Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

137 Gerai Kopdes Merah Putih Dibangun di Bogor

137 Gerai Kopdes Merah Putih Dibangun di Bogor
Gerai Kopdes Merah Putih di Pakansari Bogor. IDN/Times Linna Susanti
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Diskop UKM Bogor mencatat 137 gerai Koperasi Desa Merah Putih telah dibangun hingga April 2026, dengan PT Agro Industri Nasional menargetkan penyelesaian seluruh jaringan pada Agustus mendatang.
  • Saat ini 43 gerai sudah rampung sepenuhnya dan siap beroperasi, sementara 96 lainnya masih dalam tahap pembangunan serta 52 gerai tertunda akibat kendala lahan dan proses perizinan.
  • Rekrutmen manajer bisnis KDMP menjadi kewenangan pusat melalui kerja sama Kemenkop, sedangkan dinas daerah belum dilibatkan hingga tahap pelatihan nanti.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bogor, IDN Times Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Diskop UKM) Kabupaten Bogor mencatat sebanyak 137 gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah dibangun hingga April 2026.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Diskop UKM Kabupaten Bogor, Iman Wahyu Budiana. Dia mengatakan, seluruh target pembangunan fisik jaringan gerai tersebut dikerjakan oleh PT Agro Industri Nasional (AgriNas) dengan target penyelesaian hingga Agustus mendatang.

"Gerai yang sudah dibangun sampai dengan April 2026 sebanyak 137," ujar Iman di Bogor, Senin (22/06/2026).

1. Sebanyak 43 gerai rampung 100 persen

Bangunan Gerai Kopdes Merah Putih di Pakansari Bogor dengan dinding merah putih dan jalan aspal di sampingnya.
Tampang samping Gerai Kopdes Merah Putih di Pakansari Bogor IDN/Times Linna Susanti

Iman mengatakan, per 25 Mei 2026, tercatat sudah ada 43 gerai yang selesai dibangun secara total dan telah menerima dropping fasilitas dari Agrinas. Di antara puluhan titik tersebut, Gerai Pakansari menjadi unit yang paling siap untuk diisi produk.

"Fasilitas di 43 gerai itu sebenarnya sudah dipenuhi, tapi memang masih ada kekurangan di beberapa lokasi seperti kasir atau CCTV yang belum kelar yang sudah full lengkap itu memang Pakansari," kata dia.

Gerai Pakansari kini telah dilengkapi motor roda tiga, truk Isuzu roda 6, hingga kendaraan Mahendra berjenis pick up asal India. Selain armada penunjang, tata letak rak, CCTV, dan sistem kasir komputerisasi yang langsung tersambung ke Agrinas sudah berstatus siap pakai.

"Tinggal menunggu produk-produknya masuk dari Agrinas, posisinya di dalam mirip seperti Alfamart atau Indomaret," kata dia.

2. Sisa gerai masih dikebut, perizinan lahan milik pemda dan desa masih berproses

Halaman gedung Kopdes Merah Putih di Pakansari Bogor dengan jalan beraspal, taman hijau, dan deretan pintu berwarna merah.
Halaman gedung Kopdes Merah Putih di Pakansari Bogor. IDN/Times Linna Susanti

Imam mengatakan, saat ini ada 96 gerai lain yang sedang dalam proses penyelesaian dengan progres fisik rata-rata berkisar antara 10 hingga 40 persen. Di sisi lain, masih ada sisa 52 gerai dari total kuota 189 gerai yang belum bisa dibangun akibat kendala lahan.

Terkait legalitas bangunan, Gerai Pakansari menjadi satu-satunya titik yang dokumen administrasinya sudah lengkap secara mutlak. Mulai dari dokumen kesesuaian kegiatan pemanfaatan Ruang (KKPR) hingga persetujuan bangunan gedung (PBG).

"Teman-teman di wilayah lain perizinannya masih proses karena ada yang memakai tanah pemda dan tanah kas desa. Kalau tanah pemda, nanti dipersiapkan oleh BPKAD," kata Iman.

Mengenai 52 lahan kendala, dinas sudah mengajukan usulan ke pusat.

"Nanti yang menyatakan layak atau tidaknya itu dari pihak Agrinas," kata dia.

3. Skema rekrutmen manajer KDMP sepenuhnya menjadi ranah pusat

ilustrasi pegawai/karyawan (IDN Times/Aditya Pratama)
ilustrasi pegawai/karyawan (IDN Times/Aditya Pratama)

Mengenai mekanisme operasional serta perekrutan manajer bisnis untuk unit KDMP, Iman menegaskan hal itu merupakan wilayah kerja sama langsung antara Kementerian Koperasi (Kemenkop) dengan pihak pusat. Hingga saat ini, dinas di daerah belum dilibatkan dalam proses komunikasi rekrutmen tersebut.

"Sampai saat ini tidak ada informasi apa pun ke kami di dinas. Dari mulai rekrutmen sampai pelaksanaan kami tidak pernah diajak komunikasi. Nanti kalau ada pendidikan dan pelatihan, mungkin baru koordinasinya di-dropping ke kita," kata Iman.

Menanggapi adanya kekhawatiran dari sejumlah kepala desa bahwa gerai KDMP ini berpotensi mematikan omzet minimarket lokal warga sekitar, Iman mengimbau semua pihak untuk melihat perkembangannya saat gerai mulai dibuka resmi.

"Kita belum lihat kondisinya nanti apakah gerai KDMP ini seperti Indomaret atau Alfamart. Kondisinya seperti apa, sistemnya bagaimana, karena sebagai kompetitor itu penentu utamanya nanti dilihat dari segi harga," ucap dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More