Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

4 Peserta Meninggal, Latsar Militer Calon Manajer Kopdes Tetap Lanjut

4 Peserta Meninggal, Latsar Militer Calon Manajer Kopdes Tetap Lanjut
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Sirait saat berkunjung ke Batam (IDN Times/Putra Gema Pamungkas)
Intinya Sih
  • Kementerian Pertahanan memastikan latihan dasar militer bagi peserta SPPI tetap berlanjut di 67 satuan pendidikan TNI meski empat peserta meninggal dunia selama pelaksanaan.
  • Evaluasi dilakukan dengan memperkuat seleksi dan pengawasan kesehatan, mendeteksi dini kondisi medis, serta menyesuaikan intensitas kegiatan fisik agar lebih aman bagi peserta.
  • Empat calon manajer koperasi desa meninggal akibat berbagai sebab medis seperti heat stroke dan henti jantung saat mengikuti latsar yang menjadi bagian seleksi program nasional tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Kementerian Pertahanan (Kemhan) menyatakan, meski empat peserta Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) meninggal, latihan dasar (latsar) militer tetap berlanjut di 67 satuan pendidikan TNI di seluruh Indonesia. Latsar militer dijadwalkan digelar hingga 16 Juli 2026. Kemudian, para peserta akan mendapat pendidikan manajerial dari Kementerian Koperasi selama 15 hari.

"Betul, untuk saat ini program tetap berjalan sambil dilakukan evaluasi dan penyempurnaan pada berbagai aspek pelaksanaannya," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait kepada IDN Times lewat pesan pendek pada Jumat (26/6/2026).

Evaluasi yang dilakukan, kata Rico, antara lain mencakup penguatan seleksi dan pengawasan kesehatan peserta, deteksi dini kondisi medis, serta penyesuaian pelaksanaan. Bahkan, intensitas kegiatan fisik bakal dikurangi.

"Intensitas kegiatan fisik akan dikurangi dan menyesuaikan dengan kondisi kesehatan peserta," tutur jenderal bintang satu itu.

Ia menambahkan, Kemhan tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan peserta. "Itu akan tetap jadi prioritas utama kami tanpa mengurangi tujuan program dalam membentuk karakter disiplin dan kepemimpinan," katanya.

Respons itu disampaikan lantaran desakan dari publik agar latsar militer disetop usai empat calon manajer koperasi desa meninggal ketika mengikuti latihan militer. Latihan dasar itu sudah mulai sejak 16 Juni, dan akan berlangsung hingga 16 Juli 2026.

Proses ini merupakan rangkaian seleksi yang harus dilewati oleh calon manajer koperasi desa atau kelurahan merah putih dan kampung nelayan merah putih. Sebelumnya, mereka telah mengikuti pemeriksaan kesehatan dan tes tertulis mental ideologi.

Tes tertulis itu dilakukan secara serentak di 40 titik di seluruh Indonesia pada 20 Mei 2026. Bila mereka lolos mengikuti semua seleksi maka akan berstatus pegawai BP BUMN dengan kontrak selama dua tahun.

Namun, empat peserta sudah meninggal saat proses seleksi itu berjalan. Berikut data empat calon manajer kopdes yang meninggal saat mengikuti latihan dasar militer:

  1. Anisa Muyassaroh: meninggal pada 18 Juni 2026 di satuan pendidikan Dodikjur Rindam VI/Mulawarman, Balikpapan, Kalimantan Timur. Anisa dinyatakan meninggal akibat heat stroke
  2. Yonanda Muhammad Taufiq: meninggal pada 17 Juni 2026 di Satdik Puslatpur Kodiklatad Baturaja, Sumatra Selatan. Yonanda meninggal akibat cardiac arrest atau henti jantung
  3. Novia Rahmadhani Sihotang: meninggal pada 23 Juni 2026 di satuan pendidikan Pusbahasa Kodiklatau Jakarta. Novia memiliki riwayat penyakit tuberkolosis.
  4. Muhamamd Rifki Renaldi Gunawan: meninggal pada Jumat, 26 Juni 2026 di satuan pendidikan Yon Parako 465. Sempat mengeluhkan sesak nafas pada Rabu, 24 Juni 2026, dan dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya kritis pada Kamis, 25 Juni 2026.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More