Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

KRI dr. Soeharso tiba di Manggarai, Bantu Penanganan Korban Gempa

KRI dr. Soeharso tiba di Manggarai, Bantu Penanganan Korban Gempa
KRI dr. Soeharso-990 (dok. BNPB)
  • KRI dr. Soeharso-990 tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, untuk mendekatkan layanan medis bagi masyarakat terdampak gempa NTT.
  • Kapal rumah sakit membawa IGD, ruang intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium, dan ruang perawatan.
  • Tenaga kesehatan gabungan TNI AL dan Kementerian Kesehatan disiagakan selama 24 jam, dengan layanan gratis sesuai kebutuhan medis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Layanan apa yang paling kamu prioritaskan di kapal rumah sakit?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Penanganan masyarakat terdampak gempa magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus dilakukan. Dukungan layanan kesehatan diperkuat melalui pengerahan KRI dr. Soeharso-990 milik TNI Angkatan Laut yang difungsikan sebagai kapal rumah sakit.

KRI dr. Soeharso-990 telah tiba di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, pada Jumat (21/8/2028). Kapal tersebut berangkat dari Surabaya untuk mendekatkan layanan medis kepada masyarakat di kawasan yang terdampak gempa dan mengalami gangguan pada fasilitas kesehatan.

  1. 1. KRI dr. Soeharso bersiaga untuk layani kesehatan warga terdampak

    KRI dr. Soeharso-990 (dok. BNPB)
    KRI dr. Soeharso-990 (dok. BNPB)

    Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyampaikan kehadiran kapal rumah sakit menjadi salah satu dukungan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan kesehatan setelah gempa.

    “KRI dr. Soeharso-990 bersiaga guna melakukan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa NTT M7.7 di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (22/8/2028)," ujar Berton dalam keterangannya, dikutip Minggu (23/8/2026).

  2. 2. Membawa berbagai sarana medis

    KRI dr. Soeharso-990 (dok. BNPB)
    KRI dr. Soeharso-990 (dok. BNPB)

    Kapal rumah sakit tersebut membawa berbagai sarana medis untuk menangani pasien. Fasilitas yang tersedia meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang intensif, ruang operasi, poliklinik, apotek, laboratorium, hingga ruang perawatan.

    Untuk mendukung kebutuhan pasien yang memerlukan perawatan lebih lanjut, KRI dr. Soeharso menyediakan dua ruang rawat. Masing-masing ruangan memiliki kapasitas 20 tempat tidur dengan pengaturan pasien laki-laki dan perempuan secara terpisah.

    Dengan panjang mencapai 122 meter, KRI dr. Soeharso juga mempunyai geladak yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat pendaratan helikopter. Fasilitas tersebut dapat membantu proses evakuasi medis, terutama bagi warga dari lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

    Dukungan pelayanan di kapal turut diperkuat oleh tenaga kesehatan gabungan dari TNI AL dan Kementerian Kesehatan. Para petugas disiagakan selama 24 jam untuk memberikan pertolongan medis kepada masyarakat terdampak.

  3. 3. Jenis layanan kesehatan di KRI dr. Soeharso

    KRI dr. Soeharso-990 (dok. BNPB)
    KRI dr. Soeharso-990 (dok. BNPB)

    Jenis pelayanan yang tersedia cukup beragam, mulai dari pemeriksaan kondisi kesehatan, penanganan luka, operasi, hingga tindakan bagi pasien dalam kondisi gawat darurat. Masyarakat dapat mengakses layanan tersebut secara gratis sesuai kebutuhan dan tingkat urgensi medis.

    Selain memberikan pelayanan kepada pasien, KRI dr. Soeharso juga memiliki sejumlah fasilitas medis untuk menunjang penanganan warga terdampak gempa. Sarana tersebut disiapkan agar kebutuhan pemeriksaan dan tindakan medis dapat dilakukan di atas kapal.

    “Sejumlah fasilitas medis yang ada di KRI dr. Soeharso-990 untuk melakukan pelayanan kesehatan bagi warga terdampak gempa NTT M7.7 di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur pada Sabtu (22/8/2028)," imbuhnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More