Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dinasti Ayah-Anak di Dunia Sepak Bola

Dinasti Ayah-Anak di Dunia Sepak Bola
Sumber Gamber: bossesport.com

Tidak hanya karakter, ternyata bakat pun bisa diturunkan ke anak dan cucu. Umumnya, kesuksesan ayah di bidang tertentu akan diikuti oleh keturunannya. Hal ini juga berlaku di dunia sepak bola. Biasanya, sang anak bakal mengikuti jejak kesuksesan sang ayah di dunia lapangan hijau. Sebagai bentuk penghargaan, klub akan memensiunkan sementara nomor sang ayah untuk kemudian diwariskan kepada anaknya.

Berikut ini adalah rangkuman kesuksesan ayah dan anak di dunia sepak bola yang kemudian membentuk dinasti di klub tertentu.

Cesare Maldini dan Paolo Maldini

Keluarga Maldini mungkin saja menjadi pasangan ayah dan anak yang paling sukses di dunia sepakbola Italia. Sang ayah, Cesare Maldini, merupakan bek tengah AC Milan pada periode 1954-1966. Sementara sang anak, Paolo Maldini, tampil lebih gemilang daripada ayahnya. Seumur hidup, Paolo hanya membela satu klub, AC Milan, selama 24 tahun. Nomor punggung 3 di Milan kini diwariskan kepada Christian Maldini. Namun, Maldini muda kini kesulitan menyamai prestasi ayah dan kakeknya.

Harry Redknapp dan Jamie Redknapp

Harry Redknapp adalah pemain reguler untuk West Ham United pada periode 1965 hingga 1972. Setelah pensiun, Harry memulai karier kepelatihannya dengan menangani Bournemouth, Porstmouth, Southampton, dan terakhir Tottenham Hotspurs. Sang anak, Jamie, memulai karier di bawah asuhan Harry di Bournemouth. Dari segi penampilan di timnas, Jamie lebih baik daripada sang ayah. Jamie sudah 17 kali merumput bersama The Three Lions sedangkan Harry tidak pernah dipanggil ke timnas. Setelah mendapatkan beberapa kali cedera serius, Jamie pensiun di Southampton pada 2005.

Frank Lampard Senior dan Frank Lampard Junior

Ada dua Frank Lampard di Inggris, yang senior dan anaknya, si junior. Frank Lampard Senior membela West Ham sejak 1967 hingga 1985. Frank Lampard Senior gantung sepatu pada 1986 di Southend United. Frank Junior tampil lebih baik daripada sang ayah. Si Junior ini bahkan telah menjadi legenda saat ia masih bermain bersama Chelsea. Lampard tercatat sebagai gelandang tersubur sepanjang sejarah Liga Premier dengan total 139 gol.

Thierry Hazard, Eden Hazard dan Thorgan Hazard

Keluarga Hazard sudah terlatih menjadi pemain sepak bola. Sang ayah, Thierry, menghabiskan kariernya di klub semi profesional, La Louviere, yang berpartisipasi di Divisi II Liga Belgia. Anak pertamanya, Eden Hazard, resmi membela Chelsea. Sang adik, Thorgan Hazard, bergabung bersama Chelsea pada 2012 lalu dan kini dipinjamkan ke Borussia Monchengladbach.

Sartono Anwar dan Nova Arianto Sartono

Karier sepakbola Sartono dimulai saat berusia 13 tahun.  Saat itu Sartono muda bergabung di klub Sport Supaya Sehat (SSS), sebuah klub lokal di Kota Semarang. Sartono Anwar adalah ayah dari pemain mantan penggawa Timnas Indonesia, Nova Arianto Sartono. Nova berposisi sebagai bek tengah. Pemain berjulukan Vava ini memiliki panggilan Suster Ngesot karena kerap merayakan gol dengan cara mengesot di lapangan. Saat ini, Vava bertugas sebagai asisten pelatih Pelita Bandung Raya.

Dari semua daftar ayah-anak di atas, siapakah yang menjadi favoritmu?

Share
Topics
Editorial Team
Tania
EditorTania
Follow Us

Related Articles

See More

AS Tetapkan Kuba sebagai Ancaman Keamanan Nasional

13 Mei 2026, 20:42 WIBNews