Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Fakta Twilight Sleep, Metode Persalinan yang Pernah Populer
ilustrasi tim medis sedang membantu persalinan di rumah sakit (magnific.com/DC Studio)
  • Twilight sleep menggunakan morfin untuk meredakan nyeri dan skopolamin untuk menghambat pembentukan ingatan.

  • Metode ini mendapat dukungan perempuan yang memperjuangkan akses pereda nyeri persalinan pada awal abad ke-20.

  • Efek samping dan kesulitan penerapannya memicu kontroversi; tidak mengingat persalinan bukan berarti tidak merasakan sakit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pada awal 1900-an, muncul metode persalinan yang menawarkan pengalaman tidak biasa, yang mana ibu melahirkan bayi tanpa banyak mengingat apa yang terjadi selama proses tersebut.

Teknik yang dikenal sebagai twilight sleep ini menggunakan kombinasi obat tertentu untuk membatasi ingatan terhadap persalinan.

Walaupun terdengar menjanjikan, hilangnya ingatan tidak selalu berarti rasa nyeri benar-benar tidak dialami saat itu.

1. Dikembangkan ketika akses terhadap obat pereda nyeri persalinan masih terbatas

Pada awal 1900-an, akses terhadap obat pereda nyeri persalinan masih terbatas.

Kombinasi morfin dan skopolamin mulai diuji untuk persalinan pada 1902, kemudian dikembangkan oleh Bernhardt Krönig dan Karl Gauss di Freiburg, Jerman.

Pada 1906, mereka menerbitkan laporan penggunaan metode tersebut pada 500 kasus.

Metode ini dikenal sebagai Dämmerschlaf, yang kemudian disebut twilight sleep dalam bahasa Inggris. Tujuannya menciptakan keadaan mengantuk atau setengah sadar selama persalinan.

2. Obatnya bekerja pada nyeri dan ingatan dengan cara berbeda

Morfin berfungsi meredakan nyeri, sedangkan skopolamin menghambat pembentukan ingatan.

Skopolamin sendiri tidak menghilangkan nyeri. Ibu masih dapat bereaksi terhadap persalinan, termasuk berteriak atau bergerak gelisah, meskipun kemudian tidak mengingatnya.

3. Sempat diperjuangkan sebagai hak perempuan

ilustrasi persalinan (pexels.com/Jonathan Borba)

Popularitasnya meningkat di Amerika Serikat setelah pemberitaan majalah pada tahun 1914. Perempuan membentuk organisasi dan mendesak dokter menyediakan metode tersebut; sejumlah pemimpinnya juga merupakan pejuang hak pilih perempuan.

Penelitian sejarah Eleanor Taylor dalam Medical Humanities pada 2023, yang menelaah arsip pers dan jurnal medis, menunjukkan bahwa kampanye serupa berkembang di Inggris. Para pendukungnya menginginkan pilihan dan kendali lebih besar atas cara mereka melahirkan.

4. Pelaksanaannya jauh dari gambaran tidur yang tenang

Dalam praktik Freiburg yang didokumentasikan, rangsangan dikurangi melalui ruangan gelap, penutup mata, dan penyumbat telinga.

Sebagian pasien juga diikat pada tempat tidur berlapis bantalan karena gerakan yang sulit dikendalikan.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa nama twilight sleep tidak selalu menggambarkan keadaan ibu selama persalinan.

Efek samping yang dicatat mencakup napas melambat dan delirium, yaitu kebingungan berat yang dapat disertai kegelisahan.

Penyesuaian obat dan pengawasan membutuhkan keterampilan; kesalahan pemberian menjadi salah satu persoalan penerapannya.

5. Popularitasnya tidak langsung menghilang

Dukungan di Amerika mulai menurun sekitar 1915 seiring hasil yang tidak seragam dan kekhawatiran terhadap keselamatan ibu serta bayi. Namun, perkembangannya berbeda antarnegara. Taylor menemukan bahwa iklan rumah bersalin yang menawarkan twilight sleep di Inggris masih muncul hingga 1930-an.

Saat ini, pilihan pereda nyeri persalinan mencakup epidural, yang bekerja pada saraf pembawa sinyal nyeri dan memungkinkan ibu tetap terjaga. Efeknya tidak selalu sempurna dan tetap memerlukan pemantauan.

Pilihan yang tersedia, manfaat, serta risikonya dapat dibicarakan bersama dokter atau bidan sebelum persalinan.

Referensi

Arizona State University, “Twilight Sleep,” Embryo Project Encyclopedia, diakses September 2026.

Eleanor Taylor, “Hanna Rion and The Weekly Dispatch’s Twilight Sleep Crusade,” Medical Humanities 49, no. 4 (2023): 659–67, https://doi.org/10.1136/medhum-2022-012595.

National Health Service, “Pain Relief in Labour,” diakses September 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article