Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cak Imin hingga Menag Bahas Peran PMII untuk NU

Cak Imin hingga Menag Bahas Peran PMII untuk NU
Acara Halal Bihalal IKA PMII dihadiri sejumlah tokoh penting (IDN Times/Fadhliansyah)
Intinya Sih
  • Halal Bihalal IKA PMII di Kemayoran jadi ajang konsolidasi lintas generasi, membahas kontribusi alumni dan arah peran PMII terhadap dinamika internal NU.
  • Cak Imin menekankan pentingnya produktivitas dan soliditas alumni PMII untuk bangsa, sekaligus mengingatkan soal kepemimpinan NU yang perlu diperkuat.
  • Menag Nasaruddin Umar dan Nusron Wahid mendorong adaptasi strategi modern serta konsolidasi alumni PMII demi menjadikan NU episentrum peradaban Islam yang lebih produktif.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Halal Bihalal Ikatan Alumni PMII (IKA PMII) yang digelar di Kemayoran, Jakarta, Minggu (19/4/2026), menjadi ruang konsolidasi gagasan lintas generasi. Sejumlah tokoh nasional yang juga alumni PMII hadir dan menyampaikan pandangannya terkait peran organisasi tersebut ke depan.

Momentum ini tidak hanya dimaknai sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga refleksi terhadap kontribusi alumni PMII bagi bangsa. Di tengah dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU), pembahasan mengenai arah organisasi turut mengemuka dalam pernyataan para tokoh.

Isu muktamar NU yang disebut akan berlangsung dalam waktu dekat pun ikut disinggung.

1. Cak Imin: Alumni PMII Harus Produktif untuk Bangsa

IMG-20260321-WA0026.jpg
Muhaimin Iskandar atau Cak Imin (dok.PKB)

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menegaskan bahwa Halal Bihalal ini memperlihatkan kekuatan jaringan alumni PMII yang tersebar di berbagai sektor. Menurutnya, keberagaman latar belakang justru menjadi modal penting untuk memperkuat kontribusi.

Ia menekankan bahwa seluruh kader PMII memiliki panggilan untuk berbuat bagi bangsa dan negara.

“Halal Bihalal memperkuat soliditas kontribusi yang paling penting, bagaimana agar alumni PMII punya kontribusi produktif buat bangsa dan negara,” ujarnya.

Terkait NU, ia mengakui adanya keprihatinan terhadap kondisi internal organisasi. “Kepemimpinan yang tidak solid, tidak produktif, nah ini harus menjadi keprihatinan kita semua,” kata dia.

2. Menag: NU Bisa Jadi Episentrum Peradaban Islam Modern

3B740103-5C1F-4416-95E9-FCB30A67EEF9.jpeg
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Sementara itu Menteri Agama Nasaruddin Umar, mengajak alumni PMII untuk lebih adaptif menghadapi perubahan zaman. Ia menilai pendekatan lama harus digantikan dengan strategi yang lebih matang dan terukur.

“Tidak bisa lagi kita seperti dulu-dulu, emosional, spontanitas. Kita harus punya strategi, punya perhitungan-perhitungan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti posisi strategis NU di kancah global. “NU itu akan menjadi epicentrum peradaban Islam modern yang akan datang,” jelasnya.

3. Nusron Wahid: Konsolidasi adalah Kewajiban Alumni

Menteri Agraria dan Tata Ruat/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid (dok. IDN Times/Ilman Nafi'an)
Menteri Agraria dan Tata Ruat/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid (dok. IDN Times/Ilman Nafi'an)

Menteri ATR/BPN, Nusron Wahid, menilai wajar jika kegiatan ini disebut sebagai bagian dari konsolidasi. Menurutnya, PMII memiliki keterikatan historis dan intelektual dengan NU.

“PMII ini adalah anak yang lahir dari rahim NU. Kalau kemudian PMII itu memikirkan NU sudah menjadi kewajiban dan keharusan,” kata dia.

Ia menambahkan, persoalan di tubuh NU akan berdampak pada PMII. Karena itu, konsolidasi perlu dilakukan untuk mendorong perbaikan. “Upaya-upaya perbaikan supaya NU ke depan lebih produktif, lebih maslahat,” tambah Nusron.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More