Demo Kemendikti, BEM UI Tolak Pembangunan SPPG di Kampus

- BEM UI menolak rencana pembentukan SPPG di kampus karena dianggap tidak relevan dengan kebutuhan pendidikan tinggi dan mengabaikan masalah biaya kuliah serta kesejahteraan tenaga pendidik.
- Dalam aksi di depan Kemendikdasmen, BEM UI menyampaikan lima tuntutan utama, termasuk pencabutan anggaran MBG, pemerataan kualitas pendidikan, dan penolakan komersialisasi pendidikan.
- Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas ikut demo sambil membawa poster yang mengecam pemborosan dana MBG dan menuntut prioritas anggaran untuk kesejahteraan guru serta peningkatan mutu pendidikan.
Jakarta, IDN Times - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) menolak rencana pembentukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di kampus. Kebijakan itu dinilai tidak tepat sasaran bagi perguruan tinggi.
Ketua BEM UI, Yatalathof Ma’shum Imawan menilai, pembentukan SPPG di kampus adalah kesalahan pemerintah dalam menentukan prioritas.
“BEM se-UI menolak pendirian SPPG di kampus dan menganggap itu adalah kesalahan dalam menentukan prioritas karena sekarang biaya pendidikan masih mahal, kesejahteraan dosen dan tendik masih rendah, dan fasilitas pendukung pendidikan baik akademik maupun nonakademik masih stagnan,” kata Athof kepada IDN Times, Senin (4/5/2026).
1. Pemerintah dinilai gagal menyelaraskan lulusan dengan lapangan kerja

Athof menilai, para pengambil kebijakan pendidikan tinggi adalah orang-orang yang malas berpikir. Menurut dia, negara yang gagal menciptakan lapangan kerja, tetapi malah menyalahkan kampus dan mahasiswa.
“Kemudian kemalasan berpikir itu juga menyebabkan, bukannya alih-alih fokus memperbaiki kualitas pendidikan tinggi agar matching dengan lapangan pekerjaan. Mereka malah mendorong pendirian SPPG di tiap kampus,” ujar dia.
“Ini semua persis seperti nakhoda (Mendikti) yang mabuk (MBG) dan menabrakkan kapalnya ke karang (kebijakan pendidikan tinggi yang gagal me-matching lulusan dengan lapangan kerja), lalu menyalahkan para penumpang (kampus dan mahasiswa) karena tidak bisa berenang! (Tidak terserap),” lanjut dia.
2. Lima tuntutan BEM UI dalam demo di Kemendikti

Penolakan SPPG oleh BEM UI ini disampaikan dalam aksi unjuk rasa di depan kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendikti) pada Senin (4/5/2026).
Ada lima poin tuntutan BEM UI yang disampaikan sebagia berikut:
1. Menuntut pencabutan anggaran MBG dari anggaran pendidikan dan mengevaluasi total MBG
2. Wujudkan kesejahteraan guru, guru honorer, dosen, dosen honorer, dan seluruh tenaga pendidikan
3. Menuntut pemerataan kualitas pendidikan nasional yang berkeadilan melalui perbaikan infrastruktur, pemerataan guru, dan pemerataan akses serta fasilitas yang terjangkau di seluruh Indonesia
4. Menuntut pendidikan yang aman dari kekerasan, dan bias gender dalam kurikulum tata laksana dan penanganan kasus kekerasan
5. Menolak komersialisasi dan neoliberalisasi pendidikan yang membebani ekonomi masyarakat serta memandang pendidikan semata sebagai pabrik sumber daya manusia
3. Mahasiswa membawa poster desakan penghentian MBG

Adapun peserta aksi terdiri dari ratusan mahasiswa yang berasal dari BEM SI Rakyat Bangkit dan Kerakyatan, Universitas Pancasila dan Universitas Nasional.
Dalam aksi demo tersebut, para mahasiswa tampak membawa poster yang memuat desakan menghentikan MBG. Mereka menenteng poster yang menyindir pemborosan anggaran negara untuk MBG.
Misalnya 'Bayar SPPG mampu, bayar guru tidak mampu', 'Pendidikan dirampas, MBG oke gas!’ dan ‘Dana MBG dimaksimalkan, dana pendidikan diminimalkan’.


















