Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

TOP 5: Prabowo Akan ke Rusia Lagi hingga PDIP Berikan Salinan Ijazah Jokowi

TOP 5: Prabowo Akan ke Rusia Lagi hingga PDIP Berikan Salinan Ijazah Jokowi
Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Istana Kremlin, Moskow, Senin (13/4) malam. (Dok. Bakom RI)
Intinya Sih
Gini Kak
  • Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri KTT ASEAN-Rusia di Kazan pada 17 Juni 2026, sebagaimana disampaikan Wakil Menlu Arif Havas Oegroseno.
  • Wasit asal Somalia yang ditugaskan di Piala Dunia FIFA 2026 ditolak masuk Amerika Serikat karena proses verifikasi oleh otoritas imigrasi setempat.
  • PDI Perjuangan menyerahkan salinan ijazah Presiden Jokowi kepada YouTuber Mikhael Sinaga sebagai respons atas permintaan resmi berdasarkan UU Keterbukaan Informasi Publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto diagendakan berangkat ke Rusia pada Rabu (17/6/2026). Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu), Arif Havas Oegroseno di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Berita tersebut menjadi salah satu yang ditayangkan di kanal News IDN Times pada Selasa kemarin. Selain itu, ada juga berita dari luar negeri tentang wasit Piala Dunia dan berita PDI Perjuangan yang memberikan salinan ijazah Presiden ke-7 RI Joko "Jokowi" Widodo ke YouTuber Mikhael Sinaga. Apa alasannya?

Untuk mengetahui selengkapnya berita-berita tersebut, berikut dirangkum dalam Top 5 News IDN Times.

1. Prabowo Bakal ke Rusia 17 Juni 2026

Presiden Prabowo Subianto diagendakan berangkat ke Rusia pada Rabu (17/6/2026). Hal itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri (Menlu), Arif Havas Oegroseno.

"KTT ASEAN dengan Rusia? Ya di Kazan ya, tanggal 17," ujar Havas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Baca selengkapnya di sini!

2. Wasit Piala Dunia Asal Somalia Ditolak Masuk AS, Kenapa?

Seorang wasit asal Somalia yang terpilih bertugas di Piala Dunia FIFA 2026, ditolak masuk Amerika Serikat (AS), setelah tiba di Bandara Internasional Miami pada akhir pekan lalu. Otoritas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan Amerika Serikat (CBP) menyebut, keputusan itu diambil karena adanya kekhawatiran dalam proses verifikasi terhadap yang bersangkutan.

Wasit tersebut tiba di Miami dari Istanbul pada Sabtu, 6 Juni 2026. Setibanya di bandara, ia menjalani pemeriksaan tambahan yang menurut CBP merupakan bagian dari prosedur rutin untuk memverifikasi informasi dan menentukan kelayakan seseorang memasuki wilayah Amerika Serikat.

Baca selengkapnya di sini!

3. PDIP Berikan Salinan Ijazah Jokowi ke YouTuber, Apa Alasannya?

DPP PDI Perjuangan memberikan salinan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko "Jokowi" Widodo ke YouTuber Mikhael Sinaga. Politikus PDIP Perjuangan, Guntur Romli, mengatakan pemberian salinan tersebut karena Mikhael telah bersurat ke DPP PDI Perjuangan.

"Iya betul, karena Mikhael kirim surat dan permintaan berdasarkan UU Keterbukaan Informasi Publik, apalagi selama 3 kali berturut-turut, PDI Perjuangan dapat penghargaan paling informatif dari parpol-parpol," ujar Guntur saat dikonfirmasi IDN Times, Selasa (9/6/2026).

Baca selengkapnya di sini!

4. Tanggapan Istana soal Raffi Ahmad Disebut dalam Kasus Suap Bea Cukai

Nama Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, disebut dalam sidang perkara dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Sosok Raffi disebut pernah menitipkan dua buah barang elektronik dari Amerika Serikat (AS) menuju Indonesia lewat perusahaan PT Blueray Cargo.

Saat ditanyakan tentang hal tersebut, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi mengaku belum mendengarnya. Dia pun mengalihkan pembicaraan dengan menyebut pemerintah sedang berkonsentrasi dan bekerja keras menjaga pertumbuhan ekonomi.

Baca selengkapnya di sini!

5. Kemenhaj Siap Bongkar Kasus Kartel Haji ke DPR RI

Kementerian Haji dan Umrah RI bergerak cepat melakukan perombakan total terhadap tata kelola penyelenggaraan ibadah haji. Seluruh hasil evaluasi operasional haji 1447 H/2026 M, termasuk temuan dugaan penipuan sistematis senilai Rp1,4 miliar oleh oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), bakal dibawa langsung ke parlemen dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII DPR RI pada Senin, 15 Juni mendatang.

Rencana tersebut dikonfirmasi langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebelum bertolak kembali ke Jakarta melalui Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Selasa (9/6/2026) pagi.

Baca selengkapnya di sini!

Share Article
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah

Related Articles

See More