kematian jaringan (nekrosis tubular akut). Gagal ginjal akut bisa mengakibatkan:
- Penumpukan cairan di paru-paru, menyebabkan sesak napas.
- Nyeri di dada, yang terjadi jika lapisan yang menutupi jantung meradang.
- Kelemahan otot karena cairan dan elektrolit tubuh tidak seimbang.
- Kerusakan ginjal permanen, yang memerlukan transplantasi ginjal atau dialisis permanen.
- Kematian.
5. Diagnosis

Dilansir News Medical Life Sciences, tes darah dan urinalisis berguna dalam diagnosis azotemia dan untuk memantau fungsi ginjal. Ini mungkin termasuk tes nitrogen urea darah, tes kreatinin, atau tes pengumpulan urine 24 jam.
Selain itu, teknik diagnostik seperti ultrasonografi dan pencitraan sinar-X dapat memvisualisasikan sistem ginjal dan mengidentifikasi masalah tertentu. Kateter juga dapat dimasukkan ke dalam uretra untuk menyelidiki kasus azotemia yang parah atau berkepanjangan lebih lanjut.
Orang yang telah didiagnosis dengan azotemia harus menyadari peningkatan risiko kerusakan atau gagal ginjal dan mengambil langkah-langkah untuk mengurangi risiko komplikasi. Semua penyedia layanan kesehatan harus diberi tahu, karena beberapa obat dan kondisi kesehatan terkait dapat berdampak pada kondisi tersebut.
6. Pengobatan

Sangat penting untuk mengobati azotemia sebelum terjadi kerusakan ginjal. Kondisi ini biasanya memerlukan rawat inap di rumah sakit. Dalam menangani pasien dengan azotemia, dokter akan mengidentifikasi kondisi mendasar yang menyebabkan masalah ginjal pasien dan memberikan perawatan berikut:
- Cairan intravena untuk meningkatkan cairan dan volume darah.
- Obat untuk mengontrol kalium dalam darah atau untuk mengembalikan kadar kalsium darah.
- Dialisis untuk menghilangkan racun dalam darah.
7. Prospek jangka panjang

Jika diketahui lebih awal, maka banyak jenis azotemia bisa diobati dan dikelola. Selain itu, penanganan dini bisa memperlambat perkembangan dan kemampuan untuk mempersiapkan diri secara psikologis.
Banyak orang dengan azotemia mempunyai prognosis yang baik. Namun, kondisi kesehatan lain dan kehamilan bisa mempersulit pengobatan. Azotemia pra renal pada kehamilan bisa mengakibatkan cedera ginjal akut dan membahayakan kesehatan bayi dan ibunya. Oleh sebab itu, jika kamu hamil dan mempunyai riwayat penyakit ginjal, maka beri tahu dokter yang menanganimu. Dengan begitu, dokter bisa memantau kondisi ginjalmu dengan menguji fungsi ginjalmu secara berkala selama masa kehamilan.
Selain itu, komplikasi, masalah kesehatan lainnya, dan penyakit ginjal atau cedera yang terjadi pada tahap akhir bisa membuat dialisis secara teratur dibutuhkan.
Azotemia yang tidak diobati atau mengalami komplikasi yang bisa menyebabkan kematian. Untuk alasan ini, penting untuk mengunjungi dokter secara berkala.