Menhut Ungkap Perintah Presiden untuk Tambah Anggaran Pencegahan Karhutla

- Presiden Peabowo Subianto memerintahkan penambahan anggaran jika diperlukan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.
- Karhutla disebut dapat memicu ISPA, meliburkan sekolah, menghambat ekonomi, dan mengganggu operasional bandara.
- Menhut menilai pengendalian karhutla memerlukan komunikasi dan kolaborasi seluruh pihak, termasuk Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api.
Jakarta, IDN Times - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkap perintah Presiden Peabowo Subianto untuk menambah anggaran dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Arahan tersebut disampaikan Presiden dalam rapat terbatas bersama kementerian dan lembaga terkait sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
“Perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto jelas, pemerintah siap melindungi warga negara kita dari ancaman kebakaran hutan dan lahan. Presiden juga mengatakan kalau kurang anggaran ditambahkan agar negara hadir untuk mencegah kebakaran hutan,” kata Menhut dalam keterangan tertulisnya, Jumat (7/8/2026).
1. Karhutla berdampak pada kehidupan masyarakat

Menhut mengingatkan, karhutla tidak hanya merusak hutan, tetapi juga mengganggu kehidupan masyarakat. Menurutnya, karhutla dapat memicu ISPA, meliburkan sekolah, menghambat aktivitas ekonomi hingga mengganggu operasional bandara.
“Ini tidak boleh terjadi lagi,” ujarnya.
2. Menhut optimistis bisa menekan angka kathutla

Menhut optimistis Indonesia mampu menekan angka karhutla, meski El Nino tahun ini diperkirakan datang lebih cepat akibat perubahan iklim.
“Mudah-mudahan tahun ini angka karhutla jauh lebih rendah dibandingkan 2023, dengan dampak yang seminimal mungkin bagi masyarakat,” katanya.
3. Pengendalian karhutla hanya berhasil melalui kolaborasi seluruh pihak

Ia juga mengapresiasi Manggala Agni, BPBD, TNI, Polri, dan Masyarakat Peduli Api yang menjadi garda terdepan dalam pengendalian karhutla. Menurutnya, para petugas telah mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa untuk melindungi hutan dan masyarakat.
Menhut menegaskan, pengendalian karhutla hanya dapat berhasil melalui kolaborasi seluruh pihak.
“Terus jalin komunikasi dan kolaborasi yang baik. Hanya dengan kolaborasi, persoalan besar seperti karhutla dapat kita selesaikan bersama,” ujarnya.



















