Borborigmi: Pengertian, Penyebab, dan Faktor Risiko

Bunyi perut ini sebenarnya tanda pencernaan kita sehat, lo!

Pernah nggak mengalami perut bunyi keroncongan padahal sedang tidak lapar? Apalagi bunyi perut ini sering kali terdengar cukup berisik dan membuat kita tidak nyaman. Hmmm, rasanya hampir semua orang pernah mengalaminya, ya.

Suara perut keroncongan tersebut istilah medisnya adalah borborigmi, yaitu suara perut yang berasal dari sistem pencernaan seperti lambung, usus kecil, atau usus besar. Bunyinya bisa muncul kapan saja, tetapi akan terdengar cukup jelas ketika kita sedang lapar.

Tidak perlu khawatir, karena borborigmi adalah kondisi yang normal dan alamiah. Bahkan, ini merupakan tanda bahwa sistem pencernaan bekerja dengan baik, lo! Nah, apa saja sih fakta medis tentang borborigmi yang sebaiknya diketahui? Berikut ulasannya.

1. Penyebab

Borborigmi: Pengertian, Penyebab, dan Faktor Risikoilustrasi orang sedang makan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Borborigmi terjadi karena gerakan peristaltik pada sistem pencernaan, di mana otot-otot berkontraksi mendorong makanan di sepanjang jalur pencernaan. Tak hanya makanan, bunyi ini juga bisa dihasilkan oleh pergerakan cairan dan udara dalam perut.

Singkatnya, borborigmi atau bunyi pencernaan ini dihasilkan dari “kebisingan” proses pencernaan makanan dalam perut. Dalam saluran pencernaan, terdapat otot-otot pada dinding saluran pencernaan yang berkontraksi mencampur dan menghancurkan makanan. Aktivitas inilah yang kemudian menghasilkan bunyi bising.

2. Kondisi yang dapat meningkatkan risiko terjadinya borborigmi

Borborigmi: Pengertian, Penyebab, dan Faktor Risikoilustrasi gangguan perut (pexels.com/cottonbro)

Meski bisa terdengar kapan saja, tetapi borborigmi bisa terjadi lebih sering ketika kamu sedang mengalami kondisi-kondisi berikut:

  • Diare: pada kondisi ini, terjadi peningkatan jumlah cairan dan gas di dalam usus, sehingga suara yang terdengar lebih jelas.
  • Obstruksi usus: kondisi ketika makanan padat dan cairan mencoba melewati bagian usus yang menyempit atau tersumbat.
  • Perut penuh dengan gas: kondisi ini bisa terjadi secara alamiah yang dihasilkan oleh aktivitas bakteri pencernaan di dalam perut. Namun, ini juga bisa diakibatkan karena terlalu banyak menelan udara.
  • Setelah makan: ini karena otot pencernaan bekerja untuk memecah makanan yang masuk dalam saluran pencernaan.
  • Kelaparan: saat kondisi perut kosong, gerak peristaltik dalam perut mungkin masih aktif sehingga borborigmi terdengar lebih jelas. Ini terjadi karena otot pencernaan berfokus menggerakkan udara dalam perut daripada memecah makanan.

3. Apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi borborigmi? 

Borborigmi: Pengertian, Penyebab, dan Faktor Risikoilustrasi makan secara perlahan (pexels.com/Anna Shvets)

Meski borborigmi adalah kondisi yang normal dan tidak perlu dikhawatirkan, tetapi tak jarang ini sangat mengganggu. Mengubah pola makan adalah cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi terjadinya borborigmi. Berikut tips yang bisa kamu coba:

  • Menghindari makanan yang mengandung gas, seperti apel, kismis, kacang-kacangan, brokoli, kubis.
  • Mengurangi minuman berkarbonasi.
  • Menghindari produk susu jika memiliki intoleransi laktosa.
  • Mengurangi gula tertentu pada diet, terutama fruktosa dan sorbitol. Ini adalah gula yang sering ditemukan pada buah-buahan dan digunakan sebagai pemanis buatan.
  • Makan makanan yang kurang asam, seperti tomat, jeruk, atau kopi.
  • Minum cukup air.
  • Makan dengan perlahan dan tidak berlebihan.
  • Makan secara teratur.

4. Tidak ada borborigmi justru bisa jadi tanda masalah pencernaan

Borborigmi: Pengertian, Penyebab, dan Faktor Risikoilustrasi mikrobioma usus (msk.org.au)

Borborigmi merupakan suara regular yang dihasilkan oleh saluran pencernaan. Meskipun ini tidak selalu terdengar sampai ke luar perut, tetapi ini bisa dideteksi dengan stetoskop oleh dokter.

Jika lambung dan usus tidak menghasilkan suara, ini dapat menandakan adanya masalah pada sistem pencernaan. Borborigmi adalah tanda bahwa sistem pencernaan bekerja dengan baik dan normal.

Dilansir Healthline, bunyi perut dibagi menjadi tiga, ytaitu normal, hipoaktif, dan hiperaktif. Suara yang hipoaktif (berkurang), menunjukkan bahwa aktivitas sistem pencernaan melambat, sedangkan suara yang hiperaktif menandakan bahwa ada peningkatan aktivitas usus atau sistem pencernaan.

5. Kapan harus ke dokter? 

Borborigmi: Pengertian, Penyebab, dan Faktor Risikoilustrasi konsultasi dokter (pexels.com/cottonbro)

Borborigmi memang tidak berbahaya. Namun, jika suara perut ini disertai dengan beberapa gejala lain seperti muntah, mual, demam, mulas yang tidak merespons pengobatan, diare, sembelit, atau tinja berdarah, sebaiknya pertimbangkan untuk menemui dokter, karena ini bisa mengindikasikan masalah kesehatan lainnya.

Beberapa indikasi masalah yang mungkin ditimbulkan, adalah:

  • Ileus paralitik, yaitu adanya masalah dengan saraf yang terhubung ke usus.
  • Penyumbatan pembuluh darah yang mencegah usus mendapatkan aliran darah.
  • Obstruksi usus yang dapat disebabkan oleh hernia, tumor, atau kondisi lainnya.

Mendengarkan tubuh sendiri adalah cara terbaik untuk menjaga tetap aman dan sehat. Pada kebanyakan kasus, borborigmi memang bukanlah kondisi yang mengkhawatirkan. Namun, sebaiknya segera menemui dokter jika kamu merasakan ketidaknyaman atau gejala tidak biasa yang menyertainya.

Dwi wahyu intani Photo Verified Writer Dwi wahyu intani

@intanio99

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Nurulia
  • Bayu Aditya Suryanto

Berita Terkini Lainnya