TOP 5: BGN Investigasi Keracunan MBG hingga Asap Karhutla Sampai Filipina

- BGN menginvestigasi kasus keracunan MBG di Sidoarjo yang dilaporkan berdampak pada 512 orang.
- Asap karhutla Indonesia menyebar ke Filipina, sementara lahan terbakar tidak boleh ditanami kelapa sawit.
- Polda Metro Jaya menerbitkan sketsa terduga pelaku pengeroyokan, sedangkan KPK mengungkap dugaan praktik penerimaan uang di Imigrasi.
Jakarta, IDN Times - Badan Gizi Nasional (BGN) menginvestigasi keracunan makan bergizi gratis (MBG) yang terjadi di Sidoarjo, Jawa Timur. Artikel tersebut menjadi salah satu yang populer di IDN Times pada Rabu (2/9/2026).
Selain itu, asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sudah sampai Filipina, Menhut larang sawit ditanam di lahan bekas karhutla, polisi rilis sketsa terduga pelaku penganiayaan Bambang Setiawan, hingga KPK ungkap dugaan pemerasan WNA juga masuk dalam Top 5.
1. BGN investigasi keracunan MBG di Sidoarjo, usul pecat kepala SPPG
BGN melakukan investigasi terkait kasus keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di SPPG Talang Angin, Kalitengah, Sidoarjo, Jawa Timur. Sebanyak 512 orang dilaporkan terdampak dalam kasus tersebut.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan, investigasi dilakukan bersama dinas kesehatan untuk mengetahui penyebab keracunan. BGN juga mengambil langkah internal terhadap SPPG yang menjadi lokasi penyediaan makanan MBG, salah satunya mengusulkan memecat Kepala SPPG terkait.
2. Asap karhutla Indonesia sudah menyebar hingga Filipina
Asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia sudah menyebar hingga ke Filipina pada Selasa (1/9/2026). Padahal, jarak lokasi titik kebakaran hutan dan lahan mencapai 2.000 kilometer dari Filipina.
Para ahli kesehatandi Filipina lalu mendorong warga untuk mengenakan masker N95 saat ke luar rumah lantaran kondisi udara terus memburuk. Biro Manajemen Lingkungan Departemen Lingkungan dan Sumber Daya Alam (DENR-EMB) Filipina, mengatakan, kabut asap karhutla Indonesia terbawa angin monsun barat daya ke Filipina. Dampaknya dapat dirasakan pada 1 hingga 3 September 2026.
3. Menhut larang sawit ditanam di lahan bekas karhutla
Menteri Kehutanan (Menhut), Raja Juli Antoni, memastikan lahan yang terbakar akibat peristiwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak boleh dimanfaatkan untuk ditanam kelapa sawit. Penanaman sawit dilahan terbakar dipastikan ilegal.
Menhut mengatakan, penegakan hukum akan dilakukan dalam peristiwa karhutla di sejumlah daerah supaya menghasilkan efek jera.
4. Polisi rilis sketsa terduga pelaku penganiayaan Bambang Setiawan
Polda Metro Jaya menerbitkan dua sketsa terduga pelaku pengeroyokan terhadap warga Bendungan Hilir, Tanah Abang, Bambang Setiawan hingga meninggal dunia saat kericuhan pascaaksi pada 27 Agustus 2026.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Iman Imanuddin, mengatakan, sketsa tersebut dibuat berdasarkan keterangan saksi yang dicocokkan dengan hasil analisis digital dari rekaman CCTV dan video di sekitar lokasi kejadian.
5. KPK ungkap dugaan pemerasan WNA masih terjadi meski pejabat kena OTT
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkapkan dugaan pemerasan yang dilakukan pejabat Imigrasi masih terjadi. Padahal sejumlah pejabat di Imigrasi telah terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT), termasuk mantan Wakil Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Silmy Karim.
"Jadi pasca-terjadinya peristiwa tertangkap tangan, KPK menduga bahwa praktik-praktik penerimaan uang yang dilakukan oleh para oknum di imigrasi ini masih terus dilakukan," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dikutip pada Rabu (2/9/2026).




















