Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

BNPB Salurkan Dana Rp93,75 M untuk Bantu 4.400 Keluarga Aceh Tamiang

BNPB Salurkan Dana Rp93,75 M untuk Bantu 4.400 Keluarga Aceh Tamiang
Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto berikan bantuan Rp93,75 miliar bagi warga Aceh Tamiang yang terdampak banjir Sumatra. (Dokumentasi BNPB)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • BNPB menyalurkan Rp93,75 miliar untuk membantu 4.400 keluarga di Aceh Tamiang memperbaiki rumah rusak akibat banjir besar, sebagai bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
  • Kepala BNPB Suharyanto menyebut seluruh warga terdampak kini sudah tidak tinggal di tenda, sementara penyewa rumah difasilitasi hunian sementara selama proses pemulihan berlangsung.
  • Data BNPB mencatat 1.201 korban tewas akibat banjir Sumatra, dengan wilayah terdampak terparah meliputi Aceh Utara, Agam, dan Tapanuli Tengah; sebagian besar infrastruktur utama telah pulih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Proses pemulihan bagi warga di Pulau Sumatra usai dihantam banjir hebat pada akhir 2025 terus berjalan. Salah satunya perbaikan rumah warga yang mengalami kerusakan skala ringan dan sedang.

Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal Suharyanto, pada Senin (22/6/2026) menyalurkan bantuan perbaikan senilai Rp93,75 miliar bagi 4.400 keluarga di Kabupaten Aceh Tamiang. Ini merupakan bantuan tahap ketiga termin pertama yang disalurkan oleh pemerintah pusat. Aceh Tamiang menjadi salah satu wilayah yang paling parah terkena dampak banjir hebat di Pulau Sumatra.

"Dari jumlah tersebut, sebesar Rp38,25 miliar dialokasikan bagi 2.550 kepala keluarga (KK) pemilik rumah dengan kategori rusak ringan. Sementara, Rp55,50 miliar diberikan kepada 1.850 KK yang rumahnya mengalami kerusakan sedang," ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari di dalam keterangan, Senin.

Dia mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari program rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dilakukan oleh pemerintah. Upaya pemulihan itu, kata Abdul, masih terus berlangsung untuk membantu masyarakat kembali menempati hunian yang layak dan aman.

1. BNPB imbau dana perbaikan rumah digunakan secara bertanggung jawab

BNPB, banjir Sumatra
Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto berikan bantuan Rp93,75 miliar bagi warga Aceh Tamiang yang terdampak banjir Sumatra. (Dokumentasi BNPB)

Suharyanto mengimbau warga penerima bantuan agar menggunakan dana tersebut secara tepat dan bertanggung jawab sehingga proses pemulihan dapat berjalan lancar. Kemudian, bantuan selanjutnya bisa segera diberikan kepada masyarakat yang masih menunggu.

"Apabila bantuan yang disalurkan pada Juni ini selesai dimanfaatkan seluruhnya, maka pada Juli mendatang, kami akan menyalurkan bantuan tahap berikutnya. Kami berharap bantuan yang diterima dapat segera digunakan. Bapak dan ibu memiliki tanggung jawab untuk memanfaatkannya dengan baik," kata Suharyanto.

BNPB menjelaskan, pada tahap pertama, bantuan dana perbaikan rumah yang telah disalurkan mencapai Rp42,06 miliar kepada 2.804 KK pemilik rumah. Mereka yang mendapatkan bantuan, tingkat kerusakan rumahnya masuk kategori rusak ringan.

BNPB turut menyalurkan dana Rp70,11 miliar bagi 2.337 KK yang memiliki rumah dengan tingkat kerusakan tingkat sedang.

Pada tahap kedua, bantuan yang disalurkan mencapai Rp35,04 miliar untuk 2.336 KK yang mempunyai rumah dengan tingkat kerusakan ringan. Kemudian, BNPB juga menyalurkan Rp51,66 miliar untuk 1.722 KK pemilik rumah dengan kategori rusak sedang.

2. Kepala BNPB klaim sudah tidak ada lagi warga yang tinggal di tenda

BNPB, Banjir Sumatra
Kepala Badan Nasional dan Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto berikan bantuan Rp93,75 miliar bagi warga Aceh Tamiang yang terdampak banjir Sumatra. (Dokumentasi BNPB)

Suharyanto mengeklaim, enam bulan pascabanjir, sudah tidak ada warga yang rumahnya mengalami kerusakan dan yang masih tinggal di tenda pengungsian. Pemerintah, kata Suharyanto, telah memastikan mereka memperoleh tempat tinggal yang lebih layak selama proses pemulihan berlangsung.

Namun, hak serupa tidak bisa dinikmati oleh warga yang dulu menempati rumah sewa dan tak memiliki hak kepemilikan atas tanah. Namun, Suharyanto mengatakan warga dengan klasifikasi tersebut juga sudah difasilitasi.

"Mereka difasilitasi untuk tinggal di hunian sementara yang disediakan oleh pemerintah," kata jenderal bintang tiga itu.

Dia mengatakan masih ada beberapa keluarga yang belum memiliki rumah tetap karena status mereka sebelum terjadi bencana merupakan penyewa dan bukan pemilik hunian.

"Kondisi itu menyebabkan mereka tidak termasuk ke dalam skema bantuan perbaikan rumah rusak," kata dia.

Meski begitu, pemerintah tetap menawarkan solusi dengan menempatkan mereka di hunian sementara agar kebutuhan tempat tinggal tetap terpenuhi.

3. Jumlah korban tewas akibat bencana banjir Sumatra capai 1.201 jiwa

BNPB Salurkan Dana Rp93,75 M untuk Bantu 4.400 Keluarga Aceh Tamiang
Seorang perempuan penyintas bencana bertahan di tenda pengungsian di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (7/3/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Berdasarkan data BNPB per Januari 2026, jumlah korban tewas akibat banjir Sumatra mencapai 1.201 jiwa. Rinciannya, 562 orang di Aceh, 375 orang di Sumatra Utara, dan 265 orang di Sumatra Barat. 

"Tiga daerah tertinggi yaitu Aceh Utara sebanyak 246 orang, Agam sebanyak 194 orang, dan Tapanuli Tengah sebanyak 130 orang," dikutip dari data Geoportal milik BNPB pada Januari 2026 lalu.

Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengatakan, hampir semua wilayah sudah masuk ke tahap pemulihan pascabencana. Berdasarkan data yang dia miliki, seluruh jalan dan jembatan nasional yang terdampak bencana saat ini sudah kembali berfungsi. Namun masih terdapat sejumlah jalan provinsi dan kabupaten yang memerlukan perbaikan lanjutan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More