Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Seberapa Efektif Vaksin COVID-19 Versi Omicron? Ini Temuan Studi

Seberapa Efektif Vaksin COVID-19 Versi Omicron? Ini Temuan Studi
ilustrasi vaksin COVID-19 (IDN Times/Aditya Pratama)
Intinya Sih
Sisi Positif
  • Vaksin COVID-19 versi varian Omicron dikaitkan dengan penurunan risiko rawat inap dan kematian.

  • Efektivitas perlindungan bervariasi, tetapi beberapa studi menunjukkan penurunan risiko kematian hingga sekitar 75 persen.

  • Waktu pemberian vaksin juga berpengaruh. Perlindungan terlihat lebih kuat jika diberikan lebih dari setahun setelah dosis sebelumnya.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Pandemi COVID-19 telah memasuki fase yang berbeda dibandingkan beberapa tahun pertama kemunculannya. Varian virus terus berevolusi, dan vaksin pun ikut diperbarui agar tetap relevan terhadap perubahan tersebut. Salah satu pembaruan yang dikembangkan adalah vaksin yang disesuaikan dengan varian Omicron.

Sebuah tinjauan yang dipublikasikan dalam jurnal Annals of Internal Medicine menunjukkan bahwa vaksin COVID-19 yang disesuaikan dengan varian Omicron masih memberikan perlindungan terhadap dampak paling serius dari infeksi COVID-19. Tinjauan ini mengevaluasi bukti ilmiah yang tersedia hingga tahun 2025.

Temuan ini memberikan gambaran bahwa meskipun pandemi telah berubah, vaksin yang diperbarui tetap berperan dalam menurunkan risiko komplikasi berat akibat COVID-19.

Table of Content

Apa yang ditemukan para peneliti?

Apa yang ditemukan para peneliti?

Para peneliti dari Cochrane Austria meninjau berbagai penelitian tentang efektivitas vaksin COVID-19 pada orang dewasa yang tidak sedang hamil dan tidak memiliki gangguan sistem imun. Secara keseluruhan, mereka memasukkan lima uji klinis acak dan 18 studi observasional yang dipublikasikan antara Januari 2022 hingga September 2025.

Hasil analisis menunjukkan bahwa vaksin yang disesuaikan dengan varian Omicron dikaitkan dengan penurunan risiko kematian dan rawat inap akibat COVID-19 dibandingkan dengan orang yang tidak menerima vaksin versi tersebut.

Perkiraan efektivitasnya cukup bervariasi:

  • Penurunan risiko kematian: sekitar 26,6 persen hingga 75,2 persen.
  • Penurunan risiko rawat inap terkait COVID-19: sekitar 16,6 persen hingga 67,8 persen.

Variasi ini kemungkinan dipengaruhi oleh perbedaan populasi, kondisi kesehatan, serta waktu pemberian vaksin di setiap penelitian.

Para peneliti juga menemukan bahwa jarak waktu vaksinasi dapat memengaruhi tingkat perlindungan. Ketika vaksin Omicron diberikan lebih dari 365 hari setelah dosis sebelumnya, perlindungan terhadap rawat inap dan kematian terlihat lebih jelas. Namun, jika diberikan dalam waktu lebih dekat dari dosis sebelumnya, perbedaannya terhadap risiko rawat inap tidak selalu terlihat signifikan.

Studi ini juga membandingkan beberapa formulasi vaksin, termasuk vaksin bivalen yang menargetkan dua strain virus. Hasilnya, tidak ada perbedaan signifikan dalam risiko kematian atau efek samping serius antara beberapa jenis vaksin mRNA yang dibandingkan.

Risiko dan keterbatasan studi

Ilustrasi vaksinasi COVID-19.
ilustrasi vaksinasi COVID-19 (IDN Times/Aditya Pratama)

Selain manfaat, para peneliti juga menilai kemungkinan efek samping dari vaksin yang disesuaikan dengan varian Omicron. Namun, data mengenai risiko ini masih terbatas.

Salah satu studi dalam tinjauan tersebut menunjukkan kemungkinan peningkatan kejadian miokarditis sekitar 2,7 kali lebih tinggi pada orang berusia 50 tahun ke atas yang menerima vaksin Omicron dibandingkan dengan yang tidak. Akan tetapi, interval kepercayaannya cukup lebar sehingga tingkat kepastian temuan ini masih rendah.

Para peneliti juga mencatat beberapa keterbatasan penting dalam tinjauan tersebut, antara lain:

  • Belum ada uji klinis yang langsung membandingkan vaksin Omicron dengan tidak vaksin sama sekali.
  • Data efek samping masih terbatas.
  • Beberapa faktor seperti jenis kelamin atau penyakit penyerta belum sepenuhnya dianalisis.

Karena itu, hasil studi ini perlu dipahami sebagai gambaran ilmiah berdasarkan bukti yang tersedia saat ini, yang masih bisa berkembang seiring munculnya penelitian baru.

Perkembangan vaksin COVID-19 terus mengikuti perubahan virus yang terjadi di dunia nyata. Tinjauan ilmiah terbaru menunjukkan bahwa vaksin yang disesuaikan dengan varian Omicron masih berperan dalam mengurangi risiko dampak paling serius dari COVID-19, seperti rawat inap dan kematian.

Meski demikian, para peneliti juga menekankan bahwa bukti yang tersedia masih memiliki keterbatasan. Penelitian lanjutan tetap diperlukan untuk memahami secara lebih mendalam efektivitas jangka panjang serta potensi efek samping dari vaksin yang diperbarui ini. Yang jelas, pembaruan vaksin menjadi salah satu strategi untuk menjaga perlindungan terhadap penyakit yang terus berevolusi.

Referensi

Andreea Dobrescu et al., “Effectiveness, Comparative Effectiveness, and Harms of COVID-19 Vaccines in Adults Who Are Not Pregnant or Immunocompromised: A Rapid Review for the American College of Physicians,” Annals of Internal Medicine, February 23, 2026, https://doi.org/10.7326/annals-25-05044.

"Omicron-adapted COVID vaccines may reduce death, hospitalization risk." CIDRAP. Diakses Maret 2026.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nuruliar F
EditorNuruliar F
Follow Us

Latest in Health

See More