Legislator NasDem Dorong Investigasi Tabrakan Kereta Transparan

- Anggota DPR Fraksi NasDem, Rudi Hartono Bangun, mendesak investigasi transparan atas tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Stasiun Bekasi Timur demi menjamin keselamatan transportasi publik.
- PT KAI melaporkan total 107 korban akibat kecelakaan tersebut, dengan 16 meninggal dunia dan 91 luka-luka; sebagian korban telah diperbolehkan pulang setelah perawatan.
- Layanan KRL lintas Bekasi–Cikarang mulai pulih bertahap setelah evakuasi selesai, dengan uji coba operasional dilakukan untuk memastikan kesiapan prasarana dan aspek keselamatan sebelum layanan normal kembali.
Jakarta, IDN Times - Anggota Komisi VI DPR RI Fraksi NasDem, Rudi Hartono Bangun, mendorong investigasi tabrakan maut Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line, di Stasiun Bekasi Timur, Senin, 27 April 2026, dilakukan secara transparan. Dia mengatakan tak boleh ada tawar-menawar dalam keselamatan transportasi.
"Saya menyampaikan dukacita untuk seluruh korban dan keluarga. Kejadian ini harus menjadi peringatan keras bahwa aspek keselamatan tidak boleh ditawar dalam operasional transportasi publik,” ujar Rudi dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).
1. PT KAI harus lakukan evaluasi

Selain itu, Rudi juga mendorong PT KAI (Persero) melakukan evaluasi usai tabrakan kereta. Keselamatan penumpang harus menjadi aspek utama. Dia berharap tidak ada lagi peristiwa serupa terjadi. Karena itu, proses evaluasi harus benar-benar dilakukan transparan.
“Seluruh kemungkinan penyebab harus dibuka secara transparan sebagai bahan evaluasi, agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang,” ucap dia.
2. Korban tewas tabrakan kereta menjadi 16 orang

Sebelumnya, PT KAI menyampaikan update terkini terkait korban kecelakaan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi pada Senin, 27 April 2026 malam.
Menurut data KAI, per Rabu, 29 April 2026, tercatat 107 korban tabrakan kereta dengan rincian, sebanyak 16 orang meninggal dunia dan 91 luka-luka. Dari jumlah tersebut, 43 penumpang telah diperbolehkan pulang, sedangkan sisanya masih menjalani perawatan di rumah sakit.
“Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan keluarga yang ditinggalkan. Fokus kami saat ini adalah memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan terbaik, serta keluarga memperoleh informasi yang dibutuhkan,” ujar VP Corporate Communication KAI, Anne Purba, dalam keterangan tertulis, Rabu (29/4/2026).
3. Layanan KRL pulih secara bertahap

Di sisi lain, pemulihan layanan KRL di lintas Bekasi–Cikarang mulai menunjukkan perkembangan. Setelah proses evakuasi sarana dan prasarana dilakukan secara bertahap, uji coba operasional pertama telah berhasil dilaksanakan dengan aman.
Anne menyampaikan, pada hari ini pukul 11.55 WIB, rangkaian kereta uji coba CL-125.4008 telah melintas di Stasiun Bekasi Timur, sebagai bagian dari pengujian kesiapan lintas.
"Uji coba ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan prasarana, persinyalan, serta aspek keselamatan, sebelum layanan kembali berjalan. Seluruh proses dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan,” ujar Anne.


















