Anggota TNI Jadi Korban Bom Israel, Anies Baswedan: Kami Sangat Marah!

- Anies Baswedan menyampaikan kemarahan dan duka atas gugurnya personel TNI dalam misi UNIFIL akibat serangan artileri Israel yang dianggap melanggar hukum internasional.
- Anies menilai niat baik Indonesia untuk perdamaian diabaikan Israel, serta menyoroti sikap rezim Netanyahu yang terus mengabaikan resolusi dan seruan dunia.
- Melalui pesannya, Anies mendesak PBB dan masyarakat dunia mengambil tindakan nyata menegakkan hukum internasional serta mendoakan prajurit TNI yang gugur sebagai pahlawan perdamaian.
Jakarta, IDN Times - Eks Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menyampaikan rasa duka atas gugurnya personel TNI yang tergabung dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akibat serangan artileri dari Israel.
"Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Kami sangat marah. Seorang pasukan penjaga perdamaian Indonesia dibunuh. Yang lain sedang berjuang untuk hidupnya. Israel membom pangkalan tempat mereka bertugas," kata Anies di akun X pribadinya (@aniesbaswedan), dikutip Senin (30/3/2026).
Dalam cuitannya lebih lanjut, Anies mengungkapkan bahwa personel TNI yang gugur dan tiga anggota UNIFIL yang mengalami luka-luka bukanlah sebuah kecelakan dan bukan juga korban tambahan.
Peristiwa itu, kata Anies, menunjukkan rezim Netanyahu yang sekali lagi tidak peduli terhadap hukum internasional, personel PBB, dan tentang kehidupan orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk perdamaian.
1. Niat baik Indonesia tidak dianggap

Menurut Anies, Indonesia telah melakukan segala hal mulai dari mengirim lebih dari 1.200 orang personel TNI untuk bekerja di bawah bendera PBB dang juga bergabung dengan Board of Peace untuk mendorong resolusi yang adil dan abadi di Timur Tengah.
"Kami mengulurkan tangan dengan niat baik. Namun, jawaban atas niat baik itu adalah bom yang dijatuhkan di pangkalan tentara kami. Mereka (Israel) meludahi setiap upaya yang telah dilakukan Indonesia untuk perdamaian," kata Anies.
Meski begitu, Anies mengajak masyarakat untuk jujur mengakui perbuatan yang dilakukan Israel kali ini bukanlah sebuah kejutan. Rezim Netanyahu telah berulang kali menunjukkan bahwa mereka acuh terhadap seruan dunia untuk menahan diri.
"Mereka mengabaikan resolusi PBB. Mereka menyerang fasilitas PBB. Mereka membunuh warga sipil, jurnalis, pekerja bantuan, dan sekarang pasukan penjaga perdamaian. Tidak ada yang kebal. Tidak ada yang aman. Sayangnya, hal itu terus berlanjut karena dunia terus membiarkannya," tutur Anies.
2. Pesan Anies ke PBB dan warga dunia

Anies pun memberikan pesan kepada PBB dalam cuitannya tersebut dengan mengatakan mengapresiasi semua kutukan dan rasa duka yang disampaikan.
Namun, bagi Anies itu semua tidak cukup dan menegaskan PBB mesti beraksi melebihi pernyataan-pernyataan standarnya.
"Tindakan nyata yang dapat ditegakkan dan mendesak adalah yang dibutuhkan saat ini. Kredibilitas PBB dipertaruhkan. Jika PBB tidak dapat melindungi pasukan penjaga perdamaiannya sendiri, lalu apa sebenarnya yang dilindunginya?" tanya Anies.
Kemudian, Anies menyampaikan pesan kepada warga dunia bahwa ini saatnya mengambil tindakan bersama lewat dorongan pertanggungjawaban dan bawa mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan internasional.
Selain itu, Anies menuntut adanya penegakan aturan yang telah disepakati bersama oleh banyak pihak.
"Hukum internasional hanya sekuat kemauan negara-negara untuk mempertahankannya. Kemauan itu telah diuji berulang kali oleh rezim Netanyahu. Berkali-kali, dunia telah gagal dalam ujian tersebut," kata Anies.
3. Doa Anies kepada personel TNI yang gugur

Anies juga mengajak semua pihak untuk tidak cepat melupakan peristiwa keji tersebut. Dia juga meminta semua pihak untuk tidak menjadikan para korban sebagai statistik dalam daftar panjang kekerasan.
"Tuntut keadilan. Tuntut pertanggungjawaban. Tegaskan bahwa mereka yang menyerang pasukan penjaga perdamaian PBB akan menghadapi konsekuensi nyata. Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam," tutur Anies.


















