Comscore Tracker

Ketahui 6 Gangguan Tidur Ritme Sirkadian yang Bisa Kamu Alami

Dapat menurunkan kualitas tidur seseorang

Ritme sirkadian adalah siklus 24 jam yang menjadi bagian dari jam internal tubuh. Ritme ini berperan penting dalam mengatur siklus tidur-bangun seseorang. Nah, jam internal tubuh ini bisa mengalami gangguan, yakni gangguan tidur ritme sirkadian.

Ritme sirkadian dipengaruhi oleh isyarat lingkungan, terutama cahaya. Selain tidur, ritme ini juga membantu dalam mengatur suhu tubuh, pola makan dan pencernaan serta aktivitas hormonal.

Mengutip laman Sleep Foundation, gangguan tidur ritme sirkadian (circadian rhythm sleep disorders) adalah sekelompok kondisi yang terkait dengan disfungsi atau ketidaksesuaian dengan jam internal tubuh.

Gangguan ini dapat menimbulkan gejala yang bervariasi, termasuk rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari dan insomnia. Ada berbagai tipe, berikut ini beberapa gangguan ritme sirkadian yang bisa berisiko menurunkan kualitas tidurmu.

1. Shift work sleep disorder

Ketahui 6 Gangguan Tidur Ritme Sirkadian yang Bisa Kamu AlamiIlustrasi pekerja shift malam. freepik.com/pch.vector

Gangguan tidur shift work sleep disorder (SWSD) rentan dialami oleh para pekerja shift malam, misalnya bekerja pada sore hingga malam hari atau dini hari hingga pagi. Melansir Sleep Foundation, SWSD ditandai dengan insomnia, rasa kantuk yang berlebihan dan kurang tidur yang berulang. Kebanyakan orang dengan SWSD kehilangan 1-4 jam waktu tidurnya.

Gangguan tidur ini juga bisa membahayakan keselamatan penderitanya karena meningkatkan risiko kecelakaan di tempat kerja atau saat berkendara. Selain itu, dampak lain dari SWSD bisa menimbulkan masalah kesehatan, menurunkan performa kerja, mengalami masalah pada suasana hati (mood), mudah tersinggung, dan berisiko ketergantungan alkohol atau obat untuk tidur jika terus mengonsumsinya.

Menurut keterangan dari American Academy of Sleep Medicine, pada orang yang mengalami SWSD terdapat perbedaan antara ritme sirkadian tubuh dengan jadwal kerjanya. Sebab, mereka harus bekerja saat tubuhnya ingin tidur. Ketika waktunya untuk tidur, tubuhnya mengharapkannya untuk terjaga.

2. Jet lag

Ketahui 6 Gangguan Tidur Ritme Sirkadian yang Bisa Kamu AlamiJet lag sering dialami setelah bepergian ke tempat yang berbeda zona waktu. pexels.com/Skitterphoto

Saat melakukan perjalanan jauh ke tempat yang memiliki perbedaan waktu, kamu mungkin akan mengalami jet lag. Ini karena bepergian melewati beberapa zona waktu bisa mengganggu ritme sirkadian.

Setelah melakukan perjalanan tersebut, ritme sirkadian tubuh masih selaras dengan zona waktu tempat sebelumnya. Akibatnya, tubuh mungkin terasa ingin tidur pada siang hari saat berada di tempat dengan zona waktu baru, atau malah terjaga saat waktunya untuk tidur. Meskipun begitu, jet lag merupakan kondisi yang bersifat sementara.

Gejala terkait jet lag di antaranya kesulitan tidur, merasa lelah, mengalami masalah pencernaan, rasa tidak enak badan, tidak mampu melakukan aktivitas dengan normal pada siang hari, dan berkurangnya kewaspadaan atau konsentrasi.

Baca Juga: Berisiko Dialami Pekerja Shift, Waspadai Shift Work Sleep Disorder  

3. Delayed sleep phase syndrome

Ketahui 6 Gangguan Tidur Ritme Sirkadian yang Bisa Kamu Alamipexels/Ketut Subiyanto

Berdasarkan keterangan dari American Sleep Association, delayed sleep phase syndrome (DSPS) atau delayed sleep phase disorder adalah gangguan tidur yang terjadi ketika ritme sirkadian (siklus tidur-bangun) seseorang tertunda dari siklus siang atau malam yang biasa. Orang dengan gangguan ini memiliki kecenderungan untuk tidur lebih larut dan bangun lebih siang.

