Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

25 Orang Diduga Keracunan MBG di SDN Ciherang 01 Bogor

25 Orang Diduga Keracunan MBG di SDN Ciherang 01 Bogor
Ilustrasu Menu MBG di Bogor. Humas Pemkot Bogor
Intinya Sih
Gini Kak
  • Sebanyak 25 orang di lingkungan SDN Ciherang 01 Bogor diduga keracunan setelah menyantap menu MBG, terdiri dari 17 siswa, satu guru, dan tujuh wali murid.
  • Para korban mengalami mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, dan diare; Pemkab Bogor menjamin seluruh biaya pengobatan serta pelayanan pasien.
  • Dinkes dan Puskesmas Dramaga mengamankan sampel makanan untuk diuji di Labkesda, sementara operasional dapur SPPG dihentikan dan suplai bagi 2.666 penerima manfaat ditangguhkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bogor, IDN Times – Insiden dugaan keracunan massal usai menyantap hidangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menimpa puluhan warga di lingkungan SDN Ciherang 01, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memastikan jaminan pengobatan penuh bagi seluruh korban. Bupati Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto, mengunjungi para pasien di Pusekesmas Dramaga pada Jumat (7/8/2028) dini hari.

​"Untuk pengobatan bagi yang terduga keracunan, semua ditanggung oleh Pemkab Bogor. Tentunya kami akan memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh masyarakat," kata Rudy.

​1. Korban capai 25 orang, mengeluh mual hingga diare

Suasana di area Puskesmas Dramaga saat kejadian dugaan keracunan MBG yang dilaporkan di wilayah setempat.
Suasana di Pusskesmas Dramaga saat Kejadian dugaaan keracunan MBG. Istimewa

Berdasarkan pembaruan data dari pihak kepolisian, korban yang dilarikan ke fasilitas kesehatan terus bertambah menjadi 25 orang.

Korban terdampak tidak hanya berasal dari kalangan pelajar, melainkan merambat hingga ke tenaga pendidik dan wali murid.

​"Sampai saat ini ada 25 orang yang diduga keracunan yang terdiri dari 17 siswa, satu guru, dan tujuh orang tua siswa. Mereka mengalami gejala mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, serta diare usai diduga menyantap menu MBG," ungkap Kapolsek Dramaga, Iptu Zalukhu.

​2. Tim medis telusuri sekolah dan amankan sampel ke Labkesda

Ilustrasi pelaksanaan MBG di sekolah. (Dok untuk IDN Times)
Ilustrasi pelaksanaan MBG di sekolah. (Dok untuk IDN Times)

Untuk mengungkap penyebab pasti secara ilmiah, Dinas Kesehatan (Dinkes) bersama Puskesmas Dramaga telah mengamankan sampel makanan untuk diuji di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda).

​"Kami akan menyampaikan kepada publik berdasarkan data dan fakta. Saat ini kami sedang memastikan dari mana sumber dugaan keracunan tersebut berasal. Seluruh proses penanganan dilakukan secara hati-hati," tambah Bupati Bogor, Rudy Susmanto.

3. Operasional SPPG ditutup

Ilustrasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ilustrasi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pemkab Bogor mengeluarkan rekomendasi untuk menghentikan sementara operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Dramaga.

Penutupan ini secara langsung menangguhkan suplai makanan bagi 2.666 penerima manfaat di kawasan tersebut hingga hasil uji laboratorium resmi dikeluarkan.

"Kami minta untuk pelayanan terhadap beberapa siswa-siswi tadi, kami juga melihat list penerima manfaatnya, ada PAUD, ada TK, ada pondok pesantren, ada SD sehingga pada saat sampai hasil labnya keluar, kami minta untuk operasional berhenti sementara," pungkas Rudy.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More