Cucun Dorong Transformasi Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045

- Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan pesantren tengah berada di titik krusial untuk melakukan transformasi total, guna menjawab tantangan zaman yang kian kompleks
- Pesantren dinilai memiliki peran besar bentuk karakter bangsa
- Cucun juga menyoroti peran pesantren untuk mencetak SDM unggul
Jakarta, IDN Times – Wakil Ketua DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, mengatakan pesantren tengah berada pada titik krusial untuk melakukan transformasi total, guna menjawab tantangan zaman yang kian kompleks.
Hal itu disampaikan Cucun dalam acara peresmian Majelis Al-Halimah di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al-Musri, Cianjur, Jawa Barat. Peresmian ini dilaksanakan bersamaan dengan momentum khidmat pra puncak Haul ke-26 Masyayikh Miftahul Huda Al-Musri dan gelaran Halaqoh Nasional, Kamis (22/1/2026).
"Transformasi pesantren bukan sekadar perubahan fisik atau pembangunan gedung semata, melainkan perubahan fundamental pada manusianya, metode pembelajarannya, hingga tujuan pendidikannya," kata dia.
1. Majelis Al-Halimah harus jadi simbol kebangkitan intelektual

Cucun berharap, kehadiran Majelis Al-Halimah dapat menjadi simbol kebangkitan intelektual dan spiritualitas santri. Menurut dia, ke depan harus ada integrasi kedalaman ilmu agama dan teknologi.
"Kita harus mampu mengintegrasikan kedalaman ilmu agama dengan penguasaan sains dan teknologi," ujar Cucun di hadapan ribuan santri dan tokoh nasional yang hadir.
2. Pesantren memiliki peran besar bentuk karakter bangsa

Momentum Haul ke-26 ini juga menjadi ajang peneguhan komitmen dunia pesantren dalam berinovasi. Cucun menilai, pesantren memiliki akar tunggang yang kuat dalam membentuk karakter bangsa, namun harus tetap adaptif terhadap arus digitalisasi dan persaingan global.
“Dari rahim pesantren, kita harapkan lahir generasi yang tidak hanya berakhlakul karimah, tetapi juga memiliki daya saing tinggi. Santri harus siap mengambil peran strategis dalam memimpin berbagai sektor pembangunan menuju visi Indonesia Emas 2045,” kata Wakil Ketua Umum PKB itu.
3. Soroti peran pesantren untuk mencetak SDM unggul

Diskusi dalam halaqoh tersebut menyoroti pentingnya peran pesantren sebagai lembaga pendidikan mandiri, yang mampu mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul yang moderat dan inovatif.
Dengan diresmikannya Majelis Al-Halimah, diharapkan dapat menjadi pusat literasi dan konsolidasi gagasan bagi para santri dan masyarakat luas, untuk terus berkontribusi bagi kemajuan agama, bangsa, dan negara.
Acara tersebut turut dihadiri sejumlah ulama, akademisi, dan praktisi pendidikan di antaranya KH. Mamal Malu Murtadlo, lc,KH. Sampul Uyun lc, Umi Hj. Siti Maryam, Anggota DPR RI Fraksi PKB KH. Maman Imanulhaq, Jajaran DPC PKB Cianjur, Anggota DPRD PKB, Dewan Kyai Ponpes Al-Musri dan Dewan Ampuh Ponpes Al Musri serta Jamiyyatul Mukimin Al-Musri.
















