Anies Baswedan Didapuk Arab Saudi Jadi Dewan Penasihat Ibu Kota Riyadh

- Anies Baswedan ditunjuk Kerajaan Arab Saudi sebagai anggota Dewan Penasihat Komisi Kerajaan untuk Ibu Kota Riyadh sejak 2025, membawa tim Karsa City Lab untuk mendukung tugasnya.
- Dewan Penasihat RCRC dipimpin Putra Mahkota Mohammed bin Salman dengan misi menjadikan Riyadh salah satu dari 10 ekonomi kota terbesar dunia melalui 23 proyek besar hingga 2030.
- Selain menghadiri Riyadh Competitiveness Forum, Anies menjadi dosen tamu di King Saud University dan bertemu diaspora Indonesia yang bersemangat berkontribusi bagi kemajuan Tanah Air.
Jakarta, IDN Times - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, dipercaya Kerajaan Arab Saudi sebagai anggota Dewan Penasihat dari Komisi Kerajaan untuk Ibu Kota Riyadh. Amanah itu, kata Anies, sudah diterimanya sejak 2025. Ia turut memboyong tim dari think tank, Karsa City Lab untuk membantunya.
"Sejak tahun lalu, ikut mendapat amanah sebagai anggota Dewan Penasihat dari Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh (RCRC-Royal Commission for Riyadh City)," ungkap Anies yang diunggah di akun media sosialnya @aniesbaswedan sebagaimana dikutip pada Senin (18/5/2026).
Anies pun mengisahkan sudah sejak tiga hari terakhir berada di Ibu Kota Riyadh, Arab Saudi, untuk ikut berpartisipasi dalam Riyadh Competitiveness Forum (RCF). Anggota Dewan Penasihat RCRC, kata Anies, berkumpul di forum RCF untuk ikut berbagi pengalaman dan memberikan masukan strategis guna meningkatkan daya saing Kota Riyadh.
"Saya datang ke sini bersama Karsa City Lab, bertukar pikiran dengan sesama dewan penasihat yang berasal dari berbagai negara. Diskusi yang kaya ini dilakukan bersama dengan tim dari Pemerintah Kota Riyadh dan Kerajaan Arab Saudi," tutur dia.
1. Jakarta dipandang Arab Saudi sukses wujudkan transportasi yang terintegrasi

Lebih lanjut, Anies mengaku terhormat dan bahagia, karena Riyadh turut memandang Jakarta sebagai ibu kota negara yang dianggap sukses menerapkan sistem transportasi publik yang terintegrasi. Itu pula yang dipelajari Riyadh dari Jakarta.
"Jakarta dianggap salah satu tolak ukur yang sukses melakukan transformasi transportasi publik terintegrasi. Inilah salah satu wujud semangat Jakarta sebagai kota global. Tak hanya jadi tuan rumah di negeri sendiri tetapi jadi tamu memesona di panggung dunia," katanya.
Anies pun mendorong agar ada kota-kota lainnya di Tanah Air selain Jakarta yang naik kelas menjadi kota global. "Selain itu, bisa dianggap menjadi kota yang layak huni (liveable cities), ramah dan nyaman bagi pengunjung, penghuni dan teladan bagi kota-kota lain di dunia," imbuhnya.
2. RCRC dipimpin langsung putra mahkota Mohammed bin Salman

Berdasarkan penelusuran IDN Times, Dewan Penasihat dari Komisi Kerajaan untuk Kota Riyadh (RCRC) dipimpin langsung oleh Putra Mahkota Kerajaan, Mohammed bin Salman. Tugas lembaga tersebut mengubah Riyadh menjadi salah satu dari 10 ekonomi kota terbesar di dunia pada 2030.
RCRC memiliki 23 proyek besar yang hendak diwujudkan dalam lima tahun mendatang. Mulai dari pembangunan kereta metro di Riyadh, Riyadh Art Program hingga Riyadh Biocentral Foundation.
3. Anies turut jadi dosen tamu di kampus di Arab Saudi

Selain mengikuti Riyadh Competitiveness Forum (RCF), Anies turut menyempatkan diri menjadi dosen tamu di King Saud University, Riyadh. Di sana, ia mengaku berjumpa dengan mahasiswa dan diaspora Indonesia. Para diaspora, kata dia, bukan membawa keluh kesah dalam perjumpaannya.
"Anak-anak muda ini rindu untuk berbuat, baik di sektor pendidikan, demokrasi dan bagaimana mengembalikan Indonesia pada meritokrasi. Suasananya guyub dan penuh semangat," ungkap mantan Gubernur DKI Jakarta itu.
Hal itu, menurut mantan Rektor Universtas Paramadina tersebut, menjadi bukti nyata meski fisik jauh dari Indonesia, tetapi kecintaan terhadap Tanah Air tak pernah luntur.

















