Demokrat Dukung Prabowo Usut Kasus Affan Kurniawan Dilindas Rantis Brimob

- DPP Partai Demokrat mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus kematian driver Gojek bernama Affan Kurniawan (21) yang tewas dilindas rantis Brimob pada Kamis (28/8/2025).
- Partai Demokrat menegaskan, demokrasi dan kebebasan berpendapat merupakan hak rakyat yang harus dijaga, tetapi pada saat yang sama keselamatan warga negara juga harus menjadi prioritas utama.
Jakarta, IDN Times - DPP Partai Demokrat mendukung penuh aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus kematian driver Gojek bernama Affan Kurniawan (21) yang tewas dilindas rantis Brimob pada Kamis (28/8/2025). Hal ini telah sejalan dengan perintah Presiden RI Prabowo Subianto.
"Almarhum Affan adalah anak muda yang tengah berjuang mencari nafkah bagi keluarganya. Kepergiannya bukan hanya duka bagi keluarga, melainkan juga duka bagi bangsa Indonesia," kata Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, Sabtu (30/8/2025).
Herzaky menambahkan, DPP Partai Demokrat menghargai langkah kepolisian yang mengamankan dan memeriksa sejumlah anggota terkait. Sebanyak tujuh orang terlibat dalam kasus ini. Ketujuhnya juga telah ditempatkan khusus (patsus) selama 20 hari.
Demokrat menegaskan, demokrasi dan kebebasan berpendapat merupakan hak rakyat yang harus dijaga, tetapi pada saat yang sama keselamatan warga negara juga harus menjadi prioritas utama.
"Tragedi ini mengingatkan kita semua akan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berdemokrasi dan perlindungan terhadap setiap nyawa manusia," kata dia.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak terprovokasi. Partai Demokrat akan terus bersama Presiden dan pemerintah mengawal agar proses hukum berjalan dengan adil dan transparan, serta memastikan aspirasi masyarakat mendapat perhatian serius.
Diberitakan, Affan Kurniawan, seorang driver ojek online, meregang nyawa usai ditabrak dan dilindas mobil rantis polisi saat aksi unjuk rasa di Jakarta, Kamis (28/8/2025).