Comscore Tracker

Crossbite: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Penanganan

Gigi tidak sejajar dengan benar saat kondisi mulut tertutup

Crossbite atau gigitan silang terjadi jika gigi tidak berbaris atau sejajar dengan benar dalam kondisi mulut tertutup. Ini bisa memengaruhi satu atau sekelompok gigi, baik gigi depan maupun gigi belakang.

Umumnya, gigi atas lebih lebar dan berada di bagian luar gigi bawah. Setiap gigi atas menyentuh gigi bawah secara serasi, sehingga kekuatan dari mengunyah  atau mengatupkan gigi tersebar merata di seluruh mulut. Pada gigi yang mengalami crossbite, gerakan tersebut bisa menyebabkan keausan yang tidak teratur dan kerusakan pada gigi.

1. Jenis

Dilansir WebMD, ada dua jenis umum crossbite, yaitu:

  • Posterior crossbite: Terjadi ketika gigi belakang atas berada di dalam gigi bawah. Gigi terlihat hampir miring ke arah lidah, bukannya berbaris lurus dan pas satu sama lain.
  • Anterior crossbite: Terjadi saat satu atau beberapa gigi depan atas berada di belakang gigi depan bawah. Ini berbeda dengan underbite, yang terjadi ketika semua gigi atas berada di belakang gigi bawah

2. Penyebab

Crossbite: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Penangananilustrasi crossbite anterior (smileworksoc.com)

Crossbite dapat disebabkan oleh genetika, yaitu saat kamu mewarisinya dari orang tua biologis, atau faktor eksternal lainnya seperti kebiasaan mengisap jempol pada masa kanak-kanak, atau kecelakaan yang menyebabkan trauma rahang.

Crossbite juga bisa menjadi hasil kombinasi dari faktor-faktor ini:

Genetika

Bagi banyak orang, memiliki ketidaksejajaran gigi dapat diturunkan dari orang tua. Sebagai contoh, penyebab genetik yang mendasari crossbite dapat mencakup:

  • Bentuk rahang.
  • Cacat lahir genetik, seperti bibir sumbing atau langit-langit mulut sumbing.
  • Gigi yang terlalu padat dan berbentuk tidak normal.
  • Gigi ekstra.

Faktor lingkungan

Crossbite juga dapat disebabkan oleh faktor lingkungan, yang artinya disebabkan oleh kekuatan eksternal. Mengingat gigi adalah tulang, mereka dapat dipindahkan atau didorong keluar dari tempatnya dengan tekanan yang tepat atau kerusakan.

Mengutip MedlinePlus, faktor lingkungan umum mungkin termasuk:

  • Mengisap ibu jari, menggunakan dot, atau menggunakan botol di masa kanak-kanak dalam waktu lama.
  • Kehilangan gigi susu yang tertunda.
  • Sedikit ruang di antara gigi susu.
  • Kehilangan gigi atau fraktur rahang akibat kecelakaan atau cedera.
  • Mahkota gigi, peralatan gigi, retainer, atau kawat gigi yang tidak pas.
  • Tumor mulut atau rahang.
  • Gigi erupsi ektopik (gigi erupsi pada posisi yang salah).

Baca Juga: 6 Penyebab Gigi Bergeser, Apa yang Harus Dilakukan?

3. Gejala

Gejala utama crossbite adalah gigi yang tidak sejajar. Penampilannya tergantung pada tingkat keparahan dan di mana gigi terdampak. Sebagainya, satu gigi mungkin terselip di belakang gigi lain, atau mungkin memiliki beberapa gigi yang tidak bersentuhan dengan benar.

Jika tidak ditangani, crossbite dapat menyebabkan masalah lain, seperti:

  • Gigi goyang.
  • Gusi turun.
  • Keausan pada gigi.
  • Kerusakan email.
  • Gigi berlubang.
  • Pertumbuhan rahang tidak merata.
  • Rahang bergeser ke satu sisi.
  • Fitur wajah tidak simetris.
  • Gangguan sendi temporomandibular.

