Dapat Apresiasi JK, Relawan PMI Dapat Bonus usai Bantu Kecelakaan KRL

- Sebanyak 91 relawan PMI menerima penghargaan dan bonus dari Jusuf Kalla atas aksi cepat mereka mengevakuasi korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur.
- Relawan PMI dari berbagai daerah menyiapkan oksigen, ambulans, dan obat-obatan untuk memberikan pertolongan pertama kepada korban sesaat setelah kecelakaan terjadi.
- Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur melibatkan tabrakan antara KRL dan Kereta Argo Bromo Anggrek, menyebabkan 16 orang meninggal dunia serta 91 lainnya luka-luka.
Bekasi, IDN Times - Sebanyak 91 relawan Palang Merah Indonesia (PMI) mendapatkan penghargaan dari Jusuf Kalla (JK) usai membantu evakuasi korban kecelakaan kereta yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 malam.
Jusuf Kalla yang juga sebagai Ketua Umum PMI menyampaikan apresiasi kepada anggotanya dan juga relawan lainnya, yang sigap membantu dan menangani korban.
"Oh iya, tentu kita menghargai, menyampaikan ucapan terima kasih kepada relawan PMI yang cepat tanggap, untuk mengatasi, membantu mengatasi bersama-sama dengan semua lembaga-lembaga, instansi relawan yang lain," katanya saat mengunjungi kantor PMI Kota Bekasi, Rabu (29/4/2026).
1. Relawan PMI dapat bonus

Sekjen PMI Kota Bekasi, Kusnaman, berterima kasih atas penghargaan yang diberikan Jusuf Kalla. Bahkan, Kalla memberikan bonus tambahan kepada seluruh relawan yang bertugas saat terjadi kecelakaan kereta. Sebanyak 91 relawan yang mendapatkan penghargaan, merupakan anggota PMI dari berbagai daerah.
"Itu terdiri dari PMI se-DKI, kemudian juga PMI Tangerang, Kabupaten Bekasi, kemudian juga ada PMI Karawang, dan termasuk Kota Bekasi sendiri," katanya.
2. Membantu pertolongan pertama

Saat kejadian, Kusnaman menceritakan, pihaknya langsung menyiapkan perlengkapan medis seperti gas oksigen, mobil ambulans, hingga obat-obatan, untuk melakukan pertolongan pertama usai mendapatkan informasi adanya kecelakaan kereta.
Kusnaman juga langsung memberikan informasi kepada anggota PMI daerah lain, untuk ikut membantu evakuasi korban kecelakaan kereta.
"Masing-masing PMI Kota Kabupaten yang terlibat memang mengirimkan relawan dengan jumlah yang tidak sama, ada yang 8 orang, ada yang 12, ada yang sampai 19," kata dia.
3. Kecelakaan kereta akibatkan 16 orang meninggal

Diketahui, tabrakan kereta terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam. Insiden bermula saat KRL Cikarang arah Jakarta menabrak taksi yang melintas di perintasan sebidang tanpa palang pintu.
Akibat kejadian itu, perjalanan KRL lainnya arah Jakarta-Cikarang yang ada di Stasiun Bekasi Timur terhambat, sehingga rangkaian KRL tersebut belum melaju.
Nahas, rangkaian KRL itu ditabrak Kereta Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Pasar Turi, sehingga kecelakaan pun tak terhindarkan.
Akibat peristiwa itu, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 91 lainnya mengalami luka-luka.


















