1.790 Pasukan Orange DLH Jakarta Dikerahkan Tangani Banjir

- Pemerintah DKI Jakarta mengerahkan 1.790 Pasukan Orange DLH dan sarana prasarana untuk tangani banjir.
- Optimalkan saringan sampah di TB Simatupang agar sampah tidak memperparah kondisi banjir.
- Masyarakat diminta buang sampah pada tempatnya dan sejumlah wilayah masih tergenang banjir akibat hujan deras.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Lingkungan Hidup melakukan berbagai upaya menangani banjir yang saat ini terjadi di Jakarta. Salah satunya adalah dengan mengerahkan pasukan orange dengan dukungn sejumlah sarana dan prasarana.
“Untuk mempercepat penanganan di lapangan, kami juga menyiagakan 1.790 Pasukan Orange DLH, yang didukung sarana dan prasarana berupa 101 unit truk pengangkut sampah, 116 unit alat berat, 15 perahu karet, 25 bus toilet, dan 48 toilet portable, serta ribuan peralatan kerja seperti cangkrang, cangkul, sapu, dan plastik sampah,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto dalam keterangannya, Sabtu (24/1/2026).
1. Optimalkan saringan sampah

Asep mengatakan, langkah strategis lainnya yang dilakukan adalah mengoptimalkan pengoperasian Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) sebagai penyaring awal sampah kiriman sebelum memasuki aliran sungai di wilayah Jakarta. SSTBS dioptimalkan sebagai garda terdepan dalam menahan sampah agar tidak memperparah kondisi banjir di Jakarta.
“Melalui SSTBS, material padat seperti plastik, kayu, dan jenis sampah lainnya dapat tertahan sejak awal. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut secara berkala oleh petugas agar tidak terjadi penumpukan dan aliran air tetap lancar,” ujar Asep.
2. Masyarakat diminta buang sampah pada tempatnya

Asep menyebut, DLH DKI Jakarta berkomitmen melakukan penanganan sampah secara cepat, terintegrasi, dan terkoordinasi guna mendukung pemulihan lingkungan, khususnya di wilayah terdampak banjir. Di sisi lain, partisipasi aktif masyarakat juga menjadi kunci dalam menekan risiko banjir.
“Dengan disiplin membuang sampah pada tempatnya, masyarakat turut berperan menjaga lingkungan sekaligus bersama-sama mengurangi risiko banjir di Jakarta,” ujar Asep.
3. Sejumlah wilayah masih banjir

Seperti diketahui, Jakarta masih tergenang banjir di sejumlah wilayah. Hal ini disebabkan hujan deras yang mengguyur Jakarta sejak Kamis (22/1/2026).
BPBD DKI Jakarta mencatat, setidaknya ada sembilan ruas jalan yang masih tergenang banjir pada pukul 10.00 WIB. Selain itu, ada 83 RT di Jakarta yang tergenang banjir.


















