Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Belum Ada Titik Temu Warga Temanggung-Wonosobo Tolak Sekolah Rakyat

Belum Ada Titik Temu Warga Temanggung-Wonosobo Tolak Sekolah Rakyat
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (Pakai Peci) bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)
Intinya Sih
  • Mensos Saifullah Yusuf menyebut belum ada kesepakatan antara pemerintah daerah dan warga Temanggung-Wonosobo terkait pembangunan Sekolah Rakyat, sehingga proyek masih tertunda.
  • Izin lahan di dua wilayah tersebut sebenarnya sudah beres, namun warga Temanggung menolak karena merasa kurang mendapat sosialisasi dan pendekatan dari pihak pemerintah.
  • Warga Wonosobo meminta tanah pengganti jika lapangan mereka dijadikan lokasi Sekolah Rakyat, sementara pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi agar pembangunan bisa dilanjutkan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul buka suara terkait adanya penolakan warga di Temanggung dan Wonosobo untuk pembangunan Sekolah Rakyat di wilayah mereka. Gus Ipul mengakui, masih belum ada titik temu dengan warga.

"Ya dengan masyarakat setempat yang belum bisa ada titik temu dengan Pak Bupati, sehingga pembangunannya terhambat sampai sekarang," ujar Gus Ipul di kantor Komunikasi Badan Pemerintah, Jakarta, Rabu (6/5/2026).

1. Urusan izin tanah sudah selesai

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (Pakai Peci) bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari (IDN Times/Ilma
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) (Pakai Peci) bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah, Muhammad Qodari (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Gus Ipul menerangkan, untuk urusan izin tanah sudah selesai. Sebab, penyediaan lahan merupakan tanggung jawab pemerintah daerah.

"Ada beberapa titik tadi disebut Wonosobo dan Temanggung, dari sisi tanah sudah clear and clean tetapi khusus di Temanggung tanahnya masih ada sedikit masalah dengan masyarakat setempat," kata dia.

2. Warga anggap minim sosialisasi

IMG_20260504_161656.jpg
Kepala Dinsos Jateng Imam Masykur saat ditemui para wartawan. (IDN Times/Fariz Fardianto)

Sebelumnya, pelaksanaan pembangunan Sekolah Rakyat mengalami sejumlah hambatan di Jawa Tengah. Setidaknya ada dua wilayah yang masih mencari lokasi lahan untuk Sekolah Rakyat karena terbentur konflik dengan warga setempat.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah Imam Masykur mengatakan, kedua wilayah yang terhambat membangun Sekolah Rakyat ialah Kabupaten Temanggung dan Kabupaten Wonosobo.

Di Temanggung, upaya pembanguan Sekolah Rakyat mendapat penolakan dari warga karena persoalan kurangnya pendekatan sosial kepada masyarakat.

"Yang (Sekolah Rakyat) Temanggung sudah lolos (verifikasi) lahannya, tetapi ada penolakan dari warga. Karena masyarakatnya di sana memang perlu diberi sosialisasi," kata Imam kepada wartawan di ruang kerjanya, Selasa (5/5/2026).

3. Warga Wonosobo minta tanah pengganti lapangan

ilustrasi tanah kosong (unsplash.com/Matt Palmer)
ilustrasi tanah kosong (unsplash.com/Matt Palmer)

Pihaknya menekankan kini sedang berusaha mendekatkan diri dengan warga di sekitar lokasi calon lahan Sekolah Rakyat Temanggung. Upaya pendekatan untuk meredam risiko konflik atau sengketa pada masa mendatang.

Sementara untuk pembanguan Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo, katanya, sebetulnya telah dinyatakan lolos verifikasi lahan. Dinsos Wonosobo bersama pihak-pihak terkait mengincar pembuatan Sekolah Rakyat berada di atas tanah lapangan.

Namun, berdasarkan informasi yang ia terima, sejumlah kelompok warga di dekat lapangan tersebut meminta pengganti lahan apabila lapangan itu akan digunakan sebagai lokasi Sekolah Rakyat.

"Di Wonosobo sudah lolos (verifikasi) tapi warganya minta tanah pengganti.  Masyarakat wonosobo minta pemkab sediakan lokasi pengganti karena mereka butuh lapangan. Artinya, untuk permasalahan Sekolah Rakyat di Wonosobo, saya optimis lolos sepenuhnya. Cuman yang Temanggung emang perlu pendekatan ke warganya," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Related Articles

See More