Anggaran Sepatu Sekolah Rp27 M, Mensos: Semua Penganggaran Sudah Direncanakan

- Menteri Sosial Gus Ipul menanggapi sorotan publik soal anggaran pengadaan sepatu Rp27 miliar untuk siswa Sekolah Rakyat tahun 2026, dan memastikan semua sesuai mekanisme resmi.
- Gus Ipul menjelaskan bahwa anggaran tersebut difokuskan untuk kebutuhan siswa, termasuk operasional dan kebutuhan dasar, dengan harga akhir ditentukan melalui proses lelang.
- Ia menegaskan seluruh proses pengadaan akan transparan, diawasi ketat, serta melarang intervensi atau penyimpangan, bahkan siap melaporkan pelanggaran ke aparat hukum.
Jakarta, IDN Times – Menteri Sosial (Mensos), Syaifullah Yusuf atau Gus Ipul, mengatakan, seluruh proses penganggaran di lingkungan Kementerian Sosial (Kemensos), termasuk untuk program Sekolah Rakyat telah direncanakan dan akan dijalankan sesuai mekanisme yang berlaku.
Hal itu disampaikan Mensos merespons sorotan publik tentang anggaran pengadaan sepatu untuk siswa Sekolah Rakyat yang mencapai sekitar Rp27 miliar pada tahun anggaran 2026.
“Iya, untuk penganggaran nanti detailnya bisa dikonfirmasi lebih lanjut ya. Semua penganggaran di lingkungan Kementerian Sosial, khususnya Sekolah Rakyat, telah direncanakan. Pelaksanaannya harus dikawal bersama-sama, dilihat secara bersama-sama,” ujar Mensos menjawab IDN Times saat ditemui di Gedung PM, Rabu (29/4/2026),
1. Aliansi untuk sekolah rakyat

Gus Ipul mengatakan, anggaran untuk Sekolah Rakyat pada dasarnya ditujukan sepenuhnya untuk kebutuhan siswa. Selain kebutuhan operasional, terdapat berbagai kebutuhan dasar yang ditanggung pemerintah.
“Pada dasarnya penganggaran kita semua untuk siswa. Semua untuk siswa. Untuk harga, tentu ya itu nanti kan alokasinya,” kata dia.
2. Pengadaan melalui proses lelang

Dia mengatakan, nilai anggaran yang telah ditetapkan belum tentu sama dengan harga akhir pengadaan karena akan melalui proses lelang yang memungkinkan adanya efisiensi.
“Untuk harga, tentu ya itu nanti kan alokasinya. Nah nanti kan ada proses lelang dan lain sebagainya, bisa jadi harganya lebih murah dari alokasi yang ada,” kata dia.
3. Proses lelang akan berjalan transparan

Terkait mekanisme pengadaan, Gus Ipul menegaskan, seluruh proses akan dilakukan secara transparan dan diawasi ketat. Dia juga telah mengingatkan jajaran di Kementerian Sosial agar tidak bermain dalam proses pengadaan barang dan jasa.
Dia menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses pengadaan serta melarang adanya intervensi maupun praktik penyimpangan.
“Jangan melakukan penyimpangan, jangan mau diintervensi oleh siapapun. Saya dan Pak Wamen telah berkomitmen untuk tidak akan ikut-ikut dalam proses pengadaan. Lakukan sesuai prosedur, sesuai ketentuan yang ada," kata dia.
"Jika ada pelanggaran, saya sendiri tidak segan-segan akan melaporkan ke aparat penegak hukum. Jadi untuk itu, sekali lagi ya semua penganggaran di lingkungan Kementerian Sosial, khususnya yang Sekolah Rakyat, telah direncanakan, pelaksanaannya harus dikawal dengan baik,” ucap dia.


















