Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BNPB: Armada Udara Digeser dari Kalimantan ke Jatim Sesuai Kebutuhan

3 min read
BNPB: Armada Udara Digeser dari Kalimantan ke Jatim Sesuai Kebutuhan
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal TNI Kristomei Sianturi ketika meninjau situasi terkini karhutla di Gunung Arjuno melalui udara. (Dokumentasi BNPB)
  • BNPB memindahkan helikopter water bombing dan satu pesawat patroli dari Kalimantan ke Jawa Timur karena lima lokasi terbakar bersamaan, termasuk Arjuno-Welirang, Argopuro, Saeng, Supit Urang, dan Bromo.
  • Reposisi dilakukan setelah kebakaran di Ketapang dan Kayong Utara relatif menurun, sementara jarak pandang rendah di Kalimantan membatasi operasi udara demi keselamatan penerbangan.
  • BNPB menyatakan penanganan karhutla Kalimantan tetap berjalan dengan tujuh pesawat water bombing, sambil berkoordinasi adaptif; lima relawan dilaporkan gugur saat memadamkan kebakaran di Bromo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengeklaim pergeseran alat utama sistem persenjataan (alutsista) udara dari Pulau Kalimantan menuju Jawa Timur sudah didasarkan evaluasi kebutuhan dan kondisi operasi di lapangan. Armada yang digeser yakni helikopter untuk melakukan water bombing. Hal itu lantaran lima gunung di Jatim terbakar dalam waktu bersamaan.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan mengatakan, selain helikopter ada pula satu pesawat patroli yang direposisi dari semula di Kalimantan Barat ke Jatim.

"Reposisi satu pesawat patroli ke Jatim tidak mengganggu pelaksanaan operasi udara. Hal ini mempertimbangkan kondisi kebakaran yang relatif telah menurun, khususnya di Kabupaten Ketapang dan Kabupaten Kayong Utara. Luas lahan yang terbakar di sana jauh lebih sedikit dibandingkan periode sebelumnya," ungkap Berton di dalam keterangan pada Senin (26/10/2026).

Kalbar sendiri, katanya, masih didukung tujuh pesawat water bombing. Pesawat itu terdiri dari tiga pesawat milik TNI dan empat pesawat milik BNPB.

"Dengan adanya dukungan itu, operasi pemadaman tetap dapat dilaksanakan sesuai kebutuhan di lapangan," tutur dia.

  1. 1. Armada udara tidak efektif di Kalimantan karena keterbatasan jarak pandang

    Kondisi kebakaran hutan dan lahan di kawasan Gunung Arjuno, Kabupaten Malang, menurut dokumentasi BPBD.
    Kondisi karhutla di Gunung Arjuno. (Dok. BPBD Kabupaten Malang)

    Lebih lanjut, kata Berton, pemanfaatan armada udara di Pulau Kalimantan dinilai kurang efektif saat ini. Hal tersebut lantaran jarak pandang yang masih terbatas dan rendah sehingga dapat membahayakan penerbangan.

    "Kondisi tersebut membatasi pelaksanaan operasi penerbangan, khususnya untuk misi pemadaman dari udara. Karena itu, pengerahan pesawat harus tetap mempertimbangkan faktor cuaca dan keselamatan penerbangan," katanya.

    Di sisi lain, kebutuhan pemadaman kebakaran di Jawa Timur sangat mendesak. Maka, reposisi armada dilakukan agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal sesuai tingkat kebutuhan dan kondisi di masing-masing wilayah.

    Reposisi armada ini menuai sorotan luas dari publik lantaran dikhawatirkan akan memperlambat proses pemadaman karhutla. Apalagi saat ini kondisi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah terus memburuk.

  2. 2. BNPB pastikan reposisi armada bukan mengurangi komitmen penanganan karhutla di Kalimantan

    Berton Panjaitan, BNPB
    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

    Berton menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan TNI, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, dan unsur terkait untuk memantau perkembangan situasi serta memastikan penempatan armada udara tetap adaptif terhadap perubahan kondisi kebakaran dan cuaca.

    "Reposisi armada bukan berarti mengurangi komitmen penanganan karhutla di Kalimantan melainkan menyesuaikan dukungan operasional berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan, dengan tetap mengutamakan efektivitas dan keselamatan penerbangan," kata Berton.

  3. 3. BNPB ungkap lima gunung yang terbakar bersamaan di Jawa Timur

    BNPB, karhutla
    Data dari BNPB yang menunjukkan lima gunung di Jawa Timur terbakar dalam momen bersamaan. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

    Sebelumnya, Berton menyampaikan ada lima gunung di Jawa Timur yang terbakar dalam waktu bersamaan. Kelima gunung tersebut yakni Arjuno-Welirang, Argopuro, Saeng (Bondowoso), TPA Supit Urang (Malang) dan Bromo. Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi ikut berkunjung ke Jawa Timur untuk meninjau lokasinya secara langsung.

    "Dapat saya sampaikan bahwa ada lima gunung di Jawa Timur yang saat ini sedang terbakar yaitu Gunung Arjuno-Welirang, di mana kira-kira ada 1.000 hektare yang belum padam, kemudian Gunung Argopuro di mana 1.297 titik yang belum padam, Gunung Saeng (Bondowoso). Kebakaran di Gunung Saeng juga belum padam, ada TPA Supit Urang (Malang) dan Gunung Bromo," ungkap Berton memaparkan ketika memberikan keterangan dan dikutip pada Senin (26/10/2026).

    Ia menambahkan untuk area yang terdampak di Gunung Bromo, hingga kini masih didata. Berton turut mengakui ada lima relawan yang sedang memadamkan kebakaran di Gunung Bromo ikut gugur. Mereka terjebak sehingga tak bisa menyelamatkan diri.

    "Mereka berusaha memadamkan api di Bromo, tetapi mereka terperangkap di kebakaran tersebut. Kami mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya," tutur dia.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More