Cuaca Ekstrem, Menko PMK Minta Pemprov Aktifkan Sistem Siap Siaga

- Menko PMK Pratikno meminta pemprov aktifkan early action menyusul peringatan dini BMKG terhadap cuaca ekstrem pada 23–29 Januari 2026.
- Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota di level Siaga dan Awas diminta mengaktifkan posko dan sistem komando darurat serta meningkatkan kewaspadaan masyarakat di wilayah rawan.
Jakarta IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, meminta setiap Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk segera mengaktifkan sistem siap siaga menyusul terbitnya peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk periode 23–29 Januari 2026.
“Dokumen peringatan dini BMKG ini harus menjadi rujukan langsung bagi kepala daerah dan seluruh perangkat daerah dalam mengaktifkan sistem kesiapsiagaan. Ini adalah fase krusial untuk early action guna mencegah jatuhnya korban jiwa dan kerugian yang lebih besar,” kata Pratikno dikutip dari siaran pers, Jumat (23/1/2026).
1. Pemerintah provinsi diminta untuk segera mengambil langkah konkret

Pratikno mengimbau pemerintah provinsi hingga kabupaten/kota yang berada pada level Siaga dan Awas, khususnya di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, dan NTT untuk segera mengambil langkah konkret. Langkah tersebut adalah mengaktifkan posko dan sistem komando darurat, menyiagakan penuh BPBD, TNI/Polri, serta relawan, dan mengecek daerah aliran sungai, tanggul, serta drainase.
Tak hanya itu, sejumlah kabupaten/kota diprioritaskan untuk penguatan kesiapsiagaan lapangan pada 23 Januari. Wilayah tersebut antara lain Kabupaten dan Kota Tangerang serta Tangerang Selatan di Banten, lima wilayah administrasi di DKI Jakarta, serta Kabupaten Probolinggo di Jawa Timur, yang berpotensi mengalami hujan sangat deras hingga ekstrem.
2. Masyarakat diminta aktif meningkatkan kewaspadaan

Sementara, masyarakat di wilayah rawan juga diimbau untuk aktif meningkatkan kewaspadaan. Langkah utama adalah dengan memantau informasi resmi dari BMKG melalui website dan aplikasi INFO BMKG, serta mengurangi aktivitas di daerah rawan banjir dan longsor saat hujan deras.
Menurut Pratikno, kesiapan di tingkat keluarga sangat diperlukan.
“Kesiapsiagaan masyarakat adalah lapis pertama perlindungan. Informasi yang dipahami dan tindakan yang tepat waktu akan menyelamatkan banyak jiwa,” ujar dia.
Masyarakat disarankan untuk menyiapkan tas siaga bencana, merencanakan jalur evakuasi keluarga, dan siap mengikuti arahan dari petugas di lapangan.
3. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini untuk cuaca ekstrem dalam sepekan

Sebelumnya, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 23–29 Januari 2026. Dalam dokumen tersebut, sejumlah wilayah ditetapkan dalam level Siaga hingga Awas terhadap hujan lebat hingga ekstrem pada 23-25 Januari.
Pada 23 Januari, status Awas berlaku untuk Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Timur. Sementara status Siaga dikenakan untuk Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, NTB, dan NTT. Peringatan serupa juga dikeluarkan untuk potensi angin kencang di berbagai provinsi, termasuk Aceh, seluruh Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

















