Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Arab Saudi, 10 Orang Terluka

Bus Jemaah Haji Indonesia Kecelakaan di Arab Saudi, 10 Orang Terluka
ilustrasi haji (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)
Intinya Sih
  • Dua bus jemaah haji Indonesia dari Kloter SUB-2 dan JKS-1 mengalami kecelakaan di Arab Saudi saat perjalanan pulang dari city tour pada 28 April 2026.
  • Tidak ada korban jiwa, namun sepuluh jemaah terluka. Sebagian besar luka ringan sudah ditangani, sementara satu jemaah berusia 60 tahun masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba.
  • KJRI Jeddah melakukan pemantauan intensif terhadap kondisi para korban serta berkoordinasi dengan otoritas setempat dan penyelenggara perjalanan untuk memastikan penanganan medis dan perlindungan bagi seluruh jemaah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan jemaah haji Indonesia terjadi di Arab Saudi pada Selasa (28/04/2026). Insiden ini melibatkan dua bus yang mengangkut jemaah dari kloter berbeda saat dalam perjalanan kembali dari kegiatan city tour.

Kementerian Luar Negeri RI melalui Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah memastikan telah menangani peristiwa tersebut. Penanganan dilakukan dengan memantau kondisi para jemaah serta berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Berdasarkan informasi yang diterima, kecelakaan terjadi antara bus Jemaah Haji Indonesia (JHI) Kloter SUB-2 dan bus Kloter JKS-1. Kedua bus tersebut diketahui baru saja kembali dari kunjungan ke Jabal Magnet.

Meski kecelakaan melibatkan dua kendaraan yang membawa jemaah, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, sejumlah jemaah mengalami luka dan langsung mendapatkan penanganan medis.

1. Kronologi kecelakaan dua bus jemaah

Ilustrasi kecelakaan bus (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi kecelakaan bus (IDN Times/Mardya Shakti)

Kecelakaan terjadi saat rombongan jemaah haji Indonesia dalam perjalanan pulang dari kegiatan city tour. Dua bus dari kloter berbeda, yakni SUB-2 dan JKS-1, terlibat dalam insiden tersebut.

“Berdasarkan informasi yang diterima, tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut,” ujar Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri RI, Heni Hamidah dalam pernyataan yang diterima IDN Times, Rabu (29/4).

Total terdapat 10 orang jemaah yang mengalami luka akibat kecelakaan tersebut. Mayoritas korban berasal dari Kloter JKS-1. Sebanyak tujuh orang dari kloter tersebut mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan dari tim kesehatan yang tersedia di lokasi.

Setelah mendapat perawatan, para jemaah tersebut telah diperbolehkan kembali ke penginapan mereka di Hotel Andalus Golden.

2. Korban terluka menjalani penanganan medis

Ilustrasi kecelakaan bus. (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi kecelakaan bus. (IDN Times/Mardya Shakti)

Selain korban dari Kloter JKS-1, terdapat tiga orang jemaah dari Kloter SUB-2 yang juga mengalami luka dalam kecelakaan tersebut. Setelah menjalani penanganan medis, dua orang di antaranya telah diperbolehkan kembali dan tidak memerlukan perawatan lanjutan.

Sementara itu, satu orang jemaah berusia 60 tahun masih harus menjalani observasi medis di rumah sakit.

“Satu orang jemaah berusia 60 tahun masih menjalani observasi medis di RS Al-Hayyat Quba,” katanya.

Kondisi korban terus dipantau untuk memastikan proses pemulihan berjalan dengan baik.

3. KJRI Jeddah lakukan pemantauan intensif

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Henny Hamidah dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Henny Hamidah dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (16/4/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

KJRI Jeddah memastikan terus melakukan pemantauan terhadap kondisi para jemaah yang terdampak kecelakaan. “KJRI Jeddah terus memantau kondisi para korban dan berkoordinasi dengan otoritas setempat, penyelenggara perjalanan, serta pihak-pihak terkait,” lanjutnya.

Koordinasi dilakukan untuk memastikan seluruh jemaah mendapatkan penanganan medis yang memadai serta pendampingan yang diperlukan selama masa pemulihan.

Selain itu, komunikasi dengan pihak penyelenggara perjalanan juga dilakukan guna memastikan keselamatan dan kenyamanan jemaah lainnya.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan kepada warga negara Indonesia, termasuk jemaah haji yang sedang menjalankan ibadah di luar negeri.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Related Articles

See More