4. Penanganan

Crossbite: Penyebab, Gejala, Komplikasi, dan Penangananilustrasi pemasangan palatal expander (flickr.com/Sherri Barras)

Karena crossbite tidak bisa sembuh dengan sendirinya, perawatan dini sangat penting untuk menghentikan masalah rahang dan gigi. Yang terbaik adalah menanganinya pada masa kanak-kanak, saat rahang dan wajah masih berkembang. Kasus crossbite pada orang dewasa juga bisa dikoreksi.

Apabila crossbite teridentifikasi pada anak-anak, dokter gigi kemungkinan akan menunggu sampai anak berusia 7 atau 8 tahun untuk memulai perawatan. Rencana perawatan akan tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan crossbite.

Perawatan crossbite dapat mencakup:

  • Palatal ekspander: Ini adalah alat yang melekat pada gigi atas dan menempel di langit-langit mulut. Dokter gigi akan menyesuaikannya secara berkala untuk melebarkan langit-langit mulut dan rahang secara perlahan.
  • Kawat gigi: Ini akan memberi tekanan pada tulang dan gigi untuk menggerakkan gigi ke posisi yang benar. Seseorang mungkin perlu palatal ekspander dan kawat gigi secara bersamaan.
  • Peralatan yang bisa dilepas: Apabila memiliki gigi depan atas di belakang gigi bawah, dokter gigi mungkin menggunakan alat lepasan dengan pegas. Pegas memberi tekanan pada gigi dan menggerakkannya ke depan, sementara alat menjaga gigi yang lain tetap di tempatnya. Pilihan ini paling cocok untuk anak kecil yang rahangnya masih tumbuh.
  • Aligner transparan: Ini adalah kawat gigi yang bisa dilepas yang terbuat dari plastik bening yang bisa digunakan dalam beberapa kasus untuk memperbaiki gigi yang tidak sejajar.

Terkadang, bagian dari koreksi crossbite dapat mencakup kebiasaan menghentikan atau mengobati. Opsi ini dapat mencakup:

  • Fixed palatal crib: Ini adalah alat mulut untuk menghentikan kebiasaan mengisap jempol atau jari. Kebanyakan anak kecil menghentikan kebiasaan ini dengan sendirinya atau dengan bimbingan orang tua antara usia 2 dan 4 tahun. Jika kebiasaan itu berlanjut atau tidak ada cara lain yang berhasil, dokter gigi mungkin menggunakan alat ini untuk menghentikan kebiasaan tersebut.
  • Terapi miofungsional: Ini adalah jenis terapi yang mengajarkan seseorang cara mengunyah dan menelan agar lidah tidak mendorong gigi keluar dari tempatnya. Ini juga dapat membantu belajar bernapas melalui hidung, bukan mulut. Seseorang mungkin menjalani terapi ini sebelum atau bersama dengan perawatan lain.

5. Apakah crossbite harus dikoreksi?

Memutuskan untuk mengoreksi atau membiarkan crossbite sepenuhnya ada di tangan masing-masing inidividu. Namun, perlu diingat bahwa kerugiannya melampaui estetika.

Apabila tidak ditangani, crossbite dapat menyebabkan kondisi gigi lainnya. Gigi yang tidak selaras akan lebih sulit untuk dibersihkan, yang mana ini dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi dan penyakit gusi.

Selain itu, sleep apnea dan gangguan sendi temporomandibular telah dikaitkan dengan crossbite yang tidak dikoreksi.

Crossbite adalah masalah pada gigi yang umum dan bisa dikoreksi. Apabila kamu memilikinya, carilah perawatan sedini mungkin sehingga ketidaksejajaran gigi dan gejala lainnya tidak memburuk. Ada beberapa opsi untuk mengoreksi crossbite. Konsultasilah dengan dokter gigi untuk mendapatkan perawatan yang paling tetap sesuai kondisi.

Baca Juga: 7 Penyebab Umum Sakit Gigi saat Bangun Tidur dan Cara Mengatasinya

Topic:

  • Nurulia

Berita Terkini Lainnya