Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Perbedaan ISPA dan Flu Biasa, Jangan Sampai Tertukar
ilustrasi memakai masker saat sakit (freepik.com/freepik)
  • ISPA mencakup beragam infeksi saluran pernapasan akibat virus atau bakteri, sedangkan flu biasa umumnya infeksi saluran atas akibat virus dengan gejala lebih ringan.
  • Flu biasa biasanya menyebabkan pilek, hidung tersumbat, bersin, sakit tenggorokan, dan batuk ringan yang membaik dalam beberapa hari; ISPA dapat memicu demam, sesak, atau napas berbunyi.
  • Cari pertolongan medis bila muncul kesulitan bernapas, nyeri dada, demam tinggi menetap, tubuh sangat lemas, atau kondisi memburuk, terutama pada bayi, lansia, dan kelompok rentan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Hidung mampet, tenggorokan gak nyaman, badan terasa kurang enak, sekilas gejalanya memang bisa bikin bingung. ISPA dan flu biasa sama-sama menyerang saluran pernapasan, sehingga keduanya sering dianggap sebagai kondisi yang sama, padahal ada beberapa hal yang membedakannya. Nah, mengenali perbedaannya penting supaya kita gak asal menyimpulkan kondisi hanya dari satu gejala.

Sekilas memang mirip, tetapi ISPA sebenarnya mencakup berbagai jenis infeksi yang menyerang saluran pernapasan, sedangkan flu biasa biasanya menimbulkan gejala yang lebih ringan. Keluhannya pun bisa berbeda-beda, mulai dari pilek, batuk, sakit tenggorokan, sampai demam, tergantung penyebab dan kondisi tubuh. Nah, biar gak salah mengira, yuk kenali perbedaan ISPA dan flu biasa berikut ini!

1. ISPA punya cakupan yang lebih luas daripada flu biasa

ilustrasi batuk (magnific.com/8photo)

ISPA atau infeksi saluran pernapasan akut sebenarnya bukanlah istilah untuk satu jenis penyakit tertentu, lho. Istilah ini meliputi berbagai macam infeksi yang menyerang sistem pernapasan dan dapat disebabkan oleh berbagai virus atau bakteri. Sementara itu, flu biasa umumnya merujuk pada infeksi di bagian atas saluran pernapasan dengan gejala yang cenderung ringan.

Oleh karena itu, gak heran kalau istilah ISPA terdengar lebih umum daripada flu biasa. Gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, atau demam dapat muncul baik pada ISPA maupun flu biasa, tergantung pada bagian mana dari saluran pernapasan yang terinfeksi. Ini juga yang dapat membuat keduanya sulit untuk dibedakan.

2. Gejalanya bisa berbeda dari tingkat ringan hingga flu berat

ilustrasi demam dan flu (freepik.com/benzoix)

Flu biasa umumnya ditandai dengan gejala seperti pilek, hidung tersumbat, bersin-bersin, sakit tenggorokan, dan batuk yang cenderung ringan. Demam mungkin saja terjadi, tetapi pada orang dewasa biasanya tidak terlalu tinggi atau bahkan tidak muncul sama sekali. Karena gejalanya cenderung ringan, kondisi ini sering kali pulih dengan sendirinya setelah beberapa hari.

Sedangkan pada ISPA, gejalanya bisa lebih beragam karena tergantung pada jenis infeksi dan bagian saluran pernapasan yang terinfeksi. Selain batuk dan pilek, seseorang bisa merasakan demam, sesak napas, napas berbunyi, atau keluhan lainnya kalau infeksi tersebut menyerang bagian bawah saluran pernapasan. Jadi, kalau gejalanya semakin parah atau mengganggu aktivitas, jangan hanya menganggap ini sebagai flu biasa.

3. Penyebab ISPA lebih beragam

ilustrasi bertemu teman (magnific.com/magnific)

Penyebab flu biasa umumnya berasal dari berbagai jenis virus, dengan rhinovirus menjadi salah satu yang sering ditemukan. Cara penyebarannya terjadi ketika seseorang terpapar percikan dari orang yang terinfeksi atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi sebelum menyentuh hidung, mulut, atau mata. Oleh karena itu, menjaga kebersihan tangan tetap sangat penting walaupun terlihat sederhana.

Di sisi lain, ISPA dapat muncul dari berbagai virus dan bakteri, sesuai dengan jenis infeksi yang ada. Ini berarti bahwa tidak semua ISPA sama dengan flu biasa dan tidak semuanya memerlukan penanganan yang serupa. Memahami penyebabnya dapat membantu dalam menentukan langkah-langkah perawatan yang lebih tepat.

4. Lama dan perkembangan gejalanya perlu diperhatikan

ilustrasi sakit flu dan batuk (magnific.com/benzoix)

Pada flu biasa, gejala biasanya muncul secara perlahan dan umumnya mulai membaik dalam waktu beberapa hari. Batuk atau hidung tersumbat bisa bertahan lebih lama meskipun gejala lain sudah mulai berkurang. Selama kondisi menunjukkan perbaikan tanpa munculnya tanda-tanda bahaya, biasanya tubuh dapat sembuh dengan perawatan sederhana.

ISPA punya perjalanan yang lebih bervariasi mengingat istilah ini mencakup berbagai jenis infeksi. Ada yang bergejala ringan dan cepat pulih, tetapi ada juga yang bisa berkembang menjadi kondisi lebih serius, terutama kalau infeksi menyerang saluran pernapasan bagian bawah. Jadi, gak hanya durasi sakit yang harus diperhatikan, tetapi juga apakah gejalanya semakin parah.

5. Tanda bahaya pada ISPA perlu diperhatikan

ilustrasi rasa sakit di dada (magnific.com/jcomp)

Batuk dan pilek ringan memang sering kali gak membutuhkan pemeriksaan medis segera. Namun, jika muncul sesak atau kesulitan bernapas, nyeri dada, demam tinggi yang menetap, tubuh sangat lemas, atau kondisi semakin memburuk, sebaiknya jangan menunda mencari pertolongan medis. Terlebih pada bayi, lansia, atau orang dengan kondisi kesehatan tertentu yang lebih rentan mengalami komplikasi.

Jadi, membedakan ISPA dan flu biasa gak cukup hanya dari satu gejala saja. Coba perhatikan keluhan yang muncul, seberapa berat gejalanya, dan apakah kondisi tubuh makin membaik atau justru semakin menurun dari hari ke hari. Nah, kalau gejalanya terasa makin berat atau muncul keluhan yang mengkhawatirkan, sebaiknya segera periksakan diri ke tenaga kesehatan.

ISPA dan flu biasa memang bisa terasa mirip, tetapi keduanya gak selalu memiliki penyebab dan tingkat keparahan yang sama. Dengan mengenali gejala dan melihat perkembangannya, kamu bisa lebih peka terhadap kondisi tubuh sendiri, lho. Nah, kalau keluhan terasa makin berat atau gak kunjung membaik, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Referensi

“Common cold.” Frontiers in Allergy. Diakses September 2026.

“An Evidence-Based Approach to the Diagnosis and Management of Acute Respiratory Infections.” Medical Clinics of North America. Diakses September 2026.

“Influenza (seasonal).” World Health Organization (WHO). Diakses September 2026.

“How can I avoid getting the flu?” World Health Organization (WHO). Diakses September 2026.

“Understanding the symptoms of the common cold and influenza.” The Lancet Infectious Diseases. Diakses September 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article