Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Iran Sebut AS Langgar Gencatan Senjata

Iran Sebut AS Langgar Gencatan Senjata
potret Juru Bicara pasukan militer Iran, Ebrahim Zolfaghari (commons.wikimedia.org/Tasnim News Agency)
Intinya Sih
  • Iran menuduh Amerika Serikat melanggar gencatan senjata setelah kapal dan wilayah Iran diserang di Selat Hormuz, meski AS sebelumnya berjanji menghentikan serangan.
  • Gencatan senjata antara AS dan Iran yang dimulai 9 April telah diperpanjang pada 21 April, dengan syarat Iran menyetujui perdamaian sebelum blokade Selat Hormuz dicabut.
  • Presiden Donald Trump mengklaim Iran hampir menyetujui semua syarat perdamaian, namun memperingatkan akan menyerang lebih keras jika kesepakatan batal tercapai.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran menyebut Amerika Serikat telah melanggar gencatan senjata. Menurut Juru Bicara pasukan militer Iran, Ebrahim Zolfaghari, pada Jumat (8/5/2026), tuduhan ini dilontarkan karena AS telah menyerang kapal-kapal Iran yang sedang berlayar di Selat Hormuz. 

Zolfaghari menambahkan, Washington juga kerap melakukan serangan ke sejumlah wilayah yang ada di Iran. Beberapa wilayah yang kerap jadi target adalah Bandar Khamir, Sirik, dan Pulau Qeshm di Iran selatan. Padahal, AS sudah berjanji akan menghentikan serangan selama gencatan senjata berlangsung. 

1. AS sudah menyetujui gencatan senjata dengan Iran pada awal April

Gencatan senjata.
ilustrasi gencatan senjata (pexels.com/Omar Ramadan)

AS sendiri menyepakati gencatan senjata dengan Iran pada 9 April. Kala itu, kedua negara sepakat menghentikan perang selama dua pekan. Langkah ini diambil agar perang mereda sehingga negosiasi perdamaian berjalan lancar. 

“Berdasarkan percakapan dengan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dan Marsekal Lapangan Asim Munir dari Pakistan, mereka meminta saya untuk menahan serangan yang akan dikirim dengan syarat Republik Islam Iran menyetujui pembukaan Selat Hormuz secara lengkap, segera, dan aman. Saya setuju untuk menangguhkan pengeboman dan serangan terhadap Iran selama dua pekan,” tulis Presiden AS, Donald Trump, di Truth Social, seperti dilansir Times of Israel.  

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan gencatan senjata harus dijalankan oleh semua pihak, yakni oleh AS, Israel, dan Iran. Artinya, selama gencatan berlangsung, baik AS, Israel, maupun Iran tidak boleh menyerang satu sama lain. 

2. AS sudah memperpanjang gencatan senjata dengan Iran

Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
potret bendera Amerika Serikat (unsplash.com/Tim Mossholder)

Saat ini, AS sudah resmi memperpanjang gencatan senjata dengan Iran. Keputusan tersebut ditetapkan pada 21 April lalu. Gencatan senjata ini awalnya akan berakhir pada 22 April. 

Trump, dalam sebuah unggahan di Truth Social mengatakan, perpanjangan gencatan senjata bakal dilakukan hingga Iran menyepakati perdamaian dengan AS. Dalam unggahan itu, Trump juga mengumumkan bahwa AS akan melanjutkan blokade di Selat Hormuz. Jika Iran sudah sepakat berdamai dengan AS, baru Trump akan bersedia untuk kembali membuka selat tersebut.  

3. Trump mengklaim Iran segera menyepakati perdamaian dengan AS

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di Gedung Putih.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sedang berada di Gedung Putih. (flickr.com/The White House via commons.wikimedia.org/The White House)

Pada Rabu (6/5/2026) lalu, Trump menyebut Iran akan segera menyepakati perdamaian dengan AS. Sebab, ia mengklaim Iran sudah bersedia menyetujui semua syarat perdamaian yang diusulkannya. 

“Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir dan sangat mungkin kami akan mencapai kesepakatan (perdamaian),” ujar Trump dilansir Al Jazeera.

Jika Iran benar-benar menyetujui syarat perdamaian, Trump mengatakan AS akan segera menyudahi perang dan kembali membuka Selat Hormuz secara penuh. Namun, jika Iran berubah pikiran, Trump mengancam akan menyerang menyerang mereka dengan kekuatan yang lebih besar dari sebelumnya.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More