Umumnya, mereka akan tidur tengah malam, antara jam 1 hingga 4 pagi dan bangun sekitar jam 8 pagi hingga 11 siang. Hal ini dapat menyebabkan seseorang kurang tidur jika harus melakukan aktivitas di pagi hari, seperti sekolah atau bekerja.

DSPS umumnya dialami oleh remaja dan orang dewasa muda. Kondisi ini tampaknya memiliki hubungan dengan faktor genetik. Orang yang memiliki keluarga dengan riwayat DSPS lebih mungkin mengalaminya dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki keluarga dengan riwayat gangguan tidur ini.

Selain itu, kondisi lingkungan juga dapat memicu perkembangan DSPS. Kurangnya paparan sinar matahari pagi dan paparan sinar yang berlebihan pada sore hari cenderung menyebabkan pergeseran ritme sirkadian tubuh ke fase tidur tertunda.

4. Advanced sleep phase disorder

Ketahui 6 Gangguan Tidur Ritme Sirkadian yang Bisa Kamu AlamiIlustrasi bangun terlalu pagi. pexels.com/Cottonbro

Berbeda dengan DSPS, advanced sleep phase disorder (ASPD) atau advanced sleep phase syndrome terjadi pada seseorang yang tidur dan bangun lebih awal dibandingkan waktu tidur yang dimiliki kebanyakan orang. Misalnya, seseorang tidur jam 8-9 malam lalu terbangun jam 3-4 pagi.

Menurut keterangan dari Sleep Health Foundation, ASPD lebih sering terjadi seiring bertambahnya usia. Kebalikan dengan DSPS yang banyak dialami anak muda, diperkirakan sekitar 1 persen orang paruh baya hingga lansia mengalami ASPD.

Beberapa orang dengan ASPD bisa mengikuti jadwal kegiatan pada pagi hari. Namun, masalah sering kali muncul ketika kegiatan berlangsung pada sore atau malam hari. Sebab, mereka merasa kesulitan untuk tetap terjaga dan tampak sangat mengantuk pada jam-jam malam tersebut.

5. Irregular sleep-wake disorder

Ketahui 6 Gangguan Tidur Ritme Sirkadian yang Bisa Kamu AlamiPengidap irregular sleep-wake disorder memiliki waktu tidur beberapa kali dalam sehari. pexels.com/Andrea Piacquadio

Umumnya, kita tidur dari malam hingga pagi hari. Namun, orang dengan irregular sleep-wake disorder mengalami pola tidur yang tidak beraturan atau tidak konsisten.

Melansir Healthline, pengidapnya mungkin tidur kurang dari 4 jam dalam satu waktu dan memiliki beberapa sesi tidur dalam waktu 24 jam. Tidur mereka tidak terpusat selama 7-8 jam pada malam hari, tetapi tersebar dalam periode 24 jam.

Akibatnya, orang dengan kondisi ini dapat mengalami insomnia dan mengantuk pada siang hari. Orang dengan gangguan neurogeneratif, seperti penyakit Alzheimer, dapat meningkatkan risiko untuk mengembangkan irregular sleep-wake disorder.

6. Non-24-hour sleep-wake disorder

Ketahui 6 Gangguan Tidur Ritme Sirkadian yang Bisa Kamu Alamipexels/Ivan Oboleninov

Ritme sirkadian atau jam internal tubuh dipengaruhi oleh cahaya. Jam internal tubuh disetel ulang (reset) setiap 24 jam berdasarkan siklus terang dan gelap. Nah, non-24-hour sleep-wake disorder terjadi saat jam internal tubuh tidak disetel ulang setiap 24 jam. Oleh karena itu, periode tidur seseorang terus berubah setiap harinya.

Gangguan ini terutama menyerang tunanetra. Mata mereka tidak dapat mengirimkan sinyal cahaya sebanyak mungkin ke otak, yang menyebabkan kebingungan akan waktu. Akibatnya, jam internal mereka sering tidak dapat berjalan dalam siklus 24 jam.

Demikian penjelasan jenis gangguan tidur ritme sirkadian yang bisa terjadi. Mengingat gangguan tidur tersebut bisa berdampak pada keseharian, sangat penting untuk menjaga pola tidur yang normal. Bila pola tidurmu tidak teratur, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya dan mendapat penanganan yang tepat.

Baca Juga: Bekerja dari Rumah bikin Jam Tidur Bergeser? Ini Solusinya!

Rifa Photo Verified Writer Rifa

.

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Nurulia R. Fitri

Berita Terkini Lainnya