BNPB: Ada 341 Gempa Susulan di Wilayah NTT

- BNPB mencatat 341 gempa susulan setelah gempa magnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, NTT.
- Data hingga Minggu pukul 00.00 WIB mencatat 47 orang meninggal dunia dan 101 warga mengalami luka-luka.
- Ribuan rumah serta fasilitas pendidikan, kesehatan, dan kantor pemerintah mengalami kerusakan, sementara pendataan terus dilakukan.
Jakarta, IDN Times - Sebanyak 341 kali aktivitas gempa susulan tercatat setelah gempa bumi magnitudo 7,7 mengguncang Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (15/8/2026). Aktivitas gempa susulan tersebut masih menjadi perhatian dalam penanganan bencana di sejumlah wilayah terdampak.
BNPB mencatat gempa tersebut telah menyebabkan 47 orang meninggal dunia dan 101 warga mengalami luka-luka. Data tersebut merupakan pemutakhiran hingga Minggu (16/8/2026) pukul 00.00 WIB.
1. Ratusan gempa susulan terjadi

Gempa M 7,7 guncang NTT, Tim SAR evakuasi korban (Dok. Tim SAR) Gempa utama yang mengguncang NTT pada Sabtu (15/8/2026) berpusat di laut. Setelah gempa utama tersebut, aktivitas kegempaan masih terus terjadi dengan total 341 kali gempa susulan berdasarkan data BNPB hingga Minggu dini hari.
Aktivitas gempa susulan menjadi salah satu faktor yang membuat penanganan pascabencana masih berlangsung. Tim gabungan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih bersiaga di sejumlah wilayah untuk memantau kondisi dan melakukan pendataan.
Penyisiran lokasi juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi warga terdampak sekaligus melakukan verifikasi terhadap kerusakan yang terjadi. Data korban maupun kerusakan masih dapat diperbarui seiring proses pendataan di lapangan.
BNPB mencatat dampak gempa tidak hanya berupa korban jiwa. Kerusakan juga terjadi pada berbagai fasilitas yang menjadi penunjang aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.
Sebanyak 93 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan. Selain itu, 36 fasilitas kesehatan dan 38 kantor pemerintah juga tercatat mengalami kerusakan akibat gempa.
2. Puluhan korban meninggal di Manggarai

Jalanan terputus menuju Manggarai Timur, Flores, NTT akibat gempa (Dok. Tina T. Kemala Intan) Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah korban meninggal dunia terbanyak. BNPB mencatat sebanyak 23 warga meninggal dunia akibat gempa yang mengguncang wilayah tersebut.
Kabupaten Manggarai Timur menyusul dengan 17 korban meninggal dunia. Sementara itu, Kabupaten Sikka mencatat empat korban meninggal dunia.
Korban meninggal lainnya tercatat masing-masing satu jiwa di Kabupaten Manggarai Barat, Ende, dan Nagekeo. Secara keseluruhan, jumlah korban meninggal yang tercatat BNPB mencapai 47 jiwa.
Selain korban meninggal dunia, sebanyak 101 warga dilaporkan mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang beragam.
"Tim gabungan masih melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak," begitu pernyataan resmi BNPB.
Besarnya dampak gempa juga terlihat dari jumlah rumah yang mengalami kerusakan. Dari total 1.357 rumah yang tercatat rusak, sebanyak 914 unit masuk kategori rusak berat, 126 rusak sedang, dan 317 rusak ringan.
3. Kerusakan ganggu aktivitas warga

Pengungsi gempa bumi Adonara, Flores Timur, NTT tidur di tempat terbuka. (Dok Istimewa) Kerusakan rumah dan fasilitas publik membuat aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah terdampak terganggu. Sebagian warga juga harus bertahan di pengungsian karena kondisi rumah yang rusak maupun situasi pascagempa.
Selain rumah warga, kerusakan fasilitas pendidikan dan kesehatan turut menjadi perhatian dalam penanganan darurat. Fasilitas tersebut dibutuhkan masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus memperoleh pelayanan dasar.
BNPB bersama tim gabungan dan BPBD masih melakukan pendataan serta verifikasi lanjutan. Langkah tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih lengkap mengenai dampak gempa dan kebutuhan masyarakat di setiap wilayah terdampak.
Di tengah penanganan tersebut, aktivitas gempa susulan masih menjadi perhatian. Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap mengikuti informasi dan arahan dari petugas serta pemerintah daerah setempat.
Penanganan pascagempa akan terus dilakukan seiring pemutakhiran data korban, kerusakan, dan kebutuhan warga.
"Pemerintah bersama tim gabungan juga terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar bagi masyarakat yang terdampak bencana," lanjut BNPB.


















