Demo Harkitnas di Patung Kuda Monas Sepi, Lalu Lintas Masih Lancar

- Kawasan Patung Kuda Monas terpantau sepi saat rencana demo Harkitnas 2026, dengan hanya beberapa personel kepolisian berjaga dan arus lalu lintas tetap lancar tanpa penutupan jalan.
- Polda Metro Jaya menyiapkan 14.237 personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, dan unsur keamanan lain untuk mengamankan enam titik aksi di Jakarta.
- Pihak kepolisian mengimbau peserta aksi menyampaikan pendapat secara damai, menjaga fasilitas umum, serta mengikuti arahan petugas agar situasi tetap aman dan tertib.
Jakarta, IDN Times - Situasi di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta Pusat, terpantau sepi saat rencana aksi unjuk rasa dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 berlangsung, Rabu (20/5/2026).
Pantauan IDN Times, belum terlihat massa aksi di lokasi meski kawasan tersebut menjadi salah satu dari enam titik yang disiapkan untuk kegiatan penyampaian pendapat.
Di kawasan yang jadi titik demo hanya ada sejumlah personel kepolisian yang berjaga di sekitar kawasan Patung Kuda. Suasana pengamanan juga terlihat tidak terlalu siaga dengan beberapa personel tampak duduk di bawah pohon di kawasan Monas sambil menunggu perkembangan situasi.
Sementara itu, arus lalu lintas di Jalan Medan Merdeka terpantau lancar dan belum ada penutupan jalan di sekitar lokasi. Kendaraan masih dapat melintas secara normal tanpa hambatan kedua arah.
1. Polda terjunkan 14 ribuan personel

Sebelumnya, Polda Metro Jaya menyiapkan 14.237 personel gabungan untuk melakukan pelayanan dan pengamanan kegiatan penyampaian pendapat masyarakat dalam rangka Hari Kebangkitan Nasional 2026 di enam titik di Jakarta.
"Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya menyiapkan pelayanan dan pengamanan di sejumlah titik, antara lain DPR/MPR RI, Monas/Silang Selatan, Kejaksaan Agung RI, Gedung Pelni, Bawaslu RI, dan Tugu Proklamasi," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026
2. Ada aksi demo di enam titik

Dia mengatakan, total personel gabungan tersebut terdiri dari 12.263 personel Polri, 500 personel TNI, 74 personel pemerintah daerah, 400 personel Pamdal DPR/MPR RI, serta 1.000 orang Sabuk Kamtibmas/Potmas.
“Kehadiran personel di lapangan untuk memberikan rasa aman dan kelancaran dalam penyampaian aspirasi oleh saudara-saudara kita dari beberapa elemen masyarakat,” ujar dia.
3. Pengaturan arus lalu lintas situasional

Sementara itu, pengaturan arus lalu lintas dilakukan secara situasional menyesuaikan kondisi di lapangan. Dia mengatakan, masyarakat mengikuti arahan petugas agar aktivitas tetap berjalan lancar.
"Polda Metro Jaya bersama Kodam Jaya mempersiapkan kegiatan masyarakat dalam penyampaian pendapat di muka umum, termasuk terkait situasi arus lalu lintas,” kata Budi.
4. Sampaikan aksi dengan damai

Budi mengimbau agar dalam menyampaikan pendapat tetap menjaga fasilitas umum dan sosial bersama.
“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat karena merupakan hak yang dilindungi undang-undang. Kami juga mengimbau seluruh peserta untuk bersama-sama menjaga fasilitas umum dan fasilitas sosial, serta saling menghormati dengan petugas TNI-Polri di lapangan,” ujar Budi.